<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MAPALA UNAND</title>
	<atom:link href="http://mapalaunand.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mapalaunand.com</link>
	<description>OFFICIAL SITE - MAPALA UNAND</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Apr 2012 08:23:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
		<item>
		<title>MAPALA UNAND Expo dan Sirkut Panjat Tebing 2012</title>
		<link>http://mapalaunand.com/profil-mu/mapala-unand-expo-dan-sirkut-panjat-tebing-2012/</link>
		<comments>http://mapalaunand.com/profil-mu/mapala-unand-expo-dan-sirkut-panjat-tebing-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2012 11:55:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tommi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil MU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mapalaunand.com/?p=762</guid>
		<description><![CDATA[MAPALA UNAND expo  merupakan kegiatan rutin dalam rangkaian Pekan Kreativitas Mahasiswa. namun di tahun ini, MAPALA UNAND juga mengangkat acara sirkuit panjat tebing se-sumatera Barat tahun 2012. rangkaian kegiatan MAPALA UNAND expo ini adalah pameran, Bazar, Fun climbing, flying fox dan tube rafting. menurut ketua pelaksana, Yudha Pratama, pengunjung dan peminat MAPALA UNAND expo sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">MAPALA UNAND expo  merupakan kegiatan rutin dalam rangkaian Pekan Kreativitas Mahasiswa. namun di tahun ini, MAPALA UNAND juga mengangkat acara sirkuit panjat tebing se-sumatera Barat tahun 2012. rangkaian kegiatan MAPALA UNAND expo ini adalah pameran, Bazar, Fun climbing, flying fox dan tube rafting. menurut ketua pelaksana, Yudha Pratama, pengunjung dan peminat MAPALA UNAND expo sangat tertarik dengan acara yang diangkatkan. banyak peminat flying fox dan tube rafting yang mendaftarkan diri dan sangat penasaran mencoba tantangannya.</p>
<p style="text-align: justify;">hal yang serupa juga diikuti peserta sirkuit panjat teb<span id="more-762"></span>ing. kurang lebih sekitar 64 peserta dari seluruh mapala se-sumatera barat yang mendaftarkan diri. di sirkuit ini, kategori yang diperlombakan yaitu lead putra dan putri. sirkuit panjat tebing ini beralngsung pada tanggal 31 maret-1 april 2012. walaupun sempat diguyur hujan, namun acara dapat dilanjutkan kembali sesuai dengan perencanaan.sirkuit ini di tutup oleh ketua MAPALA UNAND Tommi Handriyawan, sekaligus pemberian hadiah kepada juara. Juara 1 putra direbut oleh Mapala Jayanusa dan juara 1 putri direbut oleh Mapala Unand.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mapalaunand.com/profil-mu/mapala-unand-expo-dan-sirkut-panjat-tebing-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MAPALA UNAND Menjuarai Lomba Gema Merah Putih VI</title>
		<link>http://mapalaunand.com/profil-mu/mapala-unand-menjuarai-lomba-gema-merah-putih-vi/</link>
		<comments>http://mapalaunand.com/profil-mu/mapala-unand-menjuarai-lomba-gema-merah-putih-vi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2012 11:22:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tommi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil MU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mapalaunand.com/?p=759</guid>
		<description><![CDATA[Trofi juara 1 kembali disumbangkan oleh atlit MAPALA UNAND, kali ini lomba yang dijuarai oleh personil MAPALA UNAND itu adalah lomba lintas alam gema merah putih VI di Banten tanggal 26 Maret 2012. 1 bulan sebelum lomba, atlit yang akan dikirim untuk mengikuti lomba dibekali dengan menu latihan fisik yang disusun oleh Angga Pasca Yanta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Trofi juara 1 kembali disumbangkan oleh atlit MAPALA UNAND, kali ini lomba yang dijuarai oleh personil MAPALA UNAND itu adalah lomba lintas alam gema merah putih VI di Banten tanggal 26 Maret 2012. 1 bulan sebelum lomba, atlit yang akan dikirim untuk mengikuti lomba dibekali dengan menu latihan fisik yang disusun oleh Angga Pasca Yanta (MU 196 Lgt.) sebagai pelatih fisik dan Isel Aptora (MU 206 Knf.) sebagai asisten pelatih fisik.  mendengar keberhasilan atlit MAPALA UNAND yang meraih juara 1 dan piala bergilir gubernur Banten.  Angga Pasca Yanta sangat puas dengan prestasi atlitnya, &#8220;tak sia-sia kerja keras dan disiplin mereka sebelum lomba telah mengharumkan nama MAPALA UNAND di tanah Jawa&#8221;, ujar Angga. hal serupa juga diujarkan oleh Rektor Universitas Andalas, Weri Darta. rektor sangat puas dan bangga dengan prestasi yang diukir oleh personil MAPALA UNAND, hal ini juga mengharumkan almamater Universitas Andalas.</p>
<p style="text-align: justify;">Atlit yang mengikuti lomba tersebut adalah Muhammad Rizky M. (mahasiswa sosiologi 09), Ongky Wahyudi (mahasiswa Teknologi Pertanian 08) dan Armen Neri Purnama (mahasiswa Antropologi 09). &#8220;dalam perlombaan, yang ada dalam pikiran kami adalah tekad untuk juara dan mengharumkan nama MAPALA UNAND, dan sekuat tenaga kami akan berjuang untuk mewujudkan keinginan kami tersebut&#8221;, ujar Ongky Wahyudi yang sebelumnya menjadi utusan dari Sumatra Barat untuk mengikuti asah nyali extra joss di gunung merapi Yogyakarta. sebelum pulang ke kantor MAPALA UNAND, para atlit ini menjajal keindahan anak gunung krakatau di selat sunda untuk menambah jam terbang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mapalaunand.com/profil-mu/mapala-unand-menjuarai-lomba-gema-merah-putih-vi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mapala Unand Rebut Piala Menegpora</title>
		<link>http://mapalaunand.com/berita/mapala-unand-rebut-piala-menegpora/</link>
		<comments>http://mapalaunand.com/berita/mapala-unand-rebut-piala-menegpora/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Apr 2012 09:07:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Medapri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mapalaunand.com/?p=749</guid>
		<description><![CDATA[Tim dari Mapala Unand keluar sebagai juara pertama lomba lintas alam Mapala Krakatau di Banten, Sabtu (24/3), dan membawa pulang piala tetap Menegpora dan piala bergilir gubernur Banten. Tim Mapala Unand yang terdiri dari Muhammad Rizki (F-ISIP), Armen Neri Purnama (F-ISIP) dan Ongki Wahyudi (Teknologi Pertanian) meraih gelar juara setelah menyisihkan 37 tim peserta lainnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tim dari Mapala Unand keluar sebagai juara pertama  lomba lintas alam Mapala Krakatau di Banten, Sabtu (24/3), dan membawa  pulang piala tetap Menegpora dan piala bergilir gubernur Banten. Tim  Mapala Unand yang terdiri dari Muhammad Rizki (F-ISIP), Armen Neri  Purnama (F-ISIP) dan Ongki Wahyudi (Teknologi Pertanian) meraih gelar  juara setelah menyisihkan 37 tim peserta lainnya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/383475_3166270548868_1028531641_32461823_1596661807_n.jpg"><img class="aligncenter" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/383475_3166270548868_1028531641_32461823_1596661807_n.jpg" alt="" width="302" height="227" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">“Lomba ini  menyediakan rute laut sepanjang 1 kilometer dan rute darat melewati  bukit-bukit tandus sepanjang 11 kilometer. Alhamdulillah tantangan itu  bisa dilewati dan tim pulang membawa tropi juara,” kata Asisten Pelatih  Mapala Unand, Mulyadi pada wartawan, kemarin.<span id="more-749"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Mapala Unand  yang berada di peringkat satu, disusul Himpala Universitas Nasional  (Jakarta) di posisi kedua dan Kelompok Pecintan Alam Banten di posisi  ketiga. Total hadiah uang tunai Rp15 juta, dan tim Mapala Unand berhak  menerima Rp7 juta.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Mulyadi, Mapala Unand satu-satunya wakil Sumbar dalam kejuaran  bergengsi tingkat nasional itu. Selain itu tim peserta berasal dari  Jakarta, Banten, Bandung, Kalimantan, Jambi dan Lampung.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/s720x720/527667_351265588243413_100000799232599_912466_679256364_n.jpg" alt="" width="432" height="324" /></p>
<p style="text-align: justify;">Informasi yang dirangkum Bening, iven bertajuk Lomba Lintas Alam Gema  Merah Putih VI ini dihelat Mapala Krakatau Fakultas Teknik Universitas  Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Cilegon, Banten. Saat melewati jalur  laut, peserta berenang dari Pulau Tarahan ke Pesisir Pulau Jawa  (Bojonegara) dan dilanjutkan jalur darat  melewati perbukitan yang  berakhir di kampus Untirta. Penghitungan poin dan pengumuman pemenang  dilakukan pada malam harinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pembantu Rektor III Unand Prof Dr  Novesar Jamarun MS, mengaku bangga atas prestasi yang diraih Mapala  Unand. “Mapala Unand selalu memperlihatkan prestasi terbaiknya, pola ini  harus dapat ditransfer pada organisasi lainnya,” ujar Novesar Jamarun. <em><strong> (Heru Dahnur/ MU 173 Srk.)</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mapalaunand.com/berita/mapala-unand-rebut-piala-menegpora/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gunung Talamau Yang Tidak seperti Dulu Lagi</title>
		<link>http://mapalaunand.com/berita/733/</link>
		<comments>http://mapalaunand.com/berita/733/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 17:37:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harry Kurnia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mapalaunand.com/?p=733</guid>
		<description><![CDATA[Alih fungsi lahan bukan lagi sekedar kabar burung. Kebutuhan hidup masyarakat yang terus mendesak, telah memaksa terjadinya pembukaan lahan secara serampangan. Hutan lindung dan pegunungan pun akhirnya dibabat, demi mendapatkan sepetak lahan pertanian. Di Sumatera Barat, kondisi demikian salah satunya terjadi di Gunung Talamau. Berikut catatan perjalanan anggota Mapala Unand, Yudhi Halim. Gunung Talamau, barangkali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><em>Alih fungsi lahan bukan lagi sekedar kabar burung. Kebutuhan hidup masyarakat yang terus mendesak, telah memaksa terjadinya pembukaan lahan secara serampangan. Hutan lindung dan pegunungan pun akhirnya dibabat, demi mendapatkan sepetak lahan pertanian. Di Sumatera Barat, kondisi demikian salah satunya terjadi di Gunung Talamau. Berikut catatan perjalanan anggota Mapala Unand, Yudhi Halim.<span id="more-733"></span><a href="http://mapalaunand.com/wp-content/uploads/2012/02/P1022330.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-734" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://mapalaunand.com/wp-content/uploads/2012/02/P1022330-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></em></p>
<p style="text-align: left;">Gunung Talamau, barangkali banyak yang merasa asing dengan nama gunung tersebut. Gunung Talamau memang tidak sepopuler Gunung Marapi dan Gunung Singgalang yang telah dikenal luas di masyarakat, mulai dari masyarakat biasa hingga para penggiat alam bebas. Gunung Talamau terletak di Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat, sekitar 200 km dari kota Padang. Ketinggian gunung ini mencapai angka 2.910 mdpl, atau paling tinggi di Sumatera Barat.</p>
<p style="text-align: left;">Beberapa tahun lalu, orang mengenal Gunung Talamau sebagai gunung yang rupawan, cantik, indah, dan bersih. Gunung Talamau yang diselimuti oleh hutan hujan tropis yang lebat dan alami, digadang-gadang sebagai gunung terindah dengan 13 telaga diatasnya. Maka tak mengherankan, banyak orang yang langsung merasa jatuh hati padanya. Para pecinta alam pun tak akan sungkan untuk mengulang lagi pendakiannya dikemudian hari. Semacam ada kerinduan yang terpatri di hati mereka.</p>
<p style="text-align: left;">Tidak mengherankan juga jika rombongan petualang dari Multimedia University Malaysia, menggelar tiga kali perjalanan ke Gunung Talamau. Perjalanan penuh persahabatan itu didampingi oleh personel Mapala Unand pada tahun 2001, 2005, dan 2007. Tentu saja pendakian itu berulang karena daya tarik Gunung Talamau yang begitu mempesona.</p>
<p style="text-align: left;">Memang, segala pesona yang dimiliki Gunung Talamau bukanlah sesuatu yang tiba-tiba. Tapi melalui proses penjagaan rutin dan ketat. Misalnya, untuk memasuki kawasan pendakian, setiap pendaki harus diperiksa barang bawaannya. Pemeriksaan tidak hanya ketika akan naik, tetapi juga ketika turun dan akan meninggalkan area kawasan gunung tersebut. Semua barang bawaan diperiksa, terutama barang bawaan yang menjadi sampah. Semua sampah yang ia buat harus dibawa turun, misalnya kalau kita membawa 10 bungkus mie, maka turun kita juga harus membawa plastik pembungkus 10 mie tersebut. Kemudian, setiap pendaki juga harus membawa perlengkapan yang cukup, bahkan kalau ada pendaki wanita, harus ada tenda khusus untuk wanita tersebut dan minimal harus ada 2 pendaki wanita dalam setiap tim. Sebegitulah ketatnya aturan yang dijalankan untuk memastikan tidak ada barang bawaan dan sampah yang tercecer di gunung tersebut agar keindahan dan kebersihan gunung tetap terjaga, serta masih dihargainya etika pergaulan antara laki-laki dan wanita.</p>
<p style="text-align: left;">Tetapi, itu dulu. Sekali lagi itu dulu. Ketika masih ada seorang pecinta gunung yang menjaga dan merawat gunung tersebut tetap bersih agar setiap pendaki yang datang tetap terkesima, tetap bisa bisa menikmati keindahannya, dan menggantungkan asa kerinduan padanya. Pria itu yang biasa dikenal dengan “Daniel”, yang tinggal di pintu gunung tersebut, yang orang biasa mengenalnya penghuni camp “Harimau Campo”. Tetapi, sekali lagi itu dulu. Sekarang Talamau tidak seperti dulu lagi. Tidak ada lagi pria yang bernama Daniel tersebut. Tidak ada pemeriksaan ketat yang bertujuan menjaga keindahan dan keasrian gunung tersebut. Kita tidak akan menemui lagi permukaan gunung yang mulus dan diselimuti hutan hujan tropis yang lebat dari kaki hingga puncak. Bahkan, pada beberapa titik, hutan-hutan tersebut telah berubah menjadi ladang penduduk, ladang jagung dan kelapa sawit. Di sekitar camp Harimau Campo di ketinggian 670 mdpl telah habis dibabat dan berubah menjadi ladang penduduk. Mungkin, suatu saat camp Harimau Campo itu hanya akan menjadi kenangan masa lalu yang  akan diceritakan pada kerabat dan anak cucu kita nantinya. Pada ketinggian 900 &#8211; 925 mdpl juga terjadi pembabatan hutan baru, yang bahkan tidak lama lagi akan mencapai camp “Rindu Alam” yang berada pada ketinggian 1.170 mdpl. Bisa jadi, suatu saat lokasi “camp rindu alam” hanya tinggal rindunya saja. Sedangkan alamnya hilang entah kemana. Hutan hujan tropis tidak kan dijumpai lagi pada kawasan ini.</p>
<p style="text-align: left;">Banyak dampak yang mungkin bakal timbul. Selain terjadinya kerusakan dan gangguan ekosistem kawasan gunung, juga akan menyebabkan terganggunya aktivitas pendakian ke gunung tersebut. Banyaknya tanda-tanda jalur yang hilang akan menjadi persoalan serius yang bisa membahayakan keselamatan pendaki. Bahkan untuk sekadar jalan setapak saja yang biasa dilalui oleh para pendaki menuju puncak, tidak tampak lagi. Jangankan tanda jalur berupa penanda tali (<em>stringline</em>) dan bacokan kayu, bekas jalannya saja tidak tampak, tertutupi oleh pohon-pohon yang ditebang. Bagi pendaki berpengalaman yang telah terbiasa ke gunung mungkin tidak terlalu meresahkan. Namun bagi mereka yang pemula dan sekali-sekali ke gunung serta tanpa ilmu rimba gunung yang cukup itu akan menjadi sumber masalah yang luar biasa hebat. Bagaimana nantinya kalau mereka hilang jalur dan tersesat. Tentunya akan merugikan banyak pihak. Tidak hanya pendaki, tetapi juga masyarakat sekitar dan tim terkait.</p>
<p style="text-align: left;">Beberapa penduduk beralasan, pembukaan lahan di gunung tersebut untuk mata pencaharian mereka dan gunung tersebut merupakan hak ulayat yang diwariskan oleh nenek moyang mereka kepada mereka.  Jadi mereka berhak melakukan apa saja pada gunung tersebut, tidak peduli itu akan melanggar dan merugikan orang lain, terutama orang-orang yang tetap mencintai gunung tersebut dengan kesungguhan hati yang menginginkan gunung tersebut tetap asri, indah, alami, dan rupawan sebagaimana diciptakan <strong>Allah SWT</strong>.</p>
<p style="text-align: left;">Begitulan benar adanya kondisi yang terjadi pada gunung Talamau sekarang. Gunung Talamau yang  tidak seindah dulu dan tidak seperti dulu lagi. Mudah-mudahan dan kita berharap tidak kan ada lagi talamau-talamau lain yang mengalami nasib se-tragis ini. Kita berharap dan hanya bisa berharap pemerintah cepat mengambil tindakan tegas dan mencegah terjadinya pembabatan hutan yang membabibuta di gunung  tersebut, sehingga kita tetap bisa mengunjungi dan menikmati keindahan alam gunung Talamau yang rupawan dan anggun tersebut. Satu hal yang sangat mengkhawatirkan, sebuah gunung harus diubah demi memenuhi desakan perekonomian penduduk setempat.<strong><em> Yudhi Halim (MU 170 Wsl.)</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mapalaunand.com/berita/733/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Banjir Bandang Hantam Pesisir Selatan Sumbar</title>
		<link>http://mapalaunand.com/berita/banjir-bandang-hantam-pesisir-selatan-sumbar/</link>
		<comments>http://mapalaunand.com/berita/banjir-bandang-hantam-pesisir-selatan-sumbar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 05:36:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Medapri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mapalaunand.com/?p=716</guid>
		<description><![CDATA[Banjir bandang melanda 11 dari 12 kecamatan di Pessel. Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, hanya Kecamatan Ampek Nagari Bayang Utara yang selamat dari terjangan banjir akibat hujan lebat sepanjang Senin (31/10) pukul 20.00 WIB hingga Kamis (3/11) siang. Ancaman kelaparan –akibat kekurangan pasokan makanan– dan penyakit kulit, juga mengintai ribuan warga yang rumahnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 2px solid black; margin-top: 2px; margin-bottom: 2px;" src="http://skalanews.com/filemodul/berita/file_item/2/6/2011-11-03/4-orang-tewas-akibat-banjir-bandang-di-pesisir-selatan-sumbar_big__20111103182124_file_vino_cms.jpg" alt="" width="420" height="247" /></p>
<p style="text-align: justify;">Banjir bandang melanda 11 dari 12 kecamatan di Pessel. Catatan Badan  Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, hanya Kecamatan Ampek  Nagari Bayang Utara yang selamat dari terjangan banjir akibat hujan  lebat sepanjang Senin (31/10) pukul 20.00 WIB hingga Kamis (3/11) siang.</p>
<p style="text-align: justify;">Ancaman kelaparan –akibat kekurangan pasokan makanan– dan penyakit  kulit, juga mengintai ribuan warga yang rumahnya terus tergenang air.  Selain itu, sawah gagal panen, irigasi jebol, kerusakan rumah dan  infrastruktur hingga ternak yang hanyut, juga terjadi akibat terjangan  banjir itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Bupati Pessel, H Nasrul Abit menyebutkan, enam unit rumah juga  dilaporkan hilang akibat diterjang banjir bandang di Pasir Putih  Kambang. Selain itu, sebanyak 17 ribu unit rumah terendam air, 340  hektar sawah gagal panen dan 25 hektar kebun jagung direndam banjir.<span id="more-716"></span></p>
<p style="text-align: justify;">“28 unit rumah juga rusak berat di Kambang, 6 unit rumah hilang  diserat banjir di Kenagarian Tapan Timur dan 2 unit rumah lainnya, juga  hilang terserat air bah di Muaro Jambu, Air Haji. Total rumah yang  hilang terserat air sebanyak 14 unit. Selain itu, sepanjang 700 meter  jalan negara mengalami rusak berat alias terputus sehingga jalur  tranportasi darat terganggu,” terang Nasrul Abit.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikatakan Nasrul Abit, 3 ton beras, ratusan nasi bungkus juga selimut  dan keperluan lainnya, telah disalurkan ke kampung dan nagari yang  tertimpa musibah banjir. Jika di kecamatan Ranah Pesisir, Linggo Sari  Baganti, BABT, Bayang dan Tarusan terisolasi, bantuan sembako dan  makanan siap saji disalurkan dengan kapal-kapal nelayan setempat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala BPBD Pessel, Nasharyadi memperkirakan, kerugian diperkirakan  mencapai lebih Rp650 miliar. Jumlah itu, menurutnya, masih sementara  sebab masih banyak kampung dan nagari yang terisolir karena tak bisa  dilewati melalui jalur darat.<br />
Terpisah, Kadis Sosial dan Nakertrans, Zefnihan mengaku, tengah bersama  stafnya tengah di lokasi banjir di Kambang. “Karena akses jalan darat  terkendala banjir, maka penyelamatan korban dan masyarakat, dilakukan  melalui perahu karet. Namun, sangat dibutuhkan tambahan perahu untuk  mengevakuasi warga yang terjebak banjir,” kata Zefnihan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Butuh Tenda dan Obat</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignright" style="border: 2px solid black; margin: 2px;" src="http://sin.stb.s-msn.com/i/75/D9BB4C461DBC639CD83BE4EB14872D.jpg" alt="" width="400" height="220" />Desa Koto Baru, Desa Koto Kandih dan Desa Tampuniak di Kecamatan  Lenyayang termasuk daerah terparah selama hujan lebat kemarin. Ribuan  rumah dipastikan terendam banjir. Warga setempat mulai mengevakuasi  perabotan dari jangkauan banjir. Hingga tadi malam warga belum bisa  tidur nyenyak di rumah mereka. Genangan air belum menyusut.</p>
<p style="text-align: justify;">“Air masuk ke dalam rumah setinggi lutut orang dewasa,” kata Ujang (29) warga Kalumpang Desa Koto Baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Ujang, hujan lebat disertai badai terjadi sejak sepekan  terakhir. Warga tak punya pilihan untuk mengungsi lantaran hujan hampir  merata di semua daerah. “Semua kampung juga kebanjiran,” papar Ujang. Di  samping itu warga bertahan di rumah guna memastikan keamanan barang dan  hewan ternak.</p>
<p style="text-align: justify;">Banjir selain menimpa pemukiman warga, juga merendam ribuan hektare  sawah siap panen. Genangan air berasal dari perbukitan dan luapan aliran  sungai yang berhulu di Koto Pulai.</p>
<p style="text-align: justify;">Tokoh Masyarakat Katik Aril menyebutkan, warga terancam penyakit  diare dan penyakit kulit. Warga juga kesulitan untuk memasak makanan dan  Mandi Cuci Kakus (MCK). “Bantuan terpal, makanan dan obat-obatan sangat  kami butuhkan,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Katik, daerah Pessel khususnya Desa Koto Baru dan Tampuniak  kerap dilanda banjir. Pemerintah kata Katik, juga belum memberi  perhatian serius terhadap upaya pengendalian banjir. Imbasnya hampir  setiap tahun rumah warga kebanjiran serta timbul kerugian dari lusaknya  lahan pertanian.</p>
<p style="text-align: justify;">Ditambahkan Katik, sungai yang berhulu di Koto Pulai belum tersentuh  proyek normalisasi. Upaya perbaikan hanya berupa pemasangan bronjong  pada titik-titik tertentu. Lantaran jumlahnya tidak banyak, bronjong  dengan mudah disapu banjir.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sungai ini dari hulu sampai hilir panjangnya mencapai 30 kilometer.  Perlu dilakukan normalisasi. Karena melewati ribuan rumah penduduk,  termasuk sejumlah saluran irigasi. Pemerintah harus menyikapi kejadian  ini karena menimpa hampir setiap tahun,” harapnya.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Daftar Korban Banjir<br />
Kecamatan Linggo Sari Baganti</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. Kibit laki-laki 65 tahun belum ditemukan<br />
2. Rayos 24 tahun perempuan ditemukan Tewas<br />
3. Azil anak Rayos umur 1 tahun perempuan belum ditemukan</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Kecamatan Lengayang</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. Cintia 21 tahun perempuan belum ditemukan<br />
2. Ismaidarnis 42 tahun perempuan belum ditemukan<br />
3. Naisa panggilan Eza 8 tahun perempuan ditemukan Tewas</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga pukul 10.00 WIB, Senin 7 November 2011, ditemukan 2 warga tewas  dari 6 yang dinyatakan hilang. Pencarian korban masih dilakukan aparat  gabungan dan relawan. <em><strong>(Heru Dahnur)</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mapalaunand.com/berita/banjir-bandang-hantam-pesisir-selatan-sumbar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

