Minang kabau menangis lagi, Awan hitam yang menyelimuti padang pada saat itu memberi kabar berita dari langit. kamis, 13 september 2012 padang diguyur hujan deras, sehingga mengakibatkan banjir dan galodo. Belum kering duka masyarakat batu busuk akibat banjir yang melanda dan memusnahkan harta benda mereka pada bulan ramadhan lalu, sekarang banjir dan galodo menghampiri tempat tinggal mereka.
Galado kali ini memakan 4 orang korban jiwa diantaranya yaitu :Ami (laki-laki, 50 tahun),Nila susanti (perempuan, 20 tahunan),Nazwa (perempuan, 7 tahun),Tasya (perempuan, 3 tahun), korban yang dimakamkan pada hari jumat tanggal 14 september 2012 di pemakaman umum kawasan batu busuk tersebut diirngi oleh sanak saudara dan warga setempat yang ramai melepaskan kepergian korban, derai air mata mengiringi setiap langkah perjalanan tersebut.
Galodo yang datang mengakibatkan trauma yang mendalam bagi masyarakat batu busuk terutama masyarakat yang bertempat di kawasan bukik tabuak, kelurahan lambuang bukik, daerah yang dapat di akses dengan melalui 280 anak tangga terlebih dahulu dan dilanjutkan perjalananan 1 km dari posko utama yang terletak di batu busuak. Kawasan ini merupakan rawan longsor, sehinnga ketika hujan datang mereka tidak berani untuk beristirahat di rumah mereka masing- masing, mereka lebih memilih tidur di posko kawasan bukit tabuak yang mana telah berdiri 4 buah posko salah satunya adalah posko MAPALA UNAND.
Rekomendasi bantuan korban bencana longsor Batu Busuk, antara lain :
Tenda, Logistik, Pakaian kering, Air bersih (minum), Selimut, Obat-obatan,Penerangan Cangkul,
Mari membantu sesama, sehelai kain yang saudar berikan sangant berarti bagi saudara kita yang disana.

