Kalender

October 2008
M T W T F S S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Tamu Mapala Unand

Free Web Hosting with Website Builder

Ekspedisi Pembukaan Jalur Wisata Gunung Malintang

December 25th, 2007

Tim malintangSORE hari itu udara masih terasa panas. Beberapa personil Mapala Unand mulai bersiap siap melakukan latihan fisik hari pertama 5 Juli 2007. Mereka merupakan satuan tim yang akan diberangkatkan untuk memulai ekspedisi pembukaan jalur wisata Puncak Malintang (1983 mdpl.) dan Danau Tinggal di Pasaman Barat.

Karena misi yang akan mereka lakukan sangat berat, maka persiapan awal berupa latihan fisik dan mental dilaksanakan secara ketat. Bertindak sebagai pelatih fisik Heru Mega Saputra (22) dari Fakultas Peternakan dan Sartika (20) dari Fakultas Pertanian.

Untuk nama pertama merupakan pelatih kawakan yang punya banyak pengalaman di berbagai kegiatan lapangan, baik medan rimba Sumatra maupun Pulau Jawa. Prestasi terakhir yang menguatkannya sebagai pelatih fisik untuk tim ekspedisi Pasaman ini adalah penaklukan Puncak Jaya Wijaya bersama Tim SCTV di Propinsi Papua pada tahun 2006 lalu.

Urutan daftar menu latihan fisik dibuat secara bertahap. Semuanya harus berhasil diselesaikan setiap atlet yang akan berangkat. Pembukaan latihan dimulai dengan jogging dari 15 menit-100 menit di penghujung latihan. Setelah itu dilanjutkan dengan push up, sit up, squat race, shuttle run dan terakhir sprint. Semuanya dilaksanakan dengan frekwensi yang terus meningkat.

Tidak kurang dari 25 peserta mengikuti latihan hari pertama. Latihan yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut cukup menyita perhatian para penghuni kampus. Rata rata mereka merupakan para aktivis yang selalu punya kegiatan tertentu pada sore harinya. Dengan pengorganisasian yang baik dan terlihat kompak, satu dugaan telah terlintas di kepala mereka bahwa sebentar lagi tim dari Mapala Unand akan melakukan sebuah gebrakan besar.

Sementara itu, satu persatu calon atlet terlihat bersemangat mengikuti seleksi ekspedisi tersebut. Karena menu latihan masih ringan semua peserta seleksi berhasil menjalaninya. Tepat pukul 06.00 WIB seleksi usai. Selanjutnya diadakan briefing untuk mengevaluasi sesi latihan yang telah dilakukan sebelumnya.

Beberapa hari berlalu, latihan tetap berlanjut. Sekarang sudah masuk pada pertengahan latihan dari jangka waktu sebulan yang dipersiapkan. Berbeda pada tahap awal pada pertengahan seleksi tersebut di antara calon atlet, mulai ada yang merasa pusing dan mual. Bahkan pada hari berikutnya, Adi (20) dari Fakultas Hukum sempat muntah-muntah. Menurut pengakuannya, kepala terasa pusing dan matanya berkunang-kunang.

Menyikapi hal tersebut para atlet mulai menerapkan pola makan teratur. Kesalahan kecil berupa makan terlambat atau istirahat yang tidak memadai sebelum melakukan latihan fisik, berakibat cukup fatal. Gejala pusing seperti yang dialami beberapa orang atlet, terjadi karena asupan gizi yang tidak seimbang. Sementara itu latihan yang terus berjalan senantiasa membutuhkan energi yang cukup besar.
Sebelumnya jauh hari sebelum latiahn fisik digelar para peserta seleksi ini juga pernah diperiksa kesehatannya oleh tim medis yang tergabung dalam organisasi Mapala Hipocrates Emergency Team (HET) Fakultas Kedokteran Unand. Dalam pemeriksaan tidak ditemui suatu keganjilan yang akan mempengaruhi perjalanan ekspedisi nantinya.

Beberapa hari menjelang latihan fisik usai, atlet yang akan diberangkatkan diharuskan melaksanakan simulasi di alam bebas. Beberapa poin penting seperti kemampuan navigasi darat, komunikasi menggunakan radio, pembuatan tanda jalur serta pembuatan tandu dan P3K disempurnakan selama simulasi berlangsung. Nantinya materi yang telah  disimulasikan tersebut akan menjadi penentu berhasil atau gagalnya ekspedisi ini.

Rimba belantara yang masih tersisa di  belakang Kampus Unand Limau Manih dipilih menjadi lokasi simulasi. Selain mengirit biaya,  waktu yang dibutuhkan juga tidak terlalu lama. Hal ini menjadi kesepakatan tim sebelum simulasi dilaksanakan. Dimulai Jumat (26/7/2007) sampai Minggu (28/7/2007) simulasi dinilai sangat memuaskan. Kemampuan para atlet sudah memenuhi kelayakan karena beberapa kemampuan pokok dalam berkegiatan di alam bebas atau rimba belantara sudah mereka kuasai dengan baik. Penilaian dimusyawarahkan oleh para pengiring calon atlet dan pengurus organisasi Mapala Unand. Pengalaman yang mereka bukukan serta kegiatan ekspedisi yang berhasil mereka lakukan menjadi berartinya sebuah penilaian yang mereka keluarkan.

Rute yang dilewati selama seleksi memiliki medan bervariasi dan pemandangan yang elok permai. Maklumlah Kampus Unand yang dibangun di atas sebuah perbukitan dengan nama Bukit Karamuntiang diapit dua buah sungai besar yaitu Batang Kuranji dan Sungai Danau Limau Manih. Pada sebagian besar bantaran sungai diisi areal persawahan masyarakat. Namun suasana yang paling mengasyikkan adalah saat berada di puncak bukit. Dari ketinggian 234 mdpl tersebut, kita bisa dengan leluasa menikmati nun jauh di sana padatnya kota Padang serta lautan biru yang terbentang luas di depannya.

MEMACU ADRENALIN DI RIMBA BELANTARA

Keberangkatan tim dilakukan siang hari (2/8/2007) melalui upacara pelepasan yang dipimpin pembina Mapala Unand Drs Irsyad Agus MP. Dari lokasi upacara di pelataran parkir bagian kiri gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unand, tim dijemput bus carteran yang biasa menjalani trayek ke daerah Robajulu Kecamatan Ujuang Gadiang, Kabupaten Pasaman Barat.

Perjalanan memakan waktu selama 6 jam, sampai akhirnya tiba di Dusun Robajulu yang merupakan daerah terakhir yang bisa dilewati kendaraan bermotor. Tim ekspedisi menjadikan dusun ini sebagai Base Camp yang akan menjadi penghubung komunikasi antara atlet yang berada di lapangan dengan Posko induk Mapala Unand di Padang. Untuk kebutuhan tersebut disediakan satu set Handy Talky (HT) dan handphone kepada Pak Syukur yang dengan senang hati menyatakan kesediaannya membantu kelancaran pergerakan tim ekspedisi ini. Beliau adalah kepala Dusun Robajulu sekaligus pemuka masyarakat disegani penduduknya yang mayoritas diisi suku Mandahiliang dari Sumatera Utara.

Start ekspedisi dimulai Jumat (3/8/2007) pukul 14.00 WIB. Perjalanan hari pertama terasa sangat menyenangkan. Medan perbukitan yang dilewati masih kawasan pertanian masyarakat Robajulu. Kebanyakan petani di sini mengisi lahan pertaniannya dengan tumbuhan palawija seperti jagung, kacang hijau, kacang kedele dan padi. Sebagian petani juga membuka lahannya untuk perkebunan kelapa sawit. Tanaman yang menghasilkan bahan baku pembuatan minyak goreng tersebut memang sedang digiatkan di daerah Robajulu ini.

Camp atau tempat istirahat dibuat di persimpangan dua buah sungai. Sungai pertama bernama Sikabau yang persis berada di depan tempat peristirahatan dan yang kedua arah ke hilir bernama Sungai Lauik Mati. Di lokasi ini sudah tidak ada lagi perkebunan penduduk. Pohon-pohon yang ditemui adalah tanaman yang biasa tumbuh di hutan belantara.

Pada hari pertama menjelang tempat camp ini tiga anggota tim terpisah dengan rombongan. Tiga orang ini waktu itu bertindak sebagai leader, namun kurang memperhatikan tanda jalur yang mengarah ke kanan. Sehingga pada malam harinya dilakukan pencarian untuk memastikan kondisi tim yang terpisah ini.

Karena medan yang cukup terjal dan rapatnya pepohonan pencarian yang  dilakukan menemui kegagalan. Tim pencari kembali ke tempat camp semula setelah larut malam. Esok harinya dilakukan pencarian ulang dengan menyisir kembali jalan setapak yang dilewati pada hari sebelumnya. Dua tim lainnya melakukan penyisiran arah ke hulu dan hilir sungai. Menjelang istirahat siang anggota tim yang terpisah ini berhasil ditemukan tim pertama yang menyisir jalan setapak. Suasana gembira segera menyelimuti seluruh rombongan. Malamnya kami melakukan briefing untuk mengevaluasi pergerakan yang telah dilakukan.

Perjalanan selanjutnya tim leader sebagai tim pertama yang diberangkatkan mulai mengeluarkan golok masing-masing. Semak belukar dan rotan berduri yang menghalangi perjalanan mulai dibersihkan. Di belakang tim leader menyusul tim sweaper yang berangkat satu jam kemudian. Tugas dari tim sweaper ini adalah membersihkan jalur sebagus mungkin serta pemberian tanda jalur berupa string tag dan string line yang dipasang pada pohon. Selanjutnya dibelakang tim sweaper menyusul tim logistik. Sesuai namanya tim ini membawa sebagian besar perlengkapan yang dibutuhkan tim selama perjalan ekspedisi ini. Setiap hari selama ekspedisi berlangsung tim-tim ini diisi oleh seluruh personil secara bergantian.

Hari demi hari perjalanan melewati rimba belantara diisi dengan semangat yang tinggi dari masing-masing peserta ekspedisi. Waktu itu peserta tim sadar bahwa ekspedisi ini jika berhasil akan menorehkan prestasi tersendiri bagi peserta yang terlibat di dalamnya.

Kami ketahui bersama bahwa daerah yang dituju waktu itu belum tersentuh oleh penggiat alam bebas manapun. Begitu pula halnya dengan masyarakat di sekitar Dusun Robajulu ini. Bahkan berdasarkan informasi yang diperoleh tim ekspedisi ketika berada di Dusun Robajulu diketahui bahwa Danau Tinggal sudah dianggap legenda karena tidak pernah lagi dikunjungi. Keberadaannya lebih banyak cerita turun temurun dari tetua setempat. Selain itu cerita mistik kerap kali menjadi alasan mengapa masyarakat di sana enggan untuk mengunjungi kawasan yang menjadi tujuan ekspedisi kami ini.

Di sepanjang perjalanan kami banyak menemukan rotan. Tanaman yang sering digunakan untuk membuat beraneka keranjang dan kursi ini tumbuh dengan sangat subur. Hal ini dibuktikan dengan jumlah rotan yang cukup banyak dan ukurannya yang mencapai puluhan meter. Saat melewati hutan rotan ini, tim harus hati-hati melangkah. Sebab sedikit saja lengah, duri-duri rotan ini bisa melukai kulit tubuh, kulit kepala bahkan mata. Seandainya bagian ini yang menjadi sasaran, jelas akan membawa dampak buruk terhadap perjalanan ekspedisi. (Heru Dahnur/MU 173 Srk.)

Catatan : Tulisan ini pernah dimuat di Harian POSMETRO PADANG tanggal 9 Desember 2007.

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment

:mrgreen: :neutral: :twisted: :shock: :smile: :???: :cool: :evil: :grin: :oops: :razz: :roll: :wink: :cry: :eek: :lol: :mad: :sad:

RSS feed for these comments. | TrackBack URI

Custom Search

Mitra MU

Logo
TANDDE.COM

Kategori

Recent Comments

© 2007 Official Site Mapala Unand