FAJAR baru saja menyingsing. Permukaan tanah di depan tenda terlihat kuyup. Rupanya hujan yang mengguyur semalaman, membuat tanah lembab dan beberapa bagian tergenang air. Uring-uringan rasanya saat berada di luar tenda. Ingin rasanya kembali tidur, menarik sleeping bag, duh.. hangatnya.
Eiit tunggu dulu. Hanya berjarak sekitar lima meter dari tenda, gemericik air terdengar jelas. Hujan yang mengguyur tadi malam rupanya membuat debit air bertambah beberapa sentimeter. Alhasil, arusnya bertambah kuat dan bunyinya terdengar bising sampai ke tenda.
Inilah saat yang ditunggu-tunggu. Arung jeram. Ya, dengan debit air yang cukup tinggi, memungkinkan kami memacu adrenalin di derasnya jeram. Apalagi, saat itu matahari memperlihatkan cahayanya yang benderang. “Tunggu apalagi,” ucap Miko yang menjadi koordinator tim ketika itu. more »

“Darimana nak?” sapaan ramah penduduk siang itu (Kamis, 12/02/09) ketika kami menginjakkan kaki di kota kecil Ujung Gading, tepatnya di Kabupaten Pasaman Barat. Maklum logat bicara kami yang minang banget, beda jauh sama penduduk setempat yang didominasi orang-orang Mandahiling (salah satu marga dari Sumatera Utara).
Lebih kurang tiga jam perjalanan yang dibutuhkan dari Padang hingga Padang Laweh, Kab. Sijunjung dengan menggunakan mobil carteran. Dari sini perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak dengan lebar sekitar satu meter selama lebih kurang dua jam hingga mencapai Nagari Sisawah. Itulah yang dilakukan oleh Anggota Muda MAPALA UNAND pada pemantapan divisi caving pada hari Kamis (28 May 2009) kemaren sebelum tiba di lokasi pemantapan.
