PETUALANGAN MELINTASI PERUT BUMI (Gua Sisawah)
BERPETUALANG di alam bebas selalu memberikan kesenangan tersendiri bagi siapa saja yang ingin melakukannya. Kesenangan tersebut didapat dari keindahan pemandangan dan tantangan yang berhasil kita lewati pada setiap medan petualangan tersebut. Beberapa waktu yang lalu penulis kembali membuktikan dengan merasakan serunya melintasi medan petualangan perut bumi di Sisawah, kabupaten Sawahlunto Sijunjung, Sumatera Barat. Petualangan di kedalaman perut bumi ini ternyata belum terlalu memasyarakat. Ini dibuktikan dengan minimnya pengetahuan masyarakat tentang kegiatan penelusuran gua ini.
SUDAH menjadi watak manusia untuk diakui keberadaannya oleh manusia lain dengan berbagai macam cara. Dari masa kanak-kanak kita sudah dilatih untuk menunjukkan diri agar diakui oleh keluarga. Hal ini terus berlanjut sampai dewasa dimana kita ingin diakui oleh lingkungan pergaulan. Sepanjang hal tersebut masih bersifat positif, maka ‘unjuk gigi’ bisa diterima dan akan membuahkan pujian. Namun apabila sudah mengarah pada perbuatan negative, maka akan ada pihak yang merasa dirugikan. Walau terkadang ini tidak disadari oleh si pelaku yang memang ngga mau tau.
Sudah pernah naik Gunung? Kalau belum, jangan sampai lupa memasukkan Gunung Marapi sebagai salah satu target pendakian. Gunung yang memiliki ketinggian 2891 mdpl (meter diatas permukaan laut) ini selalu menjadi tujuan bagi pendaki yang berasal dari dalam maupun dari luar Sumatera Barat. Karenanya, Gunung ini jadi terkenal setelah Gunung Kerinci yang merupakan Gunung tertinggi di Pulau Sumatera.
Semenjak Tanah Rencong Nanggroe Aceh Darussalam dilanda gempa bumi yang menimbulkan tsunami pada 26 Desember 2004 silam, sudah banyak bencana alam beruntun yang meluluhlantakkan Nusantara tercinta. Dan yang paling baru salah satunya adalah gempa yang menghoyak Ranah Minang pada 6 Maret 2007 lalu. Gempa yang sampai hari ini masih menyisakan banyak luka dan derita, serta setumpuk persoalan yang tak kunjung terselesaikan. Hampir serupa seperti kejadian bencana yang lainnya , di minggu-minggu pertama hingga sekitar sebulan paska kejadian. Begitu banyak orang dari berbagai macam lembaga entah itu politik atau non politik, pemerintah atau non pemerintah, berduyun-duyun datang mengunjungi lokasi bencana walaupun terkadang hanya sekedar membawa sekardus indomie dan diiringi oleh sekelompok jurnalis cetak atau elektronik, yang kemudian akan membuat ekspose sedemikian rupa keruang-ruang publik di seantero negeri.
SUDAH pernah berarung jeram? Kalau belum, tidak ada salahnya anda mencoba olahraga ekstrim yang satu ini. Olahraga ini memang lumayan berbahaya, karenanya tidak sedikit orang yang menjadi korban dan menemui ajalnya ditelan keganasan jeram-jeram sungai. Namun kegiatan ini tidak berkurang peminatnya, malah di beberapa daerah, arung jeram menjadi komoditi pariwisata yang menjanjikan. Setiap orang dari anak-anak sampai dewasa dapat mencoba berarung jeram dengan membayar Rp150.000 s/d Rp300.000 dengan lama pengarungan yang dapat dipilih sendiri oleh wisatawan. Tentunya semua resiko dapat diminimalisir dengan menggunakan safety procedure yang benar dan mengikuti arahan dari pemandu profesional.