<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>OFFICIAL SITE - MAPALA UNAND</title>
	<atom:link href="http://mapalaunand.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mapalaunand.com</link>
	<description>OFFICIAL SITE - MAPALA UNAND</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Jul 2010 03:53:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pelatihan Biospeleologi III MAPALA UNAND</title>
		<link>http://mapalaunand.com/berita/biospeleologi-3/</link>
		<comments>http://mapalaunand.com/berita/biospeleologi-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 16:43:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>a_ree</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mapalaunand.com/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[MAPALA UNAND kembali mengadakan pelatihan biospeleologi yang ditujukan kepada pelajar Sekolah Menengah Atas se-Sumatera Barat. Pada pelatihan kali ini, pelatihan yang diadakan berbeda dengan pelatihan sebelumnya, dimana pada pelatihan kali ini para peserta akan diajak turun langsung ke lapangan. Pelatihan kali ini terdiri dari dua sesi. Dimana pada sesi pertama (hari Kamis, tanggal 22 Juli [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAPALA UNAND </strong>kembali mengadakan pelatihan biospeleologi yang ditujukan kepada pelajar Sekolah Menengah Atas se-Sumatera Barat. Pada pelatihan kali ini, pelatihan yang diadakan berbeda dengan pelatihan sebelumnya, dimana pada pelatihan kali ini para peserta akan diajak turun langsung ke lapangan. Pelatihan kali ini terdiri dari dua sesi. Dimana pada sesi pertama (hari Kamis, tanggal 22 Juli 2010) para peserta akan dibekali dengan materi pelatihan yang diadakan didalam ruangan dalam bentuk seminar yang berlokasi di gedung PKM Unand Limau Manih. Pada sesi ini akan dibahas segala macam yang berhubungan denga biospeleologi dan daerah kawasan <em>karst</em>. Sedangkan pada sesi kedua akan dilaksanakan pada hari Jum&#8217;at &#8211; Minggu, tanggal 23 &#8211; 25 Juli 2010 yang berlokasi di Sisawah &#8220;Negeri Seribu Gua&#8221;, Kab. Sijunjung. Sumatera Barat.</p>
<p><strong>Sekilas Tentang Pelatihan Biospeleologi III MAPALA UNAND :</strong></p>
<p><strong><span id="more-426"></span>I. Pengantar Biospeleologi</strong></p>
<p>Biospeleologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang kehidupan yang berada di gua dan sekitar gua.</p>
<p>Ekosistem gua memiliki kekhasan yang tidak sama dengan ekosistem lainnya, antara lain kegelapan yang selalu ada di dalam gua, kelembaban, suhu udara yang hampir stabil sepanjang masa, serta keterbatasan sumber makanan. Dengan demikian, biota yang hidup di dalam gua harus mampu menyesuaikan diri terhadap kondisi lingkungan yang ada.</p>
<p><strong>Pada kali ini, kegiatan ini dikhususkan pada fauna yang ada di dalam gua</strong>.</p>
<p>Bagaimana ciri-cirinya ???</p>
<p><strong>II. Bentuk  Kegiatan</strong></p>
<p>Dengan mengusung tema <strong>“ Pelatihan Biospeleologi dan Ekosistem Karts “</strong>, maka<strong> MAPALA UNAND </strong>mengadakan dua kegitan yaitu :</p>
<ul>
<li>Seminar Biospeleologi</li>
</ul>
<ul>
<li>Praktek langsung ke lapangan ( gua ).</li>
</ul>
<p>Kegiatan ini juga didukung oleh pemateri  dan instruktur yang kompeten di bidangnya.</p>
<p><strong>III. Waktu dan tempat pelaksanaan</strong></p>
<ul>
<li><strong>Seminar </strong></li>
</ul>
<p>Hari/Tanggal : Kamis/22 Juli 2010</p>
<p>Tempat  : Ruangan studio lantai II   gedung PKM, UNAND</p>
<p>Pukul   :  09.00 WIB</p>
<ul>
<li><strong>Praktek </strong></li>
</ul>
<p>Hari/Tanggal : Jumat &#8211; Minggu/23 &#8211; 25 Juli 2010</p>
<p>Tempat  : Sisawah, Kab. Sijunjung, Sumatera Barat</p>
<p><strong>IV. Peserta</strong></p>
<p>Mahasiswa Pencinta Alam dan pelajar.</p>
<p><em>“Untuk praktek ke lapangan dibatasi hanya 30 orang saja.”</em></p>
<p><strong>V. Insert</strong></p>
<ul>
<li>.Seminar       : Rp 15.000,-/peserta</li>
<li>Praktek        : Rp 60.000,-/peserta</li>
</ul>
<p>Semua biaya itu akan dikembalikan dalam bentuk :</p>
<ul>
<li>Seminar</li>
</ul>
<p>- sertifikat</p>
<p>- snack</p>
<p>- stiker</p>
<ul>
<li>Praktek</li>
</ul>
<p>- sertifikat</p>
<p>- ongkos pulang pergi</p>
<p>- kokarde</p>
<p>Dan pada acara seminar juga ada <em>doorprize</em> yang menarik.</p>
<p><em>Konsumsi peserta selama di lapangan ditanggung oleh peserta.</em></p>
<p><strong>IV. Perlengkapan</strong></p>
<p>Perlengkapan praktek (lapangan) :</p>
<p>- sepatu <em>boot </em>( dianjurkan )</p>
<p>- lilin</p>
<p>- korek api <em>waterproof</em></p>
<p>- senter atau <em>headlamp</em></p>
<p>- baterai cadangan</p>
<p>- baju lapangan</p>
<p>- logistik untuk 3 hari</p>
<p>- baju istirahat</p>
<p>Hal- hal yang lebih spesifik untuk ke lapangan akan disampaikan saat <em>Technical Meeting (TM ).</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p>Jika ada yang kurang jelas silahkan hubungi :</p>
<ul>
<li>Fitri Yanti ( 085263754717 )</li>
<li>Febri Aziz ( 081266212809 )</li>
<li>Kantor <strong>MAPALA UNAND</strong> ( 0751-7877087 )</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mapalaunand.com/berita/biospeleologi-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Summit Marapi MAPALA UNAND U 35 &#8211; 2010</title>
		<link>http://mapalaunand.com/berita/summit-marapi-mapala-unand-u-35-2010/</link>
		<comments>http://mapalaunand.com/berita/summit-marapi-mapala-unand-u-35-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 03:26:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Medapri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mapalaunand.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[
Untuk mengisi liburan akhir minggu (28 s/d 30 Mei), MAPALA UNAND mengadakan kegiatan pendakian gunung Marapi. Namun kali ini kegiatan ini sedikit berbeda karena pesertanya adalah Anggota MAPALA UNAND yang sudah berusia 35+. untuk itu kegiatan ini mengambil tajuk &#8220;SUMMIT MARAPI MAPALA UNAND U35 -  2010&#8243;.
Kegiatan ini berasal dari ide untuk mendaki gunung bersama-sama yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs511.ash1/30168_1480666784465_1467680031_1245219_5145845_n.jpg" alt="" width="399" height="154" /></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengisi liburan akhir minggu (28 s/d 30 Mei), MAPALA UNAND mengadakan kegiatan pendakian gunung Marapi. Namun kali ini kegiatan ini sedikit berbeda karena pesertanya adalah Anggota MAPALA UNAND yang sudah berusia 35+. untuk itu kegiatan ini mengambil tajuk <em><strong>&#8220;SUMMIT MARAPI MAPALA UNAND U35 -  2010&#8243;</strong></em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan ini berasal dari ide untuk mendaki gunung bersama-sama yang dilontarkan oleh anggota MAPALA UNAND yang telah berstatus alumni Unand. Gayung bersambut, pengurus pun segera memfasilitasi dengan menyebarkan informasi dan menyiapkan sarana prasarana untuk mensukseskan kegiatan ini. Jum&#8217;at (28/5) sore, sekitar 30 orang peserta yang berasal seluruh wilayah Sumatera Barat bahkan Riau, berangkat ke kaki Gunung Marapi dan ngecamp di Pesanggerahan.</p>
<p>Pendakian menggunakan sistim alpine style, yakni, sama-sama jalan dan sama-sama istirahat, tepatnya, satu orang sampai ke puncak, semuanya juga akan berjalan kepuncak. Bagi peserta membawa kendaraan dititip di pesanggrahan lama dan dijaga oleh beberapa orang Anggota Muda. Sementara yang  pergi bersama berangkat dengan bis. Untuk perlengkapan, tentunya semua telah mengetahui perlengkapan apa yang harus dibawa sementara untuk perlengkapan tim (tenda dan alat masak) akan dibagi sama rata, sehingga masing-masing peserta  diupayakan membawa beban tim yang beratnya sama. <span id="more-411"></span></p>
<p>Sabtu paginya (29/5) pendakian ke puncak Marapi dimulai. tentunya fisik yang dulu terasa begitu tangguh sudah jauh menurun. Kalau biasanya pendakian menuju puncak bisa ditempuh hanya dalam waktu 2 &#8211; 3 jam saja, kali ini untuk mencapai puncak memakan waktu sampai 8 jam!</p>
<p>Bisa dimaklumi, sebagian dari mereka sudah puluhan tahun tidak mendaki gunung. Umur yang bertambah dan rutinitas menjalani keseharian membuat fisik tidak lagi semuda dahulu. Namun, tentunya semangat masih ada untuk mengulang kembali masa-masa jaya dahulu. Ditambah lagi kenangan bernostlagia dengan teman-teman seangkatan dahulu terasa begitu mengasyikan sehingga pendakian pun berhasil dilakukan tanpa ada permasalahan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 263px"><img style="border: 2px solid black;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs511.ash1/30168_1480291935094_1467680031_1244289_5729071_n.jpg" alt="" width="253" height="190" /><p class="wp-caption-text">Meski sudah berusia kepala 3, namun semangat tetap terjaga...</p></div>
<p style="text-align: justify;">Salah satu anggota MAPALA UNAND Aldian &#8216;ombes&#8217; (MU 018 Krn.) yang berasal dari angkatan ke-2 di MAPALA UNAND mengungkapakan &#8220;Untuk ikut dalam aktifitas lapangan teman-teman di MU, tak semudah ayam tercirit, perlu persiapan, mencari waktu luang, serta tentunya mempersiapkan fisik. Tapi sebenarnya, yang dibutuhkan untuk beraktifitas ke lapangan, adalah kemauan, jika kemauan kuat, keinginan itu bisa di ujudkan, jika darah masih pekat, tak ada yang bisa menghalangi &#8230; tapi kalau darah tu betul yang tak pekat, ya tak dapat akal lagi.&#8221; ujarnya di sela-sela pendakian ini.</p>
<p>Pendakian menggunakan sistim alpine style, yakni, sama-sama jalan dan sama-sama istirahat, tepatnya, satu orang sampai ke puncak, semuanya juga akan berjalan kepuncak. Bagi peserta membawa kendaraan dititip di pesanggrahan lama dan dijaga oleh beberapa orang Anggota Muda. Sementara yang  pergi bersama berangkat dengan bis. Untuk perlengkapan, tentunya semua telah mengetahui perlengkapan apa yang harus dibawa sementara untuk perlengkapan tim (tenda dan alat masak) akan dibagi sama rata, sehingga masing-masing peserta  diupayakan membawa beban tim yang beratnya sama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mapalaunand.com/berita/summit-marapi-mapala-unand-u-35-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulau Cingkuak Nan Menawan Hati</title>
		<link>http://mapalaunand.com/artikel-mu/pulau-cingkuak-nan-menawan-hati/</link>
		<comments>http://mapalaunand.com/artikel-mu/pulau-cingkuak-nan-menawan-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 08:46:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Medapri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel MU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mapalaunand.com/?p=403</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin semua pembaca pernah mendengar tentang Pulau Cingkuak, (khususnya warga sumatra barat). Pulau ini terkenal dengan keindahan pemandangannya, pasirnya yang putih (nggak kalah dengan pulau bali kok), biota bawah lautnya yang masih asri, serta terumbu karangnya masih terawat dengan alami. Ada pula beberapa nyiur yang melambai yang menambah keindahan Pulau Cingkuak. Serta, cagar budayanya yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 270px"><img style="border: 2px solid black;" src="http://i577.photobucket.com/albums/ss212/Cowok_jantan/Snorkeling2.jpg" alt="" width="260" height="199" /><p class="wp-caption-text">Mengamati keindahan bawah air...</p></div>
<p style="text-align: justify;">Mungkin semua pembaca pernah mendengar tentang Pulau Cingkuak, (khususnya warga sumatra barat). Pulau ini terkenal dengan keindahan pemandangannya, pasirnya yang putih (nggak kalah dengan pulau bali kok), biota bawah lautnya yang masih asri, serta terumbu karangnya masih terawat dengan alami. Ada pula beberapa nyiur yang melambai yang menambah keindahan Pulau Cingkuak. Serta, cagar budayanya yang melambangkan keganasan penjajah Portugis pada negara kita Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Geografis Pulau Cingkuak</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Secara geografis, Pulau Cingkuak terletak pada Kanagarian IV Jurai, Kota Painan. Painan merupakan sebuah kota kecil di Sumatera Barat.  Yang rata-rata penduduknya bermatapencarian sebagai nelayan, petani, serta sebagian keci sebagai pegawai negri sipil. Kota Painan juga merupakan ibukota dari Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Painan dilintasi oleh Jalan Raya Lintas Sumatera bagian Barat. Menurut sejarahnya Kota Painan, pada tahun 1523 di Painan sudah berdiri sebuah surau yang merupakan sebuah lembaga pendidikan agama di Minangkabau. Pada abad 16 ini pula, Pulau Cingkuak di Painan menjadi pelabuhan kapal international yang berjaya sebagai Pelabuhan Emas Salido. <span id="more-403"></span>Pada tahun 1660, Belanda pernah berkeinginan untuk memindahkan kantor perwakilan mereka dari Aceh ke Kota Padang dengan alasan lokasi dan udara yang lebih baik. Namun, keinginan ini ditolak oleh penguasa Kota Padang hingga akhirnya mereka berkantor di Salido. Perjanjian Painan pada tahun 1663 yang diprakarsai oleh Groenewegen yang membuka pintu bagi Belanda untuk mendirikan loji di Kota Padang selain kantor perwakilan mereka di Tiku dan Pariaman. Dengan alasan keamaman kantor perwakilan di kota Padang dipindahkan ke pulau Cingkuak hingga pada tahun 1667 dipindahkan lagi ke Kota Padang. Bangunan itu terbakar pada tahun 1669 dan dibangun kembali. <em>( Sumber : www. Pulau Cingkuak. com )<img title="More..." src="http://mapalaunand.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /></em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berangkat ke pulau cingkuak</strong></p>
<p style="text-align: justify;">‘’Kita berangkat pukul 14.00 wib tepat setelah sholat jum’at ’’begitu ucap salah  seorang Anggota Penuh <strong>MAPALA UNAND</strong> kepada team Snorkling yang berjumlah 11 orang Anggota Muda <strong>MAPALA UNAND</strong>, serta didampingi oleh salah satu Anggota Penuh <strong>MAPALA UNAND</strong> yaitu MU 185 Ctf. Malam hari pun tiba, semua perlengkapan serta semua <em>tetek bengek</em> yang berkaitan dengan perjalanan harus saya siapkan supaya nantinya tidak mengganggu saya dalam perjalanan, mulai dari perlengkapan berjalan, perlengkapan istirahat, serta perlengkapan mandi. Setelah mengecek semua perlengkapan dan merasa telah lengkap,  saya bargegas menuju tempat istirahat untuk beristirahat karna terlalu lama begadang tidak baik untuk kesehatan dan besok saya membutuhkan stamina kuat untuk menempuh perjalanan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 253px"><img style="border: 2px solid black;" src="http://i577.photobucket.com/albums/ss212/Cowok_jantan/Snorkeling.jpg" alt="" width="243" height="175" /><p class="wp-caption-text">Sebelum turun, Foto dulu... ^_^</p></div>
<p style="text-align: justify;">Jam di dinding telah menujukan pukul 14.00 WIB tepat tapi dua orang <em>team s</em>norkeling belum menujukan batang hidungnya. Padahal, tadi malam kita sudah sepakat untuk berangkat pukul 14.00 WIB. Setelah menungu 15 menit akirnya 2 orang Anggota Muda <strong>MAPALA UNAND</strong> yang di tunggu-tunggu datang juga. Setelah semua administrasi di kantor , serta <em>briefing</em> dan berdo’a akhirnya kami berangkat dari kantor menuju Pulau Cingkuak pukul 14.30 WIB kami berankat mengunakan sepeda motor yang berjumlah 6 sepeda motor, tiap-tiap sepeda motor membawa 2 orang dan hanya satu motor yang satu  orang. Sebelum berangkat kami mengisi bahan bakar di sebah pertamina kali ini semua teman-teman tidak ragu-ragu untuk mengisi bahan bakar <em>full tank</em>, karna kami rata-rata memakai motor matik jadi kami haya merogoh kocek 1.500,00 saja. Setelah berjalan seperempat perjalanan kami dihadang macet sekitar 4 kilometer. Melihat hal demikian Ivo yang notabenya orang pesisir tentu heran melihat hal demikian. Karena  biasaya jalur lintas ini tidak pernah macet , setelah meyelip-nyelip beberapa mobil akhirnya kami tiba di paling depan, betapa terkejutnya kami ternyata 2 kontraktor besar sedan bekerja ternyta LOONGSOORRR………..maka terpaksa lah kami menunggu dan menunggu sambil memandangi kontraktor menyingkirkan tanah.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada hal yang menarik waktu kami menunggu jalan dibukak ada seorang anggota kami menggunakan <em>carrier</em> yang menggunakan <em>cover carrie</em>r nya memakai lambang kepolisian lagi pula waktu itu dia juga menggunakan sepatu <em>pdl</em> dan menggunakan helm , jadi waktu itu dia kelihatan seperti polisi dan dia juga mondar mandir dilapangan.Entah karena alasan apa dia membuka helmnya sontak saja seorang angota kepolisian memanggilnya (mungkin rambutnya panjang) dan terjadi percakapan ,’’kamu anak MENWA ya’’???tanya polisi .’’nggak pak saya anak <strong>MAPALA</strong>’’ jawab nya. “tu lambang apa an tu?? Sambil menunjuk lambang kepolisian di belakang <em>carrier </em>nya.”ini punnya teman pak “ jawabnya.Melihat teman ditanya-tanya begitu sontak saja kami bersama-sama pergi menemui polisi tersebut.Melihat banyak yang datang polisi itu ciut juga,”begini saja, lain kali jangan menggunakan lambang kepolisian lagi sekarang nggak apa-apa”kata polisi itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah menunggu 3 jam , jam tangan saya menujukan pukul 18.00 WIB akhirnya jalan sudah bisa untuk dilewati.dengan mengendarai sepeda motor pelan-pelan untuk melewati yang longsor karena licin,setelah melewati jalan yang susah tadi kami menancap gas supaya tidak kemalaman di jalan.motor pun melaju saling berpotongan , kejar mengejar. Tidak terasa kami pun tiba di kota Painan,waktu itu  pukul 19.45 WIB lalu kami berhenti di pingir jalan untuk menentukan pergerakan apa mau langsung ke pulau atau menunggu pagi dan menginap di rumah salah seorang Anggota Muda <strong>MAPALA UNAND</strong> yang kebetulan rumahnya dekat lokasi . Setelah berdiskusi lalu di putuskan untuk menyebrang ke pulau besok dengan alasan keselamatan, karena menurut  nelanyan  malam hari pasang tidak menentu jadi bisa membahakan keselamatan. Maka kami bergegas menuju rumah salah seorang Anggota Muda <strong>MAPALA UNAND</strong> tadi , setelah tiba di rumah anggota tadi kami meletakkan semua perlengkapan dan beristirahat sejenak dan ada sebagian anggota melalsanakan sholat isya . Setelah semua beres kami mengadakan <em>briefing</em> apa pergerakan yang akan kami lakukan besok ,<em>brifing</em> kali ini di pimpin oleh salah satu Anggota Penuh <strong>MAPALA UNAND</strong> MU 185 Ctf.  pada <em>briefing</em> kali ini kami membahas soal logistik , perlu ditambah atau tidak kemudian masalah pergerakan besok pagi  pukul berapa kita bangun dan masalah menyebrang ke pulau.Setelah melakukan <em>briefing</em> 15 menit kami memutuskan bahwa logistic perlu ditambah teruma makanan ringan,dan pergerakan di mulai pukul 06.00  WIB, kemudia masalah penyebrangan setelah di konfirmasikan bahwa penyebrangan bisa dimulai pukul 06.30 WIB. Setelah membeli semua logistic yang diperlukan dan semau anggota sudah berkumpul kami memutuskan untuk istirahat lagi pula jam sudah menujukan pukul 22 00 WIB.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Akhirnya bersnorkeling juga ………..</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pukul 06.00 WIB kami semua sudah bangun dam semua <em>carrier s</em>udah di punggung lalu berangkat menuju darmaga dengan berjalan kaki  sekitar15 menit. Setelah tiba di darmaga kami menunggu sekitar 15 menit, kesempatan ini di manfaatkan oleh sema anggota untuk berfoto-foto ria. Akhirnya <em>speed boot</em> yang kami tunggu datang juga lalu semua barang-barang dan perlengkapan diletakan di atas <em>speed boot</em> ,melaju……… Semua wajah anggota nampak sumringah entah apa yang dipikirkannya. Mungkin memikirkan keindahan Pulau Cingkuak  yang terngiang –ngiang oleh mereka .Setelah 5 menit akhirnya kami sampai juga di Pulau Cingkuak , kami di sambut oleh keputihan pasirnya dan lambaian nyiur-nyiur.</p>
<p style="text-align: justify;">Pukul 9.00 WIB kami memulai kegitan snorkeling karena 2 jam sebelumnya kami gunakan untuk men<em>survei</em> lapangan untuk menentukan dimana tenda akan kami dirikan,supanya tenda kami aman dari terjangan angin malam.Setelah menentuka dimana posisi yang bagus  lalu kami bersama-sama mendirikan tenda, kali ini kami membawa tenda<em> Dome</em> dengan pertimbangan supaya bisa menampung semuanya. Sebelum melakukan snorkeling, Anggota Penuh <strong>MAPALA UNAND</strong> memberikan kami tentang bahaya apa saja yang mengancam kami di dalam laut,’’jadi jangan memegang makluk laut yang belum kita kenal terutama yang berwarna mencolok seperti bulu babi, ubur ubur dan lainnya’’ begitu katanya. Kemudian dilanjutkan dengan <em>stretching</em> supanya otot tidak kram waktu berenang , Pembagian perlengkapan snorkeling berupa <em>masker , snorkel</em> , ini merupakan alat wajib bersnokling. Alat kami pinjam dari dinas periwisata kota Painan . Setelah mendapatkan semua penjelasan dari Anggota Penuh <strong>MAPALA UNAND</strong> kami semua terjun ke laut dengan peralatan lengkap .</p>
<p style="text-align: justify;">Wooo0www…………… indah begitu kata yang pertama yang terlintas di otak ku sewaktu  pertama melihat keindahan bawah laut .karang –karangnya yang masih asli tampa terjamah oleh tangan manusia ditambah ikan –ikan kecil saling berkejar –kejaran menambah keindahan bawah laut Pulau Cingkuak , banyak ikan –ikan memiliki warna macam-macam  ada yang merah mencolok ,ada yang kuning, orange, dan banyak yang lainnya, ini sungguh menabjukan bagaimana tidak saya berenang secara berdampingan ikan bahkan mereka tidak ketekutan malah menikmati dan nampak tidak canggung .sambil bersnokling saya merenng kan sungguh Allah Maha Sempurna semua ini adalah ciptaan-Nya sungguh menajubkan. Sadarlah kita bahwa memang pantas dia untuk di puja dan diagungkan serta bersyukur pada-nya .Sambil asik memikirkan keagungan Allah saya tersentak dengan teriakan seorang teman “ooee …….siapa yang mau lihat bulu babi ayo ke sini “ .dengan rasa ingin tahu yang basar saya mendekati teman yang berteriak tadi ,dengan  sedikit menbenamkan kepala ke dalam air saya dapat melihat hewan bawah laut ini ,dia memiliki warna biru dengan memiliki beberapa bulu runcing, besarnya kira-kira dua kepalan tangan, karena terlalu banyak orang melihat hewan ini kabur.bulu babi pun berlalu lalu kami lanjutkan meyelam menyusuri semua keindahan bawah laut Pulau Cingkuak .</p>
<p style="text-align: justify;">Pukul 12.00 WIB kami menyudahi kegitan snorkeling, kami bersiap untuk menyiapkan makanan sianag .kali ini kami menyiapkan makanan yang kami racik sendiri semua bahan kami keluarkan dan semua jiwa-jiwa koki kami keluar kan .Setelah beraksi beberapa menit saja makan siang pun siap di sajikan dan siap disantap.  Mmm………………lezat</p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar pukul 14 00 WIB kami sepakat untuk mencoba untuk memancing , kali ini kami mem bawa 3 buah pancing saya dan dua teman lainnya mencoba peruntungan di Pulau Cingkuak, setelah memilih –memilih lokasi yang cocok  lalu kami memutuskan untuk memancing di atas batu besar ,pancinng pun dilemparkan……….setelah 2 jam memacing kami berhasil membawa 7ekor saja .  Jam 15 00 sampai senja kembali habiskan untuk bersnorkling kembali untuk melepaskan semua penasaran tadi yang belum kesampaan . Kali ini ada yang menarik  saat bersnokling  bagaimana tidak <em>banana boot</em> mulai beraksi dan turis –turis local mulai berdatangan .laut pun mulai berulah pasang pun mulai naik , ombak mulai mengganas, air pun mengeruh snorkeling pun dihentikan dilanjut besok pagi .</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Minggu pagi and <em>go home</em>!!!!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sesuai rencana kami akan keluar pulau pukul 13. 00 WIB  dan kembali ke Padang pukul 15. 00 WIB dan akan tiba di kantor pukul 17.00 WIB . Pagi ini kami berencana untuk mengulangi bersnorkling  karena sore kemaren keadaan tidak mendukung maka kami akan melepaskam semua penasaran yang belum kelar kemaren  dan ini juga terakir sebelum pulang siang ini. Sama seperti sebelum nya kami melakukan <em>stretching</em> dan berdo’a supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.kami pun meluncur ke dalam lautan . Setelah beberapa menit mengapung di permukaan laut , lagi lagi kami dikejutkan oleh  penemuan anggota  muda  yaitu ular laut spontan saja semua beramburan keluarrr …..  kaburrrrr…………  setelah semua keluar  dan semua aman kamipun di larang mendekati zona yang telah di tetapkan sebelumnya. snorkling pun berlanjut  sampai tengah hari tanpa ada yang menakutkan lagi serta aman.</p>
<p style="text-align: justify;">Pukul 12. 00 WIB kami siap –siap untuk meniggalkan pulau dan memeking semua perlengkapan.Setelah selesai semua selesai kami santai-santai menunggu  <em>speed boot</em> yang akan menjemput sambil bercanda-canda dan ngobrol, setelah lelah bercanda –canda  <em>speed boot</em> pun tidak datang pada hal jam sudah pukul 13. 00 WIB. Setelah di konfirmasi ternyata ada sedikit masalah ,lagi-lagi menuggu…………….akhirnya <em>speed boot</em> tiba juga kami pun berlalu……………… (<strong>Ayu Zarman Sulkenda/ AM 294 M) </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mapalaunand.com/artikel-mu/pulau-cingkuak-nan-menawan-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keindahan Ornamen di Gelapnya Gua Baba</title>
		<link>http://mapalaunand.com/artikel-mu/keindahan-ornamen-di-gelapnya-gua-baba/</link>
		<comments>http://mapalaunand.com/artikel-mu/keindahan-ornamen-di-gelapnya-gua-baba/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 05:20:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Medapri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel MU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mapalaunand.com/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[Maha Agung Tuhan dengan segala keindahan yang diciptakannya. Mungkin itu yang akan diucapkan oleh caver (seorang penelusur gua) apabila sedang melakukan sebuah penelusuran gua. Dekorasi maha sempurna yang tercipta begitu anggun, kokoh, rumit, dan sangat indah. Dekorasi tersebutlah yang biasanya disebut sebagai ornamen. Banyak ornamen-ornamen indah yang terdapat di dalam gua (secara umum), diantaranya: stalagtit, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img style="border: 2px solid black;" src="http://i577.photobucket.com/albums/ss212/Cowok_jantan/Gua.jpg" alt="" width="300" height="176" /><p class="wp-caption-text">Pilar, salah satu ornamen yang terdapat di Gua Baba</p></div>
<p style="text-align: justify;">Maha Agung Tuhan dengan segala keindahan yang diciptakannya. Mungkin itu yang akan diucapkan oleh <em>caver </em>(seorang penelusur gua) apabila sedang melakukan sebuah penelusuran gua. Dekorasi maha sempurna yang tercipta begitu anggun, kokoh, rumit, dan sangat indah. Dekorasi tersebutlah yang biasanya disebut sebagai ornamen. Banyak ornamen-ornamen indah yang terdapat di dalam gua (secara umum), diantaranya: <em>stalagtit, stalagmit, rimstones pool, pilar, sodastraw, gourdam, helektit, dan pearls. <span id="more-389"></span><!--more--></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Stalagtit </em>tumbuh dari atap gua menuju ke bawah, terbentuknya <em>stalagtit</em> ini karena adanya resapan air dari luar gua, dimana tetesan tersebut mengandung larutan <em>kalsium</em> <em>karbonat</em>, kemudian lama-kelamaan larutan tersebut mengendap dan terbentuklah <em>stalagtit. </em>Bentuk dari <em>stalagtit</em> itu sendiri seperti tabung kerucut yang terbalik, semakin ke bawah semakin kecil dan runcing. <em>Stalagmit</em> terbentuk karena adanya tetesan air dari <em>stalagtit</em> yang jatuh ke lantai gua, dimana dalam tetesan tersebut masih terdapat larutan <em>kalsium</em> <em>karbonat</em>. <em>Stalagmit</em> ini tumbuh di lantai gua menuju ke atas, bentuknya pun kebalikan dari <em>stalagtit, </em>yakni berbentuk tabung kerucut, semakin ke atas semakin kecil dan runcing. Oleh karena itu, <em>stalagtit</em> dan <em>stalagmit</em> ini biasanya akan berpasangan, namun ada juga <em>stalagtit</em> yang tidak membentuk <em>stalagmit</em>. Hal ini terjadi karena tetesan yang mengandung larutan tersebut hanyut terbawa oleh aliran sungai yang ada di bawahnya atau karena faktor yang lainnya. <em>Stalagtit</em> dan <em>stalagmit</em> ini lama-kelamaan akan tumbuh memanjang dan akan menyatu hingga akhirnya akan membentuk sebuah ornamen lain yang biasanya disebut dengan <em>pilar</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Bentuk ornamen yang menyerupai petakan-petakan sawah dan terbentuk dari tetesan air yang mengenai batu, inilah yang disebut dengan <em>rimstones</em> <em>pool</em>.  Lain halnya dengan <em>gourdam, </em>ia mempunyai bentuk layaknya tirai. Ia terbentuk dari tetesan air yang mengalir melalui dinding gua sehingga letak dari <em>gourdam</em> ini biasanya di dinding gua sebelah atas. Ornamen yang memiliki diameter lebih kecil dari <em>stalagtit </em>inilah yang dinamakan <em>sodastraw</em>. <em>Sodastraw</em> ini bisa dikatakan sebagai cikal bakal dari <em>stalagtit</em>, karena letak dan proses terbentuknya yang sama dan hanya beda pada ukuran diameternya.  Sedangkan <em>helektit</em> berukuran kecil dan tidak beraturan, bentuknya ada yang bercabang dan ada juga yang berpilin ke segala arah. Proses terbentuknya berasal dari tetesan air yang mengalir melalui alur kecil sebagai akibat gaya kapiler. Kemudian yang terakhir adalah <em>pearls</em> yang merupakan mutiara goa, ini terbentuk dari batu kerikil yang terbalut oleh mineral kalsit pada lantai, dinding atau atap gua. Pertambahan panjang dari masing-masing ornamen ini yaitu 5 – 6 mm per tahun, itu adalah perpanjangan yang maksimum.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 268px"><img style="border: 2px solid black;" title="Penulis (nomor dua dari kanan) sedang berada di entrance (mulut gua)" src="http://i577.photobucket.com/albums/ss212/Cowok_jantan/Gua1.jpg" alt="" width="258" height="194" /><p class="wp-caption-text">Penulis (nomor dua dari kanan) sedang berada di entrance (mulut gua)</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Pada kesempatan kali ini penulis ingin menceritakan ornamen – ornamen yang ada di Gua Baba yang berada di Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan,  Kota Padang. Pada penelusuran yang dilakukan pada  tanggal 28 Maret 2010, penulis  menemui beberapa ornamen yang berada di Gua Baba tersebut, diantaranya <em>stalagtit, sodastraw, rimstones pool, pilar, dan gourdam</em>. Tidak terlalu banyak ornamen yang ditemui disini, namun hal ini tidak mengurangi rasa kekaguman yang penulis rasakan ketika melakukan penelusuran di gua tersebut. Keindahan dari<em> </em>masing-masing ornamen tersebut masih dapat kita nikmati. Bagaimana kita tidak dapat menikmatinya? Itu adalah pertanyaan yang mengungkapkan betapa kita tidak bisa bohong bahwa kenyataanya gua adalah indah dan menawan serta dapat menyita perhatian bagi setiap <em>caver</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat melakukan penelusuran, hal pertama yang terlihat oleh penulis yaitu<em> entrance</em> (mulut gua). Pada <em>entrance</em> ini tampak <em>stalagtit-stalagtit</em> yang sangat banyak dan rapat. Jika dilihat dari kondisi <em>stalagtit-stalagtit</em> tersebut sudah tidak mengalami perpanjangan lagi, karena bentuk secara fisikanya juga sudah berubah. <em>Stalagtit</em> yang masih akan mengalami perpanjangan biasanya berwarna putih sampai kecoklatan dan terlihat rapuh serta masih basah karena rembesan air dari atas gua. Sedangkan <em>stalagtit</em> yang sudah tidak mengalami pertumbuhan, ia akan berubah layaknya batu biasa dan mengeras karena sudah tidak terdapat rembesan air dari atas gua. Masih di <em>entrance</em>, ternyata terdapat ornamen yang lainnya, yaitu <em>rimstones pool</em>. Kondisi dari <em>rimstones pool</em> itu sendiri masih baik karena ornamen tersebut masih tergenang oleh air sehingga memungkinkan masih bisa terbentuk. Di sebelah atas dari <em>rimstones pool</em> tersebut terdapat bentukan yang menyerupai tirai, biasanya dalam <em>speleologi</em> disebut sebagai <em>gourdam. Gourdam</em> terletak di bagian atas dekat atap gua itu sendiri. Masuk lebih dalam lagi kita akan menemukan beberapa ornamen jenis lainnya yaitu <em>sodastraw</em> dan <em>pilar</em>, namun <em>stalagtit, rimstones pool, </em>dan<em> gourdam</em> juga banyak terdapat di dalamnya. Ketidakadaan <em>stalagmit</em> pada Gua Baba bisa jadi dikarenakan tetesan air dari <em>stalagtit</em> tersebut hanyut terbawa aliran sungai di dalam gua tersebut. Namun ada kalanya <em>stalagtit</em> dan <em>stalagmit</em> sudah menyatu sehingga membentuk sebuah <em>pilar</em>. <em>Pilar</em> yang terdapat di Gua Baba berbeda-beda ukurannya, ada yang berukuran kecil ada juga yang berukuran besar. Hal ini tegantung dari ukuran <em>stalagtit</em> dan <em>stalagmit</em> yang membentuknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Keindahan gua dapat dilihat dari banyak atau sedikitnya ornamen yang ada di dalamnya. Semakin banyak ornamen yang ada di dalamnya, maka gua tersebut akan semakin indah dan mempesona. Bukan berarti gua yang hanya mempunyai beberapa ornamen tidak indah, masih tetap indah dan masih tetap bisa dinikmati dari sisi lainya. Misalnya dari segi <em>botani</em> dan <em>zoologi</em>nya, teknik-teknik penelusurannya, dan sebagainya.  <em><strong>(Marfu&#8217;ah Eka Fitri/AM 283 MU)</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mapalaunand.com/artikel-mu/keindahan-ornamen-di-gelapnya-gua-baba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tim MAPALA UNAND Rebut 4 Dari 6 Piala KIBAR</title>
		<link>http://mapalaunand.com/profil-mu/tim-mapala-unand-rebut-4-dari-6-piala-kibar/</link>
		<comments>http://mapalaunand.com/profil-mu/tim-mapala-unand-rebut-4-dari-6-piala-kibar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 15:35:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Medapri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil MU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mapalaunand.com/?p=380</guid>
		<description><![CDATA[
Personil Mapala Unand mempertahankan tradisi juara dengan menyabet 4 dari 6 gelar juara dalam lomba lintas alam Kebut Bukit Barisan (kibar) yang digelar Paitua FT Unand 4-6 Mei, lalu.  Atas gelas juara itu, tim Mapala Unand menerima hadiah total uang tunai Rp15 juta serta piala tetap dari Mendagri dan Menegpora.
Para pemenang melewati rute sepanjang 45 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 2px solid black; margin-top: 2px; margin-bottom: 2px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs572.snc3/31214_1290265017826_1266268577_30659822_3852414_n.jpg" alt="" width="200" height="266" /></p>
<p style="text-align: justify;">Personil Mapala Unand mempertahankan tradisi juara dengan menyabet 4 dari 6 gelar juara dalam lomba lintas alam Kebut Bukit Barisan (kibar) yang digelar Paitua FT Unand 4-6 Mei, lalu.  Atas gelas juara itu, tim Mapala Unand menerima hadiah total uang tunai Rp15 juta serta piala tetap dari Mendagri dan Menegpora.</p>
<p style="text-align: justify;">Para pemenang melewati rute sepanjang 45 kilometer dari Paninggahan, Solok sampai Aia Dingin, Padang yang dibagi dalam tiga etape atau dua hari perjalanan. Pemenang lomba untuk kelas A (putra) yakni Mapala Unand RS Madina (juara 1), Svarna Dwipa Ungu (juara 2 dan 3). Sementara pada kelas tim B (putri), tiga gelar juara 1,2 dan 3 berturut-turut di raih tim putri dari Mapala Unand. Di samping itu, panitia lomba juga memberikan hadiah uang tunai pada 1 tim favorit.</p>
<p>“Alhamdulillah, kemenangan ini hasil latihan rutin selama satu bulan terakhir,” kata Ketua Mapala Unand Adhi Prawira, usai pengumuman gelar juara di Auditorium Kampus Unand. Sebelumnya pada 2000 tim putri Mapala Unand meraih tropi juara peringkat satu. Disusul tahun 2002 dengan kemenangan tim putra-putri Mapala Unand, masing-masing di peringkat satu.<span id="more-380"></span></p>
<p>Yudhi dari Paitua menyebutkan, Kibar yang diangkatkan kali ini bagian dari rangkaian kegiatan Lustrum Fakultas Teknik Unand. Selama hampir delapan tahun, yakni sejak 2002, Kibar mengalami kevakuman. Hanya pada 2007 Paitua sempat mengadakan lomba peta kompas (orienteering) di Kabupaten Agam.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://mapalaunand.com/wp-content/uploads/2010/05/DSC01611copy.jpg"><img class="size-medium wp-image-386 aligncenter" title="Tim KIBAR MAPALA UNAND" src="http://mapalaunand.com/wp-content/uploads/2010/05/DSC01611copy-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: left;">“Kami berharap Kibar kembali menjadi agenda tahunan lomba lintas alam. Kegiatan ini cukup diminati peserta. Terbukti dari 36 tim peserta, ada yang berasal dari Solo, Aceh dan Medan,” katanya.</p>
<p>Informasi yang dirangkum POSMETRO, pada etape 1 peserta dihadapkan pada rute medan berbatu dengan banyak sungai  serta tanjakan terjal yang menguras energi. Dilanjutkan pada etape 2, rute  umumnya berada pada punggungan perbukitan dengan sesekali melewati lembah. Etape 3 masih berada di kawasan rimba-belantara perbukitan namun sudah banyak turunan hingga garis finish.</p>
<p>“Banyak tanjakan dan belukar yang menghalangi perjalanan. Gelar juara ini setidaknya membuat kami lebih dekat dengan alam sekaligus sebagai motivasi untuk menorehkan prestasi lebih baik ke depannya,” kata Tommy Yeka, anggota Tim Juara 1 dari Mapala Unand, kemarin. (Heru Dahnur)</p>
<p><strong><em>*Tulisan pernah di muat di Harian POSMETRO PADANG</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mapalaunand.com/profil-mu/tim-mapala-unand-rebut-4-dari-6-piala-kibar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
