Archive for the Category » Artikel MU «

Fitri Yanti, Bintang Aktivis Kampus dari MAPALA UNAND

Fitri Yanti Saat Menerima Penghargaan Bintang Aktivis Kampus

Salah seorang anggota MAPALA UNAND, Fitri Yanti, berhasil menjadi Bintang Aktivis Mahasiswa dan mendapatkan mendali khusus dari Unand. Universitas Andalas menganugerahi 14 sarjana baru sebagai Bintang Aktivis Mahasiswa dalam acara perayaan Wisuda Unand, Sabtu, 30/11/2013 lalu. Ke 14 mahasiswa tersebut merupakan perwakilan dari dari BEM Fakultas Kedokteran, UKM Andalas Sinematografi, DPM KM Unand, UKM Genta Andalas, UKM Pikmag, UKM FKI Rabbani, UKM Mapala, UKM Unit kegiatan seni, dan UKM PHP.

Fitri merupakan mahasiswi Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas angkatan 2009. Lahir di Kurnia, Sungai Rumbai 25 Februari 1991. Ia bergabung dengan MAPALA UNAND melalui Pendidikan Dasar Mapala Unand tahun 2009. Minatnya terhadap kegiatan alam bebas, menjadikan Fitri atau yang biasa dipanggil ‘Macho’ memilih MAPALA UNAND untuk mengembangkan hobinya.

Pilihan Fitri ini ternyata tidaklah salah. Minat dan bakat yang telah dimilikinya semakin terasah sejak bergabung. Terbukti berbagai macam prestasi dalam kegiatan alam bebas berhasil diraihnya. Beberapa torehan prestasi yang dicapai Fitri diantaranya; lomba Lintas Alam tingkat Nasional Tim Putri di Solok-Padang dan meraih juara 2, Juara 2 Lomba Lintas Alam tingkat Nasional di Lampung (tim putri), dan meraih juara 1 lomba lintas alam tim putri di Solok tahun 2013. Dalam hal organisasi, Fitri juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Mapala Unand periode 2011/2012. Selain menjadi pengurus, Fitri juga aktif dalam setiap kepanitiaan kegiatan internal maupun eksternal yang dilakukan oleh MAPALA UNAND. Fitri juga dipercaya menjadi pemateri Kesehatan Lapangan pada setiap kegiatan pendidikan Mapala Unand dan menjadi pemateri Navigasi Darat untuk HET Fakultas Kedokteran Unand tahun 2010. more »

KOPASUS dan MAPALA UNAND (Ekspedisi Bukit Barisan di Gunung Singgalang)

Dasar pemikiran TNI-AD dalam ekspedisi bukit barisan adalah menjadi pioneer dalam mempersatukan anak bangsa dan mewujudkan rasa cinta tanah air, bangsa dan Negara dengan mendata, meneliti dan menelusuri secara langsung di lapangan segala potensi, keanekaragaman serta kerawanan yang ada di dalam pulau Sumatra dengan menyelenggarakan masyarakat setempat beserta elemen yang terkait. Ekspedisi ini berlangsung selama 5 bulan, dari bulan Maret hingga Agustus nanti. Daerah ekspedisi meliputi gunung leuser di aceh, sinabung di Sumatra utara, singgalang di Sumatra Barat, gunung kerinci di Jambi, seubat dan dempo di Bengkulu, dan gunung tanggamus di Lampung. more »

Category: Artikel MU  4 Comments

Gunung Singgalang, Gunung Eksotis Pemberi Kedamaian

Inilah duniaku… Menyepi dari hiruk pikuk kota, meninggalkan kebisingan serta polusi yang kuhirup tiap tiap aku bernafas. Ketenangan hadir ketika menikmati secangkir kopi ditemani sepotong sandwich dalam balutan jaket merah kesayanganku. Begitu nyaman bangun dari lelap sisa kelelahan perjalanan kemaren sore. Pemandangan pagi menampilkan keangkuhan Gunung Merapi begitu  kokoh terlihat dari jelas pintu tenda… Ya, aku mencintai suasana ini. Begitu sejuk, begitu indah dan begitu menenangkan.

Hari ini (22/1/11), dengan canda tawa tim pendakian. Aku menapakkan kaki, menginjak dan berusaha menggapai atap penyangga langit Minangkabau. yaitu salah satu puncak dari rangkaian Tri Arga (Gunung Merapi – Gunung Singgalang – Gunung Tandikek) yaitu Gunung Singgalang. Alternative pelepas penat dan kejenuhan setelah disibukkan oleh rutinitas perkuliahan dan kegiatan organisasi yang melelahkan. more »

Category: Artikel MU  6 Comments

Kepulauan Mentawai: Selancar Kelas Dunia

Kepulauan Mentawai merupakan sebuah kabupaten baru di Propinsi Sumatera Barat. Kabupaten Mentawai berdiri pada tahun 1999 dan berada pada jarak sekitar 135 km dari lepas pantai barat Pulau Sumatera, yang bisa ditempuh 6 – 10 jam perjalanan laut dari kota Padang. Kabupaten seluas 601 km² ini didiami oleh 64.235 jiwa yang sebagian besar adalah masyarakat asli. Kepulauan Mentawai terdiri dari 213 pulau dengan 4 pulau utama yaitu Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan. Beribukota di Tua Pejat, Kabupaten Mentawai terbagi menjadi 4 kecamatan dan 40 desa.

Hingga saat ini, sebagian besar wilayah daratan Kepulaun Mentawai masih berupa hutan. Karena telah melalui sejarah geologis yang panjang, Mentawai memiliki beberapa spesies endemik yang dilindungi. Tercatat ada duapuluh spesies endemik yang hidup di kepulauan ini. Empat diantaranya adalah primata, yaitu Simakobu atau monyet ekor babi (Simias concolor), Bilou atau siamang kerdil (Hylobates klossii), Joja atau lutung Mentawai (Presbytis potenziani), Bokkoi atau beruk Mentawai (Macaca siberut).

Untuk melindungi keberadaan berbagai spesies endemik tersebut, setengah bagian wilayah Mentawai telah ditetapkan sebagai Taman Nasional Siberut. Keberadaan Taman Nasional dan hutan hujan yang asri di kepulauan ini secara langsung mendukung berbagai kehidupan di pantai dan laut, termasuk sektor pariwisata. Selama ini, banyak turis yang datang untuk menikmati berbagai atraksi di wilayah pantai yang juga sangat terkesan akan keaslian dan keasrian hutan Mentawai. more »

Pulau Cingkuak Nan Menawan Hati

Mengamati keindahan bawah air...

Mungkin semua pembaca pernah mendengar tentang Pulau Cingkuak, (khususnya warga sumatra barat). Pulau ini terkenal dengan keindahan pemandangannya, pasirnya yang putih (nggak kalah dengan pulau bali kok), biota bawah lautnya yang masih asri, serta terumbu karangnya masih terawat dengan alami. Ada pula beberapa nyiur yang melambai yang menambah keindahan Pulau Cingkuak. Serta, cagar budayanya yang melambangkan keganasan penjajah Portugis pada negara kita Indonesia.

Geografis Pulau Cingkuak

Secara geografis, Pulau Cingkuak terletak pada Kanagarian IV Jurai, Kota Painan. Painan merupakan sebuah kota kecil di Sumatera Barat.  Yang rata-rata penduduknya bermatapencarian sebagai nelayan, petani, serta sebagian keci sebagai pegawai negri sipil. Kota Painan juga merupakan ibukota dari Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Painan dilintasi oleh Jalan Raya Lintas Sumatera bagian Barat. Menurut sejarahnya Kota Painan, pada tahun 1523 di Painan sudah berdiri sebuah surau yang merupakan sebuah lembaga pendidikan agama di Minangkabau. Pada abad 16 ini pula, Pulau Cingkuak di Painan menjadi pelabuhan kapal international yang berjaya sebagai Pelabuhan Emas Salido. more »