Dihadang Badai, Puncak Jaya Direngkuh
EKSPEDISI pendakian ke Carstenz Pyramid (4.884 Mdpl) di Papua yang diikuti anggota Mapala Unand, Zulfahmi bersama tim gabungan dari Mapala UI, Stekpi Jakarta, dan crew Lativi dihadang badai salju. Meski gagal mencapai puncak Carstenz di jajaran Pegunungan Jaya Wijaya itu, tepat pukul 12.00 WIT pada 17 Agustus lalu, rombongan ekspedisi ini berhasil menggapai Puncak Jaya (4.862 Mdpl).
Keberhasilan menggapai Puncak Jaya tersebut, memang diluar dugaan sebelumnya. Mengingat di awal pendakian, cuaca buruk selalu menyertai perjalanan tim ekspedisi yang dipimpin pendaki kawakan, Ripto Mulyono itu. Sehingga, jadilah Puncak Jaya sebagai pelipur lara atas kegagalan “menjamah” puncak Carstenz.

“DUA orang peneliti ditawan Kelly Kwalik”. Judul berita di sebuah koran ibukota, bagai petir yang menyambar di siang bolong. Maklum hal itu tentu berimbas pada kegiatan Mapala Unand untuk mendaki puncak Carstenz Pyramid. Padahal, keberangkatan ke Irian Jaya, sudah diambang pintu. Pasalnya, pihak keamanan telah memberi lampu hijau bagi tim Mapala Unand.
“BISMILLAHI.., bang awak barangkek, mohon doa restu” dan “Si Rambo lah naiak ka pasawat, sabanta lai tabang ka Timika”. Dua pesan singkat dari Zulfahmi (MU 168 Cps.) dan Andry Bachtiar (MU 019 Krn.) yang mengantarkan Fahmi di Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta, beredar di para anggota Mapala Unand.
PERJUANGAN panjang Mapala Unand hampir 15 tahun, tercapai sudah. 13 Agustus lalu, Zulfahmi (MU 168 Cps.) anggota Mapala Unand angkatan 15, berangkat ke Timika Provinsi Papua. Dia bergabung dengan tim dari STEKPI Jakarta, Mapala UI, dan crew Lativi untuk melakukan pendakian ke Puncak Cartenz Pyramid, puncak tertinggi di negeri ini dalam sebuah ekspedisi gabungan bertajuk “60 Tahun Merah Putih di Salju Abadi Indonesia”.
PERJUANGAN panjang Mapala Unand hampir 15 tahun, tercapai sudah. Sabtu (13/08/2005) lalu, Zulfahmi (MU 168 Cps.) anggota Mapala Unand angkatan 15, berangkat ke Timika, Provinsi Papua. Dia bergabung dengan tim dari STEKPI Jakarta, Mapala UI dan crew Lativi untuk melakukan pendakian ke Puncak Cartenz Pyramid, puncak tertinggi di negeri ini, dalam sebuah ekspedisi gabungan bertajuk “60 Tahun Merah Putih di Salju Abadi Indonesia”.

