Kalender

December 2008
M T W T F S S
« Aug    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Kategori

Free Web Hosting with Website Builder

Recent Comments

Meretas Kembali Jalur Singgalang-Tandikek

October 1st, 2007

Tim pengiring Srk 3DI usianya yang ke-21, MAPALA UNAND resmi memiliki angkatan ke-17, dengan nama angkatan Snorkle atau yang disingkat dengan Srk. Angkatan ke-17 ini terdiri dari 3 orang Anggota Tanpa Register Mapala Unand (ATR-MU) jebolan PDM XV tahun 2004 dan 1 orang ATR-MU jebolan PDM XIV tahun 2003 yakni; Heru Dahnur (MU 173 Srk.) dari Fakultas Sastra ‘03, Febri Nanda (MU 174 Srk.) dari Fakultas Ilmu Sosial Politik ‘02, Fadli Dharma Putra (MU 175 Srk.) dari Politeknik ‘02 dan Heru Mega Saputra (MU 176 Srk.) dari Fakultas Peternakan ‘04. Ceremonial pelantikan Snorkle ini dilaksanakan di Area Wisata Camping Ground Anai Resort II, Sabtu 25 Februari 2006 kemarin.

Sebelum pelaksanaan pelantikan tersebut, mereka harus melakukan perjalanan pada jalur Singgalang- Tandikek dengan melewati titik-titik yang telah ditentukan dengan didampingi Tim Pengiring yakni: Juprial SE (MU 126 Crp.), Hanif putra A.Md (MU 146 Clm.), Gusti Handra SS (MU 155 Ptn.), Fauzan Gusti Wardana (MU 169 Wsl.) dan Alde Maulana (MU 173 Wsl.).

Tim pengiring Srk 2Perjalanan ini dimulai pada Rabu, 22 Februari 2006 lalu. Tim berangkat dari Kantor MAPALA UNAND sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung menuju Koto Baru dengan menaiki bus jurusan Padang-Bukittinggi. Sesampainya di Koto Baru pada pukul 14.10 WIB, perjalanan langsung menuju Desa Tanjung yang merupakan titik awal pergerakan dengan menggunakan angkutan desa.

Dari desa ini perjalanan dilanjutkan menuju tower stasiun televisi di kaki Gunung Singgalang dengan jalan kaki lebih kurang sejauh 4 km. Hamparan ladang tebu di sepanjang jalan, ditambah dengan aktivitas penduduk membuat gula dengan cara tradisional, menjadi pemandangan yang menarik untuk dinikmati. Sekali-kali, tampak dari kejauhan panorama Kota Bukittingi pada beberapa bagian perjalanan. Dengan kondisi seperti ini, berjalan pada jalan bebatuan yang berlubang-lubang, tidak begitu terasa melelahkan. Akhirnya tim sampai di tower dan memutuskan untuk istirahat sejenak sembari memasak teh untuk menghangatkan badan.

Baru pada pukul 18.35 WIB, kami mulai melakukan pendakian. Semak belukar yang ada di sepanjang jalan mengganggu pergerakan tim. Pada lokasi ini, adakalanya kami harus merangkak bahkan merayap. Kondisi ini akan ditemui kira-kira sampai di ketinggian 1.700 mdpl. Pada pukul 20.17 WIB, kami istirahat lagi dekat sumber air pertama untuk memasak makan malam. Selesai pada pukul 21.45 WIB, kami kembali melanjutkan perjalanan. Setelah berjalan berjam-jam, akhirnya kami sampai di cadas Singgalang pada pukul 02.12 WIB, lalu tim memutuskan untuk mendirikan tenda dan bermalam di sana.

Malam itu langit kelihatan cerah berbintang, tak ada badai yang begitu kencang, hingga cuaca malam itu tak terasa begitu dingin. Akhirnya kami dapat tidur lelap hingga pagi esoknya.

Tim pengiring Srk 1Sinar matahari mulai menyinari cadas Gunung Singgalang sekitar pukul 06.00 WIB. Semua anggota tim telah terbangun dan bersiap-siap untuk berjalan menuju puncak Gunung Singgalang 2.877 mdpl (meter dari permukaan laut). Lama perjalanan dari cadas menuju puncak kurang lebih satu jam. Sesampainya di puncak Singgalang, tepatnya di tepi Telaga Dewi, tim kembali mendirikan tenda untuk beristirahat hingga esok harinya.

Suasana di puncak amatlah menyenangkan. Lokasi camp yang nyaman dan sumber air yang cukup membuat kita betah berlama-lama di sana. Di sini semua anggota tim melakukan aktivitasnya masing-masing. Mulai dari masak-memasak, hunting photo, sampai berenang di dingninya air Telaga Dewi. Aktivitas ini berlangsung sampai tengah hari sembari menikmati pemandangan dan sejuknya udara puncak.

Pada Jumat pagi sekitar pukul 08.30 WIB, perjalanan ke Gunung Tandikek kembali dilanjutkan. Pergerakan ini menuju arah selatan dengan mengikuti stringtack yang sudah ada sampai ke Telaga Kumbang. Ini merupakan jalur yang dirintis Anggota Muda MAPALA UNAND pada tahun 1998.     

Lebih kurang selama 2 jam perjalanan, medan yang akan ditempuh berupa hutan lumut dengan akar pohon yang merintangi jalan harus ditempuh dengan merunduk, merangkak dan merayap. Oleh karena itu, di lokasi ini harus ekstra hati-hati dalam memilih jalur.

Sesampainya di Telaga K, akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat menghilangkan rasa pegal di bahu akibat beban carrier yang cukup berat. Di depan mata, terlihat medan berupa turunan terjal yang telah menanti. Medan turunan ini sampai ke dasar lembah dikenal dengan sebutan “Salo”. Di Telaga Kumbang ini, rintik hujan mulai turun dan medan Salo yang akan dituruni menjadi lebih sulit dan membuat tim kelelahan.

Kami akhirnya sampai di kawasan lembah Salo sekitar pukul 14.00 WIB. Di sini tim memutuskan untuk beristirahat hingga pukul 15.00 WIB. Dari lembah Salo ini, barulah perjalanan dilanjutkan menuju menuju puncak Tandikek (2.500 mdpl).

Berjalan dengan melewati beberapa anak punggungan, akhirnya kami sampai di punggungan yang cukup terjal yang menghantarkan pada ketinggian 2.300 mdpl. Di puncak punggungan ini, kami kembali beristirahat sejenak. Dari sini, puncak Tandikek sudah mulai kelihatan.

Setelah beberapa kali meneguk air di vedpless, perjalanan kembali dilanjutkan dengan menuruni punggungan tersebut ke arah sisi selatan. Di lembah ini, semua vedpless harus diisi untuk bekal di puncak. Dari sini perjalanan kembali dilanjutkan menuju kawasan hutan pandan. Ini artinya kawasan puncak sudah mulai dekat. Dari hutan pandan ini, hanya butuh waktu sekitar satu jam untuk sampai ke bibir kawah. Pada pukul 18.00 WIB, barulah kami sampai di puncak Tandikek. Kami memutuskan untuk camp di bibir kawah. Selesai mendirikan tenda, buat api, memasak, ganti pakaian dan makan malam, semua anggota tim istirahat di tendanya masing-masing.

Pagi Sabtu, seperti biasa anggota tim yang bangun cepat sudah mulai memasak air dan sarapan pagi, hingga beberapa saat kemudian anggota tim yang lain juga terbangun dan langsung mengerjakan apa yang bisa dikerjakan. Baru sekitar pukul 10.00 WIB, di bawah guyuran hujan gerimis, tim mulai bergerak meninggalkan puncak dengan memilih trek normal menuju Desa Ganting.

Pada jalur ini akan dijumpai 3 buah sumber air sampai ketinggian 2.000 mdpl. Di bawah guyuran hujan gerimis tiada henti yang sudah turun sejak pagi harinya, kami sampai di pintu air kaki Gunung Tandikek sekitar pukul 14.30 WIB. Di sini tim kembali beristirahat sejenak untuk membersihkan pakaian dan perlengkapan sambil membuat teh jahe panas guna menghangatkan tubuh.

Barulah pada pukul 16.00 WIB perjalanan kembali dilanjutkan menuju Desa Ganting. Setelah berjalan sekitar 30 menit, kami melewati perladangan tebu penduduk yang luas. Di sepanjang jalan, pemandangan alam di kaki Tandikek yang membentang luas di depan, tampak indah dan alami. Snorkle

Sekitar pukul 17.00 WIB, kami sampai di Desa Ganting dan melanjutkan perjalanan menuju kota Padang Panjang dengan menaiki angkutan pedesaan. Di Padang Panjang, jam sudah menunjukkan pukul 17.45 WIB. Dengan menyewa sebuah angkutan umum perjalanan dilanjutkan menuju camping ground II Anai Resort. Di sanalah prosesi pelantikan anggota baru Mapala Unand dilaksanakan. (Gusti Handra/Heru Dahnur)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment

:mrgreen: :neutral: :twisted: :shock: :smile: :???: :cool: :evil: :grin: :oops: :razz: :roll: :wink: :cry: :eek: :lol: :mad: :sad:

RSS feed for these comments. | TrackBack URI

Custom Search

Mitra MU

Logo
TANDDE.COM

Tamu Mapala Unand

© 2007 Official Site Mapala Unand