<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MAPALA UNAND &#187; Kegiatan MU</title>
	<atom:link href="http://mapalaunand.com/category/kegiatan-mu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mapalaunand.com</link>
	<description>OFFICIAL SITE - MAPALA UNAND</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Apr 2012 08:23:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
		<item>
		<title>MAPALA UNAND EXPO 2011</title>
		<link>http://mapalaunand.com/kegiatan-mu/mapala-unand-expo-2011/</link>
		<comments>http://mapalaunand.com/kegiatan-mu/mapala-unand-expo-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Apr 2011 14:57:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tommi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan MU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mapalaunand.com/?p=546</guid>
		<description><![CDATA[Hari itu Senin 28 Maret 2011, bertempat di depan gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) berdiri dengan kokohnya sebuah tenda pleton, bewarna hijau militer. Tenda itu merupakan stand bazaar yang didirikan oleh sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Andalas, yaitu MAPALA UNAND. Ya, MAPALA UNAND turut memeriahkan acara yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) itu. Mungkin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignright" style="border: 2px solid black; margin: 1px;" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2851/8/35/1028531641/n1028531641_30230124_7383688.jpg" alt="" width="253" height="169" />Hari itu Senin 28 Maret 2011, bertempat di depan gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) berdiri dengan kokohnya sebuah tenda pleton, bewarna hijau militer. Tenda itu merupakan stand bazaar yang didirikan oleh sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Andalas, yaitu MAPALA UNAND. Ya, MAPALA UNAND turut memeriahkan acara yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) itu. Mungkin sebagian bertanya-tanya, acara apa yang akan diangkat oleh MAPALA UNAND, karena UKM ini bergerak dibidang olahraga alam bebas.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekilas tentang MAPALA UNAND Expo 2011, acara ini bertujuan untuk memperlihatkan eksistensi MAPALA UNAND ke publik Universitas Andalas, dan acara ini pun sudah beberapa kali menjadi Best Expo, karena menjadi stand yang paling banyak dikunjungi dengan beberapa extremes games-nya. Acara ini diangkat dengan kerjasama para Anggota Muda dan anggota penuh MAPALA UNAND untuk menjadi pelaksana teknis dan penanggung jawabnya. Dan saat ini pun MAPALA UNAND ikut mengambil bagian dalam pagelaran ini dengan tujuan mengulang sukses masa lampau.<span id="more-546"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Selain Bazaar yang berisikan outdoor gears, di MAPALA UNAND Expo 2011 ini juga membuka stand untuk pendaftaran extreme games yang terbuka untuk mahasiswa Universitas Andalas yang ingin merasakan tantangan di MAPALA UNAND, sesuai dengan tag line nya, <strong><em>“Berani Terima Tantangan”.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Permainan yang disediakan ada berupa tubbing, fun climbing, dan <em>flying fox</em>.<br />
Kegiatan yang dilakukan selama 2 minggu ini cukup menarik minat pengunjung, khususnya pada kegiatan fun climbing dan tubbing. Ini disebabkan oleh banyaknya pengunjung yang masih penasaran dengan olahraga climbing dan Olahraga arus Deras yang diperkenalkan oleh kegiatan tubbing ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mapalaunand.com/kegiatan-mu/mapala-unand-expo-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Dasar MAPALA UNAND XIX Digelar!</title>
		<link>http://mapalaunand.com/kegiatan-mu/pendidikan-dasar-mapala-unand-xix-digelar/</link>
		<comments>http://mapalaunand.com/kegiatan-mu/pendidikan-dasar-mapala-unand-xix-digelar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 14:52:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Medapri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan MU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mapalaunand.com/profil-mu/pendidikan-dasar-mapala-unand-xix-digelar/</guid>
		<description><![CDATA[Penghujung tahun 2008 ini MAPALA UNAND kembali membuka kran penerimaan anggota baru melalui Pendidikan Dasar MAPALA UNAND (PDM) XIX. Tahapan seleksi yang dilangsungkan Sabtu (30/11) di Kampus Unand. Sebanyak 29 peserta lolos seleksi.Selanjutnya sebelum tahapan teori dan lapangan, peserta diharuskan melakukan pendaftaran ulang yang dibuka sampai 13 Desember 2008. Biaya pendaftaran Rp 65 ribu dikembalikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penghujung tahun 2008 ini  MAPALA UNAND  kembali membuka kran penerimaan anggota baru melalui Pendidikan Dasar MAPALA UNAND (PDM) XIX. Tahapan seleksi yang dilangsungkan Sabtu (30/11) di Kampus Unand. Sebanyak 29 peserta lolos seleksi.Selanjutnya sebelum tahapan teori dan lapangan, peserta diharuskan melakukan pendaftaran ulang yang dibuka sampai 13 Desember 2008. Biaya pendaftaran Rp 65 ribu dikembalikan dalam bentuk baju kegiatan, topi, kacu, diktat, sertifikat dan makan dua kali.<span id="more-227"></span></p>
<p>Tahapan teori diisi materi pengenalan organisasi, navigasi darat, SAR/ESAR panjat tebing, caving, olahraga air dan sejumlah materi berkiatan kegiatan di alam bebas.</p>
<p>Tahapan lapangan akan dilaksanakan 23-29 Desember 2008. Rencananya pembukaan dan penutupan PDM XIX dilakukan oleh Rektor Unand Musliar Kasim atau yang mewakili PR II Badrul Mustafa Kemal, dan tak ketinggalan Pembina Mapala Unand Irsyad Agus. (<strong><em><a href="http://www.arusderas.co.cc" target="_blank">Ahmad Medapri/ MU 160 Cps</a></em></strong>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mapalaunand.com/kegiatan-mu/pendidikan-dasar-mapala-unand-xix-digelar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MAPALA UNAND Gelar Pelatihan Biospeleology Dan Lomba Karya Tulis</title>
		<link>http://mapalaunand.com/kegiatan-mu/mapala-unand-gelar-pelatihan-biospeleology/</link>
		<comments>http://mapalaunand.com/kegiatan-mu/mapala-unand-gelar-pelatihan-biospeleology/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 03:57:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maryulis Max</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan MU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mapalaunand.com/kegiatan-mu/mapala-unand-gelar-pelatihan-biospeleology/</guid>
		<description><![CDATA[Pelatihan Biospeleology (kehidupan gua) digelar Mahasiswa Pecinta Alam Unand (MAPALA UNAND), Sabtu (30 Agustus 2008). Kegiatan pelatihan terkait lingkungan hidup ini juga dibarengi lomba karya tulis bertemakan wisata petualangan. &#8220;Pelatihan Biospeleology ini yang kedua kalinya dilaksanakan. Sebelumnya tahun 2002. Tujuannya memberi pemahaman terhadap generasi muda terutama kalangan pecinta alam untuk mengenal gua berikut ekosistem di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pelatihan Biospeleology (kehidupan gua) digelar Mahasiswa Pecinta Alam Unand (MAPALA UNAND), Sabtu (30 Agustus 2008). Kegiatan pelatihan terkait lingkungan hidup ini juga dibarengi lomba karya tulis bertemakan wisata petualangan.</p>
<p>&#8220;Pelatihan Biospeleology ini yang kedua kalinya dilaksanakan. Sebelumnya tahun 2002. Tujuannya memberi pemahaman terhadap generasi muda terutama kalangan pecinta alam untuk mengenal gua berikut ekosistem di dalamnya,&#8217; kata Febri Nanda, Ketua Pelaksana .<span id="more-224"></span></p>
<p>Dikatakan, gua sering dijadikan tujuan wisata. Namun masih sedikit di antara pengunjung  yang menyadari pentingnya menjaga habitat gua. Menurut Febri, beragam spesises langka masih bisa ditemukan di dalam gua. Semisal, ikan bewarna bening yang nyaris tembus pandang, kelelawar, walet dan berbagai macam serangga.</p>
<p>Menurut Febri, keindahan ornamen gua manjadi salah satu daya tarik kunjungan wisata. Diantara ornamen yang paling terkenal yaitu, stalagtid, stalagmid, gourdam, pears dan pilars. Keseluruhan ornamen terbentuk secara alami karena adanya pengikisan dinding gua oleh aliran air yang sering dijumpai dalam gua. Kerusakan ornamen, membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk memulihkannya. &#8220;Proses terjadinya ornamen tanpa campur tangan manusia,&#8221; tambah mahasiswa ilmu politik yang mengambil program keahlian gua di Mapala Unand itu.</p>
<p>Selain menawarkan keindahan ornamen, disebutkan juga gua bisa menjadi sumber mata air bagi masyarakat sekitarnya. &#8216;Seperti di Sisawah, Sijunjung, umumnya areal persawahan petani menggunakan aliran air yang berasal dari dalam gua,&#8221; imbuhnya. Dewasa ini gua dijadikan lokasi beternak walet oleh masyarakat setempat.</p>
<p>Lebih jauh disebutkan, pelatihan melibatkan organisai dan kelompok penggiat alam bebas, pelajar SMU dan juga masyarakat umum. Pemateri kata Febri melibatkan sejumlah instansi dan ahli yang berkecimpung ilmu lingkungan dan juga gua. Narasumber diantaranya, Ahli <span class="yshortcuts" id="lw_1219376676_6">Ikan</span>, Dr Syaifullah, Ahli <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1219376676_7">Hewan</span> Muhammad Silmi dan Kabid siaga bencana Sumbar Ir Ade Edwar serta dosen di Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Andalas Drs Irsyad Agus MP.Usai pelatihan, peserta disimulasikan teknik penelusuran di Gua Baba Karang Putiah Indarung.(Heru Dahnur) -</p>
<p>Pernah dimuat di Harian POSMETRO Padang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mapalaunand.com/kegiatan-mu/mapala-unand-gelar-pelatihan-biospeleology/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menunggang Jeram di Awal 2008</title>
		<link>http://mapalaunand.com/kegiatan-mu/menunggang-jeram-di-awal-2008/</link>
		<comments>http://mapalaunand.com/kegiatan-mu/menunggang-jeram-di-awal-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2008 12:25:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Medapri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan MU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mapalaunand.com/profil-mu/menunggang-jeram-di-awal-tahun-2008/</guid>
		<description><![CDATA[SELASA 1 Januari 2008, fajar awal tahun baru saja terbit. Derasnya aliran air Batang Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan seolah-olah ikut menyambut datangnya tahun ini. Sementara, sekelompok anak muda terlihat sedang sibuk menyiapkan beraneka perlengkapan untuk berarung jeram. Benar, hari libur awal tahun ini mereka isi dengan kegiatan yang jauh dari keramaian dan hura-hura, namun penuh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img alt="Jeram" hspace="2" src="http://mapalaunand.com/wp-content/uploads/2008/04/jeram-small.jpg" align="left" vspace="2" border="1" />SELASA 1 Januari 2008, fajar awal tahun baru saja terbit. Derasnya aliran air Batang Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan seolah-olah ikut menyambut datangnya tahun ini. Sementara, sekelompok anak muda terlihat sedang sibuk menyiapkan beraneka perlengkapan untuk berarung jeram. Benar, hari libur awal tahun ini mereka isi dengan kegiatan yang jauh dari keramaian dan hura-hura, namun penuh tantangan.</p>
<p align="justify">Kalau biasanya kawula muda mengisi acara tahun baru dengan kegiatan pesta dan perayaan serta kembang api, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Mapala Unand ini lebih memilih merayakan liburan tahun baru dengan menyalurkan hobi mereka di jeram-jeram ganas Batang Tarusan. </p>
<p><span id="more-203"></span></p>
<p align="justify">&#8220;Bukannya apa-apa, cuma kami tidak terbiasa mengadakan pesta-pesta yang bersifat hura-hura dan penuh keramaian. <EM>Nggak </EM>cocok <EM>aja </EM>mungkin,&#8221; jelas Adi Prawira (20) yang menjadi peserta dalam kegiatan ini.</p>
<p align="justify">Dengan menggunakan becak motor, perahu karet yang sudah dikempiskan dibawa menuju lokasi <em>start</em> yang terletak di Desa Taratak sekitar 20 menit perjalanan dari jalan lintas Padang-Painan. Dijelaskan Adi, dari lokasi ini sampai ke lokasi <em>finish</em> bisa ditempuh dengan perahu karet sekitar 2-2,5 jam. </p>
<p align="justify">&#8220;Kalau perjalanan lancar, dalam artian tidak ada <EM>trouble</EM> seperti perahu wrap (tersangkut-red) atau terbalik, 2 jam kita sudah masuk <EM>finish</EM>,&#8221; jelas Adhi.</p>
<p align="justify">Sepanjang perjalanan, pemandangan alami khas kawasan tepi sungai berupa sawah-sawah dan ladang penduduk serta hutan belantara yang masih perawan benar-benar menyejukkan jiwa. </p>
<p align="justify">Sebagaimana dijelaskan Heru Mega Saputra (22) yang sudah berulangkali berarung jeram di Batang Tarusan menyebutkan, &#8220;Selama pengarungan, kita akan mendengar suara beraneka jenis burung dan hewan yang tak putus-putus seolah-olah menyambut kedatangan rafter (pengarung jeram-red). Sesekali, terlihat juga monyet-monyet liar yang berloncatan di antara dahan-dahan kayu.&#8221;</p>
<p align="justify">Sementara untuk jeram yang ada, dikatakan Heru, Batang Tarusan memiliki jeram yang bervariatif dengan grade 3- 4+. </p>
<p align="justify">&#8220;Untuk berarung jeram di sini memang membutuhkan keahlian yang memadai serta penguasaan jalur. Kalaupun baru pertama kali, hendaknya didampingi kapten yang berpengalaman karena pada beberapa jeram, perahu bisa terbalik kalau masuknya tidak benar,&#8221; jelas Heru.</p>
<p align="justify">Selain itu, perlengkapan <em>safety procedure</em> seperti pelampung, <em>throw bag </em>(tali lempar), pelampung, helm dan <em>paddle </em>(dayung) wajib dimiliki agar pengarungan bisa berjalan aman. &#8220;Ini memang kegiatan berisiko, karenanya segala sesuatu yang terkait dengan standar keselamatan harus benar-benar diperhatikan,&#8221; terang Heru.</p>
<p align="justify">Matahari semakin terasa terik di sekitar Batang Tarusan. Sesekali hembusan angin tetap bisa memberikan kesejukan. Sementara, di atas sebuah perahu karet bermerek Avatar berwarna biru, 6 mahasiswa terlihat bersimbah peluh namun tetap bersemangat mengayuh melintasi jeram-jeram. Tahun baru datang, tantangan di depan tetap musti diterjang&#8230; <strong>(Medapri/MU 160 Cps.)<br /></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mapalaunand.com/kegiatan-mu/menunggang-jeram-di-awal-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ekspedisi Pembukaan Jalur Wisata Gunung Malintang</title>
		<link>http://mapalaunand.com/kegiatan-mu/ekspedisi-pembukaan-jalur-wisata-gunung-malintang/</link>
		<comments>http://mapalaunand.com/kegiatan-mu/ekspedisi-pembukaan-jalur-wisata-gunung-malintang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Dec 2007 14:01:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Medapri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan MU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mapalaunand.com/profil-mu/ekspedisi-pembukaan-jalur-wisata-gunung-malintang-di-pasaman-barat-1/</guid>
		<description><![CDATA[SORE hari itu udara masih terasa panas. Beberapa personil Mapala Unand mulai bersiap siap melakukan latihan fisik hari pertama 5 Juli 2007. Mereka merupakan satuan tim yang akan diberangkatkan untuk memulai ekspedisi pembukaan jalur wisata Puncak Malintang (1983 mdpl.) dan Danau Tinggal di Pasaman Barat. Karena misi yang akan mereka lakukan sangat berat, maka persiapan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img alt="Tim malintang" hspace="2" src="http://mapalaunand.com/wp-content/uploads/2008/04/tim-20malintang.jpg" align="left" border="1" />SORE hari itu udara masih terasa panas. Beberapa personil Mapala Unand mulai bersiap siap melakukan latihan fisik hari pertama 5 Juli 2007. Mereka merupakan satuan tim yang akan diberangkatkan untuk memulai ekspedisi pembukaan jalur wisata Puncak Malintang (1983 mdpl.) dan Danau Tinggal di Pasaman Barat. </p>
<p align="justify">Karena misi yang akan mereka lakukan sangat berat, maka persiapan awal berupa latihan fisik dan mental dilaksanakan secara ketat. Bertindak sebagai pelatih fisik Heru Mega Saputra (22) dari Fakultas Peternakan dan Sartika (20) dari Fakultas Pertanian. </p>
<p align="justify">Untuk nama pertama merupakan pelatih kawakan yang punya banyak pengalaman di berbagai kegiatan lapangan, baik medan rimba Sumatra maupun Pulau Jawa. Prestasi terakhir yang menguatkannya sebagai pelatih fisik untuk tim ekspedisi Pasaman ini adalah penaklukan Puncak Jaya Wijaya bersama Tim SCTV di Propinsi Papua pada tahun 2006 lalu.</p>
<p><span id="more-198"></span></p>
<p align="justify">
<p align="justify">Urutan daftar menu latihan fisik dibuat secara bertahap. Semuanya harus berhasil diselesaikan setiap atlet yang akan berangkat. Pembukaan latihan dimulai dengan jogging dari 15 menit-100 menit di penghujung latihan. Setelah itu dilanjutkan dengan push up, sit up, squat race, shuttle run dan terakhir sprint. Semuanya dilaksanakan dengan frekwensi yang terus meningkat.</p>
<p align="justify">Tidak kurang dari 25 peserta mengikuti latihan hari pertama. Latihan yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut cukup menyita perhatian para penghuni kampus. Rata rata mereka merupakan para aktivis yang selalu punya kegiatan tertentu pada sore harinya. Dengan pengorganisasian yang baik dan terlihat kompak, satu dugaan telah terlintas di kepala mereka bahwa sebentar lagi tim dari Mapala Unand akan melakukan sebuah gebrakan besar. </p>
<p align="justify">Sementara itu, satu persatu calon atlet terlihat bersemangat mengikuti seleksi ekspedisi tersebut. Karena menu latihan masih ringan semua peserta seleksi berhasil menjalaninya. Tepat pukul 06.00 WIB seleksi usai. Selanjutnya diadakan briefing untuk mengevaluasi sesi latihan yang telah dilakukan sebelumnya.</p>
<p align="justify">Beberapa hari berlalu, latihan tetap berlanjut. Sekarang sudah masuk pada pertengahan latihan dari jangka waktu sebulan yang dipersiapkan. Berbeda pada tahap awal pada pertengahan seleksi tersebut di antara calon atlet, mulai ada yang merasa pusing dan mual. Bahkan pada hari berikutnya, Adi (20) dari Fakultas Hukum sempat muntah-muntah. Menurut pengakuannya, kepala terasa pusing dan matanya berkunang-kunang.</p>
<p align="justify">Menyikapi hal tersebut para atlet mulai menerapkan pola makan teratur. Kesalahan kecil berupa makan terlambat atau istirahat yang tidak memadai sebelum melakukan latihan fisik, berakibat cukup fatal. Gejala pusing seperti yang dialami beberapa orang atlet, terjadi karena asupan gizi yang tidak seimbang. Sementara itu latihan yang terus berjalan senantiasa membutuhkan energi yang cukup besar. <br />Sebelumnya jauh hari sebelum latiahn fisik digelar para peserta seleksi ini juga pernah diperiksa kesehatannya oleh tim medis yang tergabung dalam organisasi Mapala Hipocrates Emergency Team (HET) Fakultas Kedokteran Unand. Dalam pemeriksaan tidak ditemui suatu keganjilan yang akan mempengaruhi perjalanan ekspedisi nantinya.</p>
<p align="justify">Beberapa hari menjelang latihan fisik usai, atlet yang akan diberangkatkan diharuskan melaksanakan simulasi di alam bebas. Beberapa poin penting seperti kemampuan navigasi darat, komunikasi menggunakan radio, pembuatan tanda jalur serta pembuatan tandu dan P3K disempurnakan selama simulasi berlangsung. Nantinya materi yang telah&nbsp; disimulasikan tersebut akan menjadi penentu berhasil atau gagalnya ekspedisi ini.</p>
<p align="justify">Rimba belantara yang masih tersisa di&nbsp; belakang Kampus Unand Limau Manih dipilih menjadi lokasi simulasi. Selain mengirit biaya,&nbsp; waktu yang dibutuhkan juga tidak terlalu lama. Hal ini menjadi kesepakatan tim sebelum simulasi dilaksanakan. Dimulai Jumat (26/7/2007) sampai Minggu (28/7/2007) simulasi dinilai sangat memuaskan. Kemampuan para atlet sudah memenuhi kelayakan karena beberapa kemampuan pokok dalam berkegiatan di alam bebas atau rimba belantara sudah mereka kuasai dengan baik. Penilaian dimusyawarahkan oleh para pengiring calon atlet dan pengurus organisasi Mapala Unand. Pengalaman yang mereka bukukan serta kegiatan ekspedisi yang berhasil mereka lakukan menjadi berartinya sebuah penilaian yang mereka keluarkan.</p>
<p align="justify">Rute yang dilewati selama seleksi memiliki medan bervariasi dan pemandangan yang elok permai. Maklumlah Kampus Unand yang dibangun di atas sebuah perbukitan dengan nama Bukit Karamuntiang diapit dua buah sungai besar yaitu Batang Kuranji dan Sungai Danau Limau Manih. Pada sebagian besar bantaran sungai diisi areal persawahan masyarakat. Namun suasana yang paling mengasyikkan adalah saat berada di puncak bukit. Dari ketinggian 234 mdpl tersebut, kita bisa dengan leluasa menikmati nun jauh di sana padatnya kota Padang serta lautan biru yang terbentang luas di depannya.</p>
<p align="justify"><strong>MEMACU ADRENALIN DI RIMBA BELANTARA</strong></p>
<p align="justify">Keberangkatan tim dilakukan siang hari (2/8/2007) melalui upacara pelepasan yang dipimpin pembina Mapala Unand Drs Irsyad Agus MP. Dari lokasi upacara di pelataran parkir bagian kiri gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unand, tim dijemput bus carteran yang biasa menjalani trayek ke daerah Robajulu Kecamatan Ujuang Gadiang, Kabupaten Pasaman Barat.</p>
<p align="justify">Perjalanan memakan waktu selama 6 jam, sampai akhirnya tiba di Dusun Robajulu yang merupakan daerah terakhir yang bisa dilewati kendaraan bermotor. Tim ekspedisi menjadikan dusun ini sebagai Base Camp yang akan menjadi penghubung komunikasi antara atlet yang berada di lapangan dengan Posko induk Mapala Unand di Padang. Untuk kebutuhan tersebut disediakan satu set Handy Talky (HT) dan handphone kepada Pak Syukur yang dengan senang hati menyatakan kesediaannya membantu kelancaran pergerakan tim ekspedisi ini. Beliau adalah kepala Dusun Robajulu sekaligus pemuka masyarakat disegani penduduknya yang mayoritas diisi suku Mandahiliang dari Sumatera Utara.</p>
<p align="justify">Start ekspedisi dimulai Jumat (3/8/2007) pukul 14.00 WIB. Perjalanan hari pertama terasa sangat menyenangkan. Medan perbukitan yang dilewati masih kawasan pertanian masyarakat Robajulu. Kebanyakan petani di sini mengisi lahan pertaniannya dengan tumbuhan palawija seperti jagung, kacang hijau, kacang kedele dan padi. Sebagian petani juga membuka lahannya untuk perkebunan kelapa sawit. Tanaman yang menghasilkan bahan baku pembuatan minyak goreng tersebut memang sedang digiatkan di daerah Robajulu ini.</p>
<p align="justify">Camp atau tempat istirahat dibuat di persimpangan dua buah sungai. Sungai pertama bernama Sikabau yang persis berada di depan tempat peristirahatan dan yang kedua arah ke hilir bernama Sungai Lauik Mati. Di lokasi ini sudah tidak ada lagi perkebunan penduduk. Pohon-pohon yang ditemui adalah tanaman yang biasa tumbuh di hutan belantara.</p>
<p align="justify">Pada hari pertama menjelang tempat camp ini tiga anggota tim terpisah dengan rombongan. Tiga orang ini waktu itu bertindak sebagai leader, namun kurang memperhatikan tanda jalur yang mengarah ke kanan. Sehingga pada malam harinya dilakukan pencarian untuk memastikan kondisi tim yang terpisah ini.</p>
<p align="justify">Karena medan yang cukup terjal dan rapatnya pepohonan pencarian yang&nbsp; dilakukan menemui kegagalan. Tim pencari kembali ke tempat camp semula setelah larut malam. Esok harinya dilakukan pencarian ulang dengan menyisir kembali jalan setapak yang dilewati pada hari sebelumnya. Dua tim lainnya melakukan penyisiran arah ke hulu dan hilir sungai. Menjelang istirahat siang anggota tim yang terpisah ini berhasil ditemukan tim pertama yang menyisir jalan setapak. Suasana gembira segera menyelimuti seluruh rombongan. Malamnya kami melakukan briefing untuk mengevaluasi pergerakan yang telah dilakukan.</p>
<p align="justify">Perjalanan selanjutnya tim leader sebagai tim pertama yang diberangkatkan mulai mengeluarkan golok masing-masing. Semak belukar dan rotan berduri yang menghalangi perjalanan mulai dibersihkan. Di belakang tim leader menyusul tim sweaper yang berangkat satu jam kemudian. Tugas dari tim sweaper ini adalah membersihkan jalur sebagus mungkin serta pemberian tanda jalur berupa string tag dan string line yang dipasang pada pohon. Selanjutnya dibelakang tim sweaper menyusul tim logistik. Sesuai namanya tim ini membawa sebagian besar perlengkapan yang dibutuhkan tim selama perjalan ekspedisi ini. Setiap hari selama ekspedisi berlangsung tim-tim ini diisi oleh seluruh personil secara bergantian.</p>
<p align="justify">Hari demi hari perjalanan melewati rimba belantara diisi dengan semangat yang tinggi dari masing-masing peserta ekspedisi. Waktu itu peserta tim sadar bahwa ekspedisi ini jika berhasil akan menorehkan prestasi tersendiri bagi peserta yang terlibat di dalamnya. </p>
<p align="justify">Kami ketahui bersama bahwa daerah yang dituju waktu itu belum tersentuh oleh penggiat alam bebas manapun. Begitu pula halnya dengan masyarakat di sekitar Dusun Robajulu ini. Bahkan berdasarkan informasi yang diperoleh tim ekspedisi ketika berada di Dusun Robajulu diketahui bahwa Danau Tinggal sudah dianggap legenda karena tidak pernah lagi dikunjungi. Keberadaannya lebih banyak cerita turun temurun dari tetua setempat. Selain itu cerita mistik kerap kali menjadi alasan mengapa masyarakat di sana enggan untuk mengunjungi kawasan yang menjadi tujuan ekspedisi kami ini.</p>
<p align="justify">Di sepanjang perjalanan kami banyak menemukan rotan. Tanaman yang sering digunakan untuk membuat beraneka keranjang dan kursi ini tumbuh dengan sangat subur. Hal ini dibuktikan dengan jumlah rotan yang cukup banyak dan ukurannya yang mencapai puluhan meter. Saat melewati hutan rotan ini, tim harus hati-hati melangkah. Sebab sedikit saja lengah, duri-duri rotan ini bisa melukai kulit tubuh, kulit kepala bahkan mata. Seandainya bagian ini yang menjadi sasaran, jelas akan membawa dampak buruk terhadap perjalanan ekspedisi. <strong>(Heru Dahnur/MU 173 Srk.)</strong></p>
<p align="justify"><em>Catatan : Tulisan ini pernah dimuat di Harian POSMETRO PADANG tanggal 9 Desember 2007.</p>
<p></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mapalaunand.com/kegiatan-mu/ekspedisi-pembukaan-jalur-wisata-gunung-malintang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

