<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MAPALA UNAND &#187; Info Carstenz</title>
	<atom:link href="http://mapalaunand.com/category/info-carstenz/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mapalaunand.com</link>
	<description>OFFICIAL SITE - MAPALA UNAND</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 17:50:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
		<item>
		<title>Gubernur dan Walikota Dukung MU ke Carstensz</title>
		<link>http://mapalaunand.com/info-carstenz/gubernur-dan-walikota-dukung-mu-ke-carstensz/</link>
		<comments>http://mapalaunand.com/info-carstenz/gubernur-dan-walikota-dukung-mu-ke-carstensz/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Oct 2007 15:45:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maryulis Max</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Carstenz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mapalaunand.com/info-carstenz/gubernur-dan-walikota-dukung-mu-ke-carstensz/</guid>
		<description><![CDATA[GUBERNUR Sumatera Barat H Gamawan Fauzi SH MM diwakili Asisten III dr H Abdul Rival MKes dan Walikota Padang Drs H Fauzi Bahar MSi menyatakan dukungannya atas rencana Mapala Unand (MU) melakukan ekspedisi ke Puncak Carstensz (4.884 Mdpl), Papua pada Agustus mendatang. Dukungan penuh itu diberikan mengingat akan membawa harum nama Sumbar dan Indonesia lantaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="Audiensi" hspace="5" src="http://mapalaunand.com/wp-content/uploads/2007/10/audiensi-small.jpg" align="left" vspace="5" border="1" />GUBERNUR Sumatera Barat H Gamawan Fauzi SH MM diwakili Asisten III dr H Abdul Rival MKes dan Walikota Padang Drs H Fauzi Bahar MSi menyatakan dukungannya atas rencana Mapala Unand (MU) melakukan ekspedisi ke Puncak Carstensz (4.884 Mdpl), Papua pada Agustus mendatang. Dukungan penuh itu diberikan mengingat akan membawa harum nama Sumbar dan Indonesia lantaran ekspedisi ini merupakan ekspedisi kolaborasi MU dengan negeri jiran, yang diwakili&nbsp; Outdoor Activity and Recreation Society&nbsp; (OARS) dari Multi Media University (MMU) Malaysia dengan tajuk &#8220;Carstensz Pyramid Malindo Expedition 2006&#8243;. </p>
<p><span id="more-143"></span></p>
<p>Demikian diungkapkan Manajer Pelaksana Ekspedisi, Fince Herry SSos MSi kepada POSMETRO, Jumat (5/5), menyangkut hasil audiensi pihaknya dengan petinggi Pemprov Sumbar dan Pemko Padang guna memaparkan dan minta dukungan atas pelaksanaan ekspedisi besar tersebut. Disebutkannya, audiensi dengan gubernur Sumbar dilaksanakan pada Senin lalu (1/5) dan pada Kamis sore (4/5) dengan walikota Padang.</p>
<p>Dikatakan Ancel &#8211;panggilan akrab Fince Herry&#8211;, dalam pertemuannya dengan Asisten III yang didampingi Kabiro Pemberdayaan Sosial, Pemuda dan Olahraga Setdaprov Sumbar, Drs Kafrawi Bakhtiar dan staffnya itu, gubernur titip pesan agar jalinan kerjasama MU dengan OARS MMU yang telah terjalin puluhan tahun lalu untuk terus dipertahankan. Disamping itu, MU diminta untuk menjaga nama baik Indonesia, khususnya Sumbar dalam melaksanakan ekspedisi dua negara tersebut.</p>
<p>Hal serupa, tambah Ancel, juga disampaikan walikota Padang. Fauzi Bahar dengan antusias mendukung ekspedisi ini dan menyatakan kesiapannya menjadi pelindung kegiatan bersama dengan gubernur Sumbar. Pemko akan men-support sepenuhnya ekspedisi ini, baik secara moril maupun materil.</p>
<p><img alt="Wpe01177" hspace="5" src="http://mapalaunand.com/wp-content/uploads/2007/10/wpe01177-small.jpg" align="left" vspace="5" border="1" />&ldquo;Surat mereka (MU) telah saya disposisi. Saya menyatakan kesediaan untuk menjadi pelindung dalam ekspedisi Mapala Unand itu,&rdquo; tegas Fauzi Bahar saat ditemui koran ini di gedung DPRD Padang seusai pelaksanaan rapat paripurna dewan, Jumat (5/5).</p>
<p>Sedangkan dalam pertemuannya dengan tim pelaksana ekspedisi MU, Fauzi dengan terus terang menyatakan kesalutannya atas kerjasama yang dijalin MU dengan mahasiswa di Malaysia. Dan dia pun mengakui bahwa aktivitas petualangan harus terus dikembangkan MU, karena orang yang suka dengan aktivitas petualangan merupakan seorang yang idealis, cerdas, berkemauan keras dan memiliki daya juang yang tinggi. </p>
<p>Pada kesempatan audiensi dengan Pemprov dan Pemko ini, tim pelaksana ekspedisi mempresentasikan semua persiapan yang telah mereka lakukan. Ancel memaparkan, ekspedisi ini dilakukan dalam rangka memeriahkan HUT Kota Padang ke-337, HUT RI ke-61 dan memperingati Ulang Tahun Emas (Lustrum X) Universitas Andalas. Selain itu, ekspedisi ini dilaksanakan berdasarkan pengalaman dan perjalanan panjang hubungan MU dengan beberapa organisasi pecinta alam dari Malaysia yang telah dirintis sejak tahun 1994, yakni dengan dilakukannya Ekpedisi Putri Mapala Unand ke Gunung Kinabalu, Malaysia pada 1995 silam. </p>
<p>&#8220;Pada saat ini, pihak OARS MMU menginformasikan bahwa kegiatan Carstensz Pyramid Malindo Expedition ini telah didukung pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia. Dan&nbsp; kami sebagai panitia pelaksana telah menyelesaikan semua berkas yang diperlukan, seperti perizinan dan lainnya yang akan diajukan ke pihak berkompeten. Termasuk menyebarkan tawaran sponsorship ke sejumlah sponsor yang ingin bergabung dalam menyukseskan ekspedisi dua negara ini,&#8221; ungkapnya. </p>
<p>Dalam waktu dekat ini, kata Ancel, pihaknya juga berencana melakukan audiensi dengan Kapolda Sumbar dan Danrem 032/WBR guna mengurus perizinan. Jika semua berkas perizinan rampung, pihaknya akan bertolak ke Jakarta guna melanjutkan proses perizinan ke Mabes TNI dan Mapolri serta pemerintah pusat.</p>
<p>Sebelumnya, pada perayaan HUT RI ke-60 pada Agustus 2005 lalu, salah seorang anggota Mapala Unand, Zulfahmi berhasil menapakkan kakinya di Puncak Jaya (4.862 Mdpl). Dia bergabung dengan tim dari STEKPI Jakarta, Mapala UI dan crew Lativi untuk melakukan pendakian ke Puncak Carstensz Pyramid dalam sebuah ekspedisi gabungan bertajuk &ldquo;60 Tahun Merah Putih di Salju Abadi Indonesia&rdquo;. <strong>(max/c)</strong></p>
<p><em>Berita ini telah dimuat di Koran Pagi POSMETRO Padang edisi, Sabtu (6/5).&nbsp;<br /></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mapalaunand.com/info-carstenz/gubernur-dan-walikota-dukung-mu-ke-carstensz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rektor Dukung Mapala Unand</title>
		<link>http://mapalaunand.com/info-carstenz/rektor-dukung-mapala-unand/</link>
		<comments>http://mapalaunand.com/info-carstenz/rektor-dukung-mapala-unand/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Oct 2007 15:33:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maryulis Max</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Carstenz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mapalaunand.com/info-carstenz/rektor-dukung-mapala-unand/</guid>
		<description><![CDATA[Dengan semangat &#8220;MOMENT OF CHANGE&#8221; 50 tahun Universitas Andalas dan &#8220;MAPALA UNAND Go International&#8230;!!!&#8221; yang telah dicetuskan pada 2004 lalu, impian Mapala Unand untuk kembali melakukan ekspedisi ke puncak Carstensz Pyramid telah didepan mata.&#160; Rektor Unand, Prof Dr Ir H Musliar Kasim MS menyatakan dukungan penuhnya terhadap kegiatan prestisius ini. Terlebih lagi ekspedisi tersebut adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="Wpe35198" hspace="5" src="http://mapalaunand.com/wp-content/uploads/2007/10/wpe35198-small.jpg" align="left" vspace="5" border="1" />Dengan semangat &#8220;MOMENT OF CHANGE&#8221; 50 tahun Universitas Andalas dan &#8220;MAPALA UNAND Go International&#8230;!!!&#8221; yang telah dicetuskan pada 2004 lalu, impian Mapala Unand untuk kembali melakukan ekspedisi ke puncak Carstensz Pyramid telah didepan mata.&nbsp; Rektor Unand, Prof Dr Ir H Musliar Kasim MS menyatakan dukungan penuhnya terhadap kegiatan prestisius ini. </p>
<p>Terlebih lagi ekspedisi tersebut adalah kolaborasi dua negara serumpun, Indonesia yang diwakili Mapala Unand dan Malaysia yang diwakili Outdoor Activity and Recreation Society&nbsp; (OARS) dari Multi Media University (MMU) dengan tajuk &#8220;Carstensz Pyramid Malindo Expedition 2006&#8243;. Rencananya akan dilaksanakan pada Juli-Agustus 2006 dengan titik start pendakian di Ilaga, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Ekspedisi ini digelar dalam rangka memeriahkan Lustrum X Universitas Andalas, 13 September 2006.</p>
<p><span id="more-141"></span></p>
<p>Support penuh ini, disampaikan rektor ketika menerima Ketua Mapala Unand, Fansyuri,&nbsp; Ketua Pelaksana Ekspedisi, Fince Herry SSos MSi dan sejumlah anggotanya, Rabu sore (5/4) di ruang kerjanya. Dalam kesempatan itu, Musliar memberikan izin sekaligus mendukung untuk terlaksananya ekspedisi tersebut. Menurutnya, salah satu pilar yang dapat membuat Universitas Andalas semakin dikenal adalah aktivis-aktivis kampus. Oleh karena itu, dia sangat mendukung sekali kegiatan-kegiatan yang dilakukan mahasiswanya yang mengharumkan nama lembaga pendidikan tinggi tertua di luar Pulau Jawa tersebut.</p>
<p><img alt="Wpe35209" hspace="5" src="http://mapalaunand.com/wp-content/uploads/2007/10/wpe35209-small.jpg" align="left" vspace="5" border="1" />Sementara Fince Herry yang ditemui seusai audiensi dengan rektor menyatakan, ekspedisi ini akan dilaksanakan dalam bentuk pendakian dan pendataan Pegunungan Sudirman oleh tim ekspedisi. Ekspedisi ini dilaksanakan berdasarkan pengalaman dan perjalanan panjang hubungan Mapala Unand dengan beberapa organisasi Pecinta Alam dari Malaysia yang telah dirintis sejak tahun 1994, yakni dengan dilakukannya Ekpedisi Putri Mapala Unand ke Gunung Kinabalu, Malaysia. </p>
<p>&#8220;Pada saat ini, pihak OARS MMU menginformasikan bahwa kegiatan Carstensz Pyramid Malindo Expedition ini telah didukung pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia. Dan&nbsp; kami sebagai panitia pelaksana telah menyelesaikan semua berkas yang diperlukan, seperti perizinan dan lainnya yang akan diajukan ke pihak berkompeten. Termasuk menyebarkan tawaran sponsorship ke sejumlah sponsor yang ingin bergabung dalam menyukseskan ekspedisi dua negara ini,&#8221; ungkapnya. </p>
<p>Sementara itu, jelas Fince, untuk persiapan tim Mapala Unand yang terdiri 6 orang personil ini, hingga kini terus melakukan latihan fisik rutin sejak Januari 2006 lalu. Selain itu tim ekspedisi&nbsp; juga akan melakukan training camp di Gunung Talamau selama 2 minggu dan latihan pemanjatan tebing alam di Lembah Harau selama seminggu. </p>
<p>Sebelumnya, pada perayaan HUT RI ke-60 pada Agustus 2005 lalu, salah seorang anggota Mapala Unand, Zulfahmi (MU 168 Cps.) berhasil menapakkan kakinya di Puncak Jaya (4.862 Mdpl). Dia bergabung dengan tim dari STEKPI Jakarta, Mapala UI dan crew Lativi untuk melakukan pendakian ke Puncak Carstensz Pyramid dalam sebuah ekspedisi gabungan bertajuk &ldquo;60 Tahun Merah Putih di Salju Abadi Indonesia&rdquo;. <strong>(max)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mapalaunand.com/info-carstenz/rektor-dukung-mapala-unand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MU Pastikan Ekspedisi ke Carstensz Pyramid</title>
		<link>http://mapalaunand.com/info-carstenz/mu-pastikan-ekspedisi-ke-carstensz-pyramid/</link>
		<comments>http://mapalaunand.com/info-carstenz/mu-pastikan-ekspedisi-ke-carstensz-pyramid/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Oct 2007 15:24:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maryulis Max</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Carstenz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mapalaunand.com/info-carstenz/mu-pastikan-ekspedisi-ke-carstensz-pyramid/</guid>
		<description><![CDATA[TIM&#160;Advance Ekspedisi Puncak Carstensz, Papua, Mapala Unand memastikan untuk melakukan pendakian puncak tertinggi di Indonesia, bersamaan dengan peringatan Lustrum ke-&#160;10 (Ulang tahun emas ke-50) Universitas Andalas (Unand) pada September 2006 mendatang.&#160; Kepastian ekspedisi puncak Carstensz untuk kedua kalinya ini ditegaskan Ketua Tim Advance Mapala Unand, Marwandi (MU 001 Anr.), kepada PADANG EKSPRES setibanya di Padang, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="Papua ekspedition (20)" hspace="5" src="http://mapalaunand.com/wp-content/uploads/2007/10/papua-20ekspedition-20-2820-29-small.jpg" align="left" vspace="5" border="1" />TIM&nbsp;Advance Ekspedisi Puncak Carstensz, Papua, Mapala Unand memastikan untuk melakukan pendakian puncak tertinggi di Indonesia, bersamaan dengan peringatan Lustrum ke-&nbsp;10 (Ulang tahun emas ke-50) Universitas Andalas (Unand) pada September 2006 mendatang.&nbsp;</p>
<p>Kepastian ekspedisi puncak Carstensz untuk kedua kalinya ini ditegaskan Ketua Tim Advance Mapala Unand, Marwandi (MU 001 Anr.), kepada PADANG EKSPRES setibanya di Padang, Rabu (08/03/2006). Tim advance Mapala Unand tersebut melakukan survei sejak Sabtu bulan lalu (25/02/2006).</p>
<p><span id="more-138"></span></p>
<p>Kepastian Tim Ekspedisi Mapala Unand itu, jelas alumni Ekonomi Unand ini , sekaligus sebagai tim&nbsp; ekspedisi pertama yang melakukan pendakian Puncak Carstensz melalui jalur Puncak Jaya, selama kurun waktu hampir dua dasarwasa. Selain jarang dan sulitnya medan yang bakal ditempuh, jalur ini juga ditakuti para pendaki dunia karena dikenal sebagai sarang pemberontak Organisasi Papua Merdeka (OPM). Seperti diketahui, biasanya pendaki lain lebih memilih jalur safety (aman, Red) melalui pertambangan PT Freeport yang rutenya mudah dan singkat. </p>
<p><img alt="Papua ekspedition (5)" hspace="5" src="http://mapalaunand.com/wp-content/uploads/2007/10/papua-20ekspedition-20-285-29-small.jpg" align="left" vspace="5" border="1" />&rdquo;Namun dari survei di lokasi, kami tekadkan Ekspedisi Puncak Carstensz Mapala Unand akan menempuh jalur ini. Bayangan akan ganasnya OPM, insya Allah tidak ada lagi. Ini dibuktikan dengan sambutan warga setempat yang ramah dan antusias terhadap pendatang, khususnya para pendaki yang menaklukkan puncak tertinggi ke tujuh di dunia ini,&rdquo; jelas Marwandi. </p>
<p>Bupati Puncak Jaya, Elieser Renmaur kepada Tim Advance Ekspedisi Mapala Unand ini mengaku bahwa sejak berkurangnya minat para pendaki dunia yang ingin menjelajahi Puncak Carstensz Pyramid, berdampak pada geliat ekonomi masyarakat maupun daerah. Atas realitas itu, Bupati Eliser ini membuka diri kepada para pencinta alam di Tanah Air, agar tidak lagi takut untuk berkunjung ke daerahnya. Baik itu untuk melakukan pendakian, penelitian, maupun sekedar menikmati wisata alam. </p>
<p>&rdquo;Bagaimana tidak, biasanya para pendaki inilah yang memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat yang miskin, primitif. Tapi sejak maraknya OPM, harapan akan tibanya para pencinta alam ke daerahnya, mulai sirna. Makanya, Bupati Eliser menjamin keamanan untuk melakukan pendakian Puncak Carstensz melalui Puncak Jaya. Dia bilang, OPM itu sekarang tidak ada lagi,&rdquo; jelas Marwandi mengutip pembicaraannya dengan Bupati Elieser. <strong>(nsr)</strong> </p>
<p><em>Berita ini pernah dimuat di Harian PADANG EKSPRES edisi Kamis, 9 Maret 2006</em>. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mapalaunand.com/info-carstenz/mu-pastikan-ekspedisi-ke-carstensz-pyramid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MU Kembali Bidik Puncak Carstensz</title>
		<link>http://mapalaunand.com/info-carstenz/mu-kembali-bidik-puncak-carstensz/</link>
		<comments>http://mapalaunand.com/info-carstenz/mu-kembali-bidik-puncak-carstensz/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Oct 2007 15:19:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maryulis Max</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Carstenz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mapalaunand.com/info-carstenz/mu-kembali-bidik-puncak-carstensz/</guid>
		<description><![CDATA[BERSEMPENA&#160;dengan peringatan Lustrum&#160;X (Ulang tahun emas ke-50) Universitas Andalas (Unand) pada September 2006 mendatang, Mapala Unand menyiapkan gawe sendiri untuk membawa nama besar almamaternya itu ke puncak tertinggi di Indonesia. Mereka berencana menggelar pendakian akbar ke puncak Carstensz Pyramid (4.884 Mdpl) di Provinsi Papua. Jika jadi, maka ini adalah untuk kedua kalinya organisasi mahasiswa pecinta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="Papua ekspedition (10)" hspace="5" src="http://mapalaunand.com/wp-content/uploads/2007/10/papua-20ekspedition-20-2810-29-small.jpg" align="left" vspace="5" border="1" />BERSEMPENA&nbsp;dengan peringatan Lustrum&nbsp;X (Ulang tahun emas ke-50) Universitas Andalas (Unand) pada September 2006 mendatang, Mapala Unand menyiapkan gawe sendiri untuk membawa nama besar almamaternya itu ke puncak tertinggi di Indonesia. Mereka berencana menggelar pendakian akbar ke puncak Carstensz Pyramid (4.884 Mdpl) di Provinsi Papua. Jika jadi, maka ini adalah untuk kedua kalinya organisasi mahasiswa pecinta alam itu melakukan pendakian ke salah satu puncak tertinggi di 7 benua tersebut.</p>
<p><span id="more-135"></span></p>
<p>Keseriusan Mapala Unand untuk kembali ke Carstensz telah dijajaki dengan langsung melakukan survey dan mengurus perizinan ke pemerintah Kabupaten Puncak Jaya pada Sabtu pekan lalu (25/02/2006). Tim Advance yang terdiri dari 3 anggota penuh Mapala Unand yang dipimpin Marwandi SE Akt (MU 001 Anr.), telah menyampaikan niat organisasinya secara langsung kepada Bupati Puncak Jaya,&nbsp; Elieser Renmaur. Bupati menyambut positif dan menantang Mapala Unand untuk mewujudkan rencananya itu. Pasalnya pendakian ke Carstensz via Puncak Jaya, sangat jarang dilakukan pendaki mengingat sulitnya medan yang bakal ditempuh. Biasanya pendaki lain lebih memilih jalur safety (aman-red) melalui pertambangan PT Freeport yang rutenya mudah dan singkat.</p>
<p>&ldquo;Pemkab setempat menyambut baik rencana itu. Dengan adanya rencana pendakian Mapala Unand ini, sedikit banyaknya akan membantu ekspos potensi Kabupaten Puncak Jaya khususnya potensi wisata petualangan daerah itu ke masyarakat Sumatera Barat. Pada intinya mereka sangat antusias dengan program Mapala Unand ini dan meminta kami segera menyelesaikan pengurusan perizinan serta persyaratan administrasi lainnya,&rdquo; ucap Marwandi ketika dihubungi POSMETRO via Ponselnya, Rabu (01/03/2006).</p>
<p><img alt="Papua ekspedition (8)" hspace="5" src="http://mapalaunand.com/wp-content/uploads/2007/10/papua-20ekspedition-20-288-29-small.jpg" align="left" vspace="5" border="1" />Sementara itu, Ketua Mapala Unand, Fansyuri (MU 166 Cps.) didampingi Aldian (MU 018 Krn.) yang ditemui terpisah menyebutkan, pihaknya benar-benar serius untuk mewujudkan pendakian ke Carstensz&nbsp; ini. Guna mencapai impian tersebut, pengurus Mapala Unand telah melakukan training centre (pemusatan latihan-red) di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) kampus Unand Limau Manih bagi seluruh anggota Mapala Unand yang berminat menjadi anggota tim ekspedisi ke puncak Carstensz. Mereka digenjot latihan sejak awal Februari lalu dan beberapa kali simulasi ke gunung-gunung di Sumbar. </p>
<p>Sekitar puluhan anggota Mapala Unand yang masih aktif (terdaftar sebagai mahasiswa-red) dan anggota pasca kepengurusan (telah menamatkan studinya di Unand-red) dilatih fisik dan mentalnya oleh pelatih dari internal Mapala Unand guna meningkatkan endurance-nya (ketahanan fisik-red). Tidak hanya itu, Sabtu pekan lalu mereka pun diperiksa kesehatannya oleh tim medis untuk diperiksa fisik dan kapasitas maksimum paru-paru mereka dalam menyedot oksigen (Volume O2 maximum/VO2 Max).</p>
<p>&ldquo;Tidak hanya di Padang, anggota Mapala Unand yang berada di Jakarta pun berminat untuk dipilih sebagai tim ekspedisi Carstensz ini. Mereka berlatih setiap Sabtu dan Minggu di Senayan yang dikoordinir salah seorang anggota Mapala Unand yang berdomisili di sana. Anggota yang dianggap layak untuk menjadi tim ekspedisi, baik yang berada di Padang maupun di daerah lain, akan diseleksi terlebih dahulu. Setelah itu baru terpilih sekitar 10 nominator yang akan disusutkan kembali menjadi beberapa orang saja untuk berangkat ke Carstensz,&rdquo; jelas mahasiswa Fakultas Sastra Unand tersebut.</p>
<p>Sebelumnya, pada perayaan HUT RI ke-60 pada Agustus 2005 lalu, salah seorang anggota Mapala Unand, Zulfahmi (MU 168 Cps.) berhasil menapakkan kakinya di Puncak Jaya (4.862 Mdpl). Dia bergabung dengan tim dari STEKPI Jakarta, Mapala UI dan crew Lativi untuk melakukan pendakian ke Puncak Carstensz Pyramid dalam sebuah ekspedisi gabungan bertajuk &ldquo;60 Tahun Merah Putih di Salju Abadi Indonesia&rdquo;. <strong>(max)</strong></p>
<p><em>Berita ini pernah dimuat di Koran Pagi POSMETRO PADANG edisi Kamis, 2 Maret 2006 dan Harian PADANG EKSPRES edisi Jumat, 3 Maret 2006.</em> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mapalaunand.com/info-carstenz/mu-kembali-bidik-puncak-carstensz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puncak Salju Hutan Tropis Indonesia</title>
		<link>http://mapalaunand.com/info-carstenz/puncak-salju-hutan-tropis-indonesia/</link>
		<comments>http://mapalaunand.com/info-carstenz/puncak-salju-hutan-tropis-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Oct 2007 15:11:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maryulis Max</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Carstenz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mapalaunand.com/info-carstenz/puncak-salju-hutan-tropis-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[IA&#160;tampak tegar dan kokoh berdiri menjulang tinggi menembus batas langit Indonesia. Lapisan salju abadi yang menghampar luas menyelimutinya, membuat Carstensz Pyramid tampil semakin menawan, memancarkan segala perbedaan dan kesejukan yang hanya dapat kita temui di atap Indonesia tersebut, Ya atap Indonesia, karena tidak ada lagi tempat yang lebih tinggi dari puncaknya. Hembusan angin berhawa dingin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="Scan0040" hspace="5" src="http://mapalaunand.com/wp-content/uploads/2007/10/scan0040-small.jpg" align="left" vspace="5" border="1" />IA&nbsp;tampak tegar dan kokoh berdiri menjulang tinggi menembus batas langit Indonesia. Lapisan salju abadi yang menghampar luas menyelimutinya, membuat Carstensz Pyramid tampil semakin menawan, memancarkan segala perbedaan dan kesejukan yang hanya dapat kita temui di atap Indonesia tersebut, Ya atap Indonesia, karena tidak ada lagi tempat yang lebih tinggi dari puncaknya. </p>
<p>Hembusan angin berhawa dingin sesekali bertiup memecahkan kebekuan suasana. Lapisan udara yang beroksigen tipis jelas menandakan daerah ini merupakan bentukan dari relief bumi yang berada pada daerah tinggi ribuan meter dari permukaan laut. Salju abadi seolah mutiara putih yang menyibak cakrawala angkasa yang tak pernah absen setiap waktu ini terdapat di pelosok paling timur negeri ini, Papua.&nbsp;</p>
<p><span id="more-132"></span></p>
<p>Memasuki hutan tropis Papua membawa fantasi kita pada pepohonan yang berdiameter lebar dengan kerapatan yang tinggi. Akar-akar pohon besar menggelantung seakan-akan mendekorasi hutan yang segaris tampak dibingkai oleh tanaman lumut dan paku-pakuan. Warna hijau monoton ini yang hanyalah perhiasan kecil yang memagari kawasan Pegunungan Sudirman, yang berdiri megah dengan rangkaian puncak-puncaknya yang menjadi fenomenal dengan lapisan salju di atasnya. Sebuah pemandangan alam yang luar biasa mengagumkan. </p>
<p>Di negeri kita yang dilalui garis khatulistiwa ini, kita hanya mengenal dua musim saja yaitu musim hujan dan musim kemarau. Sehingga kita tidak pernah merasakan adanya musim semi atau musim dingin seperti yang sering dialami di negara-negara lain. Menyaksikan adanya salju di Indonesia tentunya sesuatu yang mustahil untuk bisa dimengerti. Namun fenomena alam pun berkata lain. Ya, ternyata daerah tropis Indonesia memiliki titik yang diselimuti lapisan salju. Carstenz Pyramid (4884 mdpl) adalah salah satu puncak yang bersalju tersebut. Puncak tertinggi di Asia Tenggara dan Pasifik ini terletak di rangkaian Pegunungan Sudirman. Puncak ini terkenal tidak hanya karena tingginya, tetapi juga karena terdapat lapisan salju di puncaknya. Lapisan salju ini seakan-akan menyelimuti puncak Carstensz dan memanjakannya sepanjang tahun. </p>
<p>Pemberian nama Carstenz Pyramid sendiri diilhami oleh nama seorang Kapten kapal kecil Belanda (1629), Jan Carstenz, yang kala itu sedang melewati laut di sebelah selatan Papua. Dengan seksama, ia menyaksikan pemandangan alam di sekitarnya. Dan tampak dari kejauhan lapisan salju di sekitar puncak gunung. Pengalaman ini kemudian diabadikan dalam catatan perjalanannya. Ketika berita ini tersebar di daratan Eropa, banyak orang yang tidak percaya dan menyangsikan keberadaan salju di khatulistiwa seperti yang dilaporkan oleh Jan Carstenz. Namun pada tahun 1899 tim ekspedisi Belanda yang memetakan wilayah Papua menemukan kebenaran laporan Jan Carstenz yang dibuat hampir tiga abad ekspedisi ini dilakukan. Maka sebagai penghargaan atas jasanya, dinamakanlah wilayah glacier ini dengan nama Puncak Carstenz. Sementara tambahan kata pyramid disebutkan untuk puncak tertingginya karena bentuk puncaknya yang menyerupai pyramid. </p>
<p>Lapisan salju yang menyelimuti permukaan puncak Carstensz bisa menyebabkan suhu udara di sini mencapai hingga 2 derajat Celcius. Bisa dibayangkan dinginnya, dengan suhu minus ini air dalam suhu kamar akan segera merubah wujud ketika mendekati suhu titik bekunya. Fenomena terbentuknya salju di wilayah khatulistiwa ini disebabkan oleh kondensasi uap air yang melewati daerah yang bertekanan udara rendah serta suhu yang dingin. Hal ini menyebabkan terbentuknya kristal-kristal es yang berjatuhan hampir sepanjang tahun. </p>
<p>Dinding terjal serta batu-batuan cadas yang keras merupakan gambaran kondisi fisik penampilan Carstenz. Melintasi medan yang sulit ditambah dengan hawa dingin serta persedian oksigen yang tipis tidak jarang membuat pendaki yang mencoba mengadu nyali sangat kewalahan hingga harus berakhir gagal Tidak hanya itu, untuk bisa mencapai puncak Carstenz pyramid ini selain dibutuhkan perlengkapan yang memadai juga diperlukan skill mountaineering yang baik serta kondisi fisik yang kuat. Karena nantinya kita akan merayap di medan yang curam dengan permukaan yang licin akibat lapisan es. Setiap genggaman yang membebani pegangan tangan harus pasti dan posisi kaki yang menempel di jalur harus diperhitungkan secara matang. Sebab sedikit saja kesalahan dalam mengambil langkah akan mengganggu keseimbangan gerakan dan berarti nyawa dipertaruhkan. </p>
<p><strong>Satu dari Tujuh Seven Summit Dunia</strong> </p>
<p>Untuk bisa mendapatkan akses menuju Puncak Carstenz, kita harus melalui birokrasi perizinan yang rumit. Hal ini dibuat memang tampak disengaja mengingat kondisi keamanan di daerah ini yang cukup rawan konflik. Paling tidak untuk menuju ke sana, kita harus mengantongi izin untuk bisa memasuki wilayah PT. Freeport Indonesia. Artinya memang tidak sembarang orang bisa memasuki wilayah ini, dan hanya diperbolehkan untuk kepentingan-kepentingan tertentu saja. Namun ketika sudah mengantongi izin dari PT. Freeport Indonesia, maka segala akses untuk menuju ke sana akan lebih mudah. </p>
<p>Perjalanan dapat dimulai dari Timika, dengan menaiki bus menuju ke Tembaga Pura. Di sini kita masih dapat menjumpai perumahan penduduk dan beberapa pusat keramaian. Kemudian dilanjutkan dengan trem ke Grassberg di kawasan pertambangan Freeport. Daerah ini sudah cukup terisolir, karena selain orang-orang perusahaan, penduduk sipil tidak boleh bermukim di sini. Setelah itu dilanjutkan dengan bus ke Zebra Wall.&nbsp; </p>
<p>Daerah ini dinamakan demikian karena persis di tempat terdapat dinding tebing yang bercorak hitam putih seperti zebra. Selanjutnya perjalanan menuju basecamp terakhir, lembah danau-danau, sebelum pendakian dengan berjalan kaki sekitar 4,5 jam. Di lembah ini biasanya pendaki bisa beristirahat dengan mendirikan tenda. Lembah Danau-Danau inilah yang dijadikan sebagai titik start pendakian menjejali langkah demi langkah menuju puncak yang menawarkan suatu kepuasan batin bagi pendaki. </p>
<p>Ya, meski kita kita tidak akan pernah mendapati musim salju, tetapi kita telah memiliki puncak bersalju tertinggi di lempeng Autralasia. Puncak yang juga terdaftar sebagai salah satu dari tujuh puncak benua (Seven Summits) yang sangat fenomenal dan menjadi incaran pendaki gunung di berbagai belahan dunia. </p>
<p>Suatu kebanggaan bagi kita memiliki kekayaan alam yang berlimpah ruah. Dan kita sebagai putra bangsa sudah seharusnyalah lebih mengenal dan menguasai alam serta watak ibu pertiwi kita. Karena kita adalah putra Indonesia yang akan mewariskan kekayaan alam ini kepada anak cucu kita nantinya kelak. Semoga. <strong>(Fauzan Gusti Wardhana-Mapala Unand)</strong> </p>
<p><em>Tulisan ini pernah dimuat di Harian PADANG EKSPRES edisi Minggu, 27 November 2005.</em> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mapalaunand.com/info-carstenz/puncak-salju-hutan-tropis-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

