Peringatan 7 Tahun Tragedi Kuranji
SEBAGAI suatu kegiatan yang beresiko, arung jeram telah banyak menelan korban. Di Sumatera Barat sendiri telah beberapa orang meninggal dunia akibat ditelan ganasnya jeram-jeram yang ada di daerah ini. Salah satunya yaitu Donald Mahata Putra, Anggota Mapala Unand yang menjadi korban keganasan jeram Batang Kuranji 7 tahun lalu tepatnya 30 Oktober 2000.
Selasa (30/10) kemarin bertempat di aula gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unand Limau Manih, berlangsung peringatan 7 tahun Tragedi Kuranji. Upacara ini dipimpin langsung oleh Ketua Mapala Unand, Fauzan Gusti Wardhana diikuti oleh puluhan Anggota dan Undangan.
SALAH satu cara untuk meningkatkan skill dan kemampuan lapangan generasi muda yang tergabung dalam kegiatan kepramukaan, diadakanlah pelatihan Navigasi Darat (ND). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Jambore Daerah 2007 yang berlangsung di Bumi Perkemahan Padang Besi tanggal 21-24 Oktober 2007 ini. Khusus untuk materi ND, dilaksanakan pada hari Senin-Selasa (22-23/10) kemarin dengan diikuti oleh lebih kurang 140 orang peserta.
BERPETUALANG di alam bebas selalu memberikan kesenangan tersendiri bagi siapa saja yang ingin melakukannya. Kesenangan tersebut didapat dari keindahan pemandangan dan tantangan yang berhasil kita lewati pada setiap medan petualangan tersebut. Beberapa waktu yang lalu penulis kembali membuktikan dengan merasakan serunya melintasi medan petualangan perut bumi di Sisawah, kabupaten Sawahlunto Sijunjung, Sumatera Barat. Petualangan di kedalaman perut bumi ini ternyata belum terlalu memasyarakat. Ini dibuktikan dengan minimnya pengetahuan masyarakat tentang kegiatan penelusuran gua ini.
SUDAH lebih satu bulan berlalu sejak gempa dahsyat berkekuatan 7,9 SR melanda Sumatera Barat dan Bengkulu. Pada minggu-minggu awal sejak terjadinya gempa, eskpose di media massa dilakukan terus menerus. Begitu juga dengan pemberian bantuan dan pengiriman relawan yang gencar dilakukan berbagai instansi dan organisasi. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, ‘euphoria bencana’ pun mulai terlupakan. Ditambah lagi dengan kedatangan hari raya Idul Fitri membuat masyarakat mulai melupakan bencana tersebut.
BENCANA gempa yang melanda Pulau Sumatera pada Rabu (12/9) dan Kamis (13/9) yang lalu telah menyisakan kerusakan dan penderitaan bagi korbannya. Pemerintah dan berbagai instansi dalam maupun luar negeri juga terus memberikan bantuan kepada para korban. Tentunya, penyaluran bantuan ini harus dilaksanakan secara sistematis, teratur, cepat dan tepat pada sasaran. Untuk itu keberadaan posko penanggulangan bencana amatlah vital. Begitu juga dengan Posko Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana (SATKORLAK PB) Provinsi Sumatera Barat yang berlokasi di lingkungan Kantor Gubernur Sumbar.