Tekad Mapala Unand, Terbaik Nasional
TIM arung jeram Mapala Unand kembali mewakili Sumbar mengikuti Kerjurnas Arung Jeram di Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Kejuaraan yang berlangsung dari tanggal 26 - 28 Desember 2005 itu, akan memperebutkan total hadiah Rp 10 juta plus trophy Gubernur Sumatera Selatan.
Menurut manager tim Arung Jeram Mapala Unand, Fahmi Rambo, rencananya tim tersebut bertolak lebih awal ke Palembang, Kamis (22/12/2005), untuk pengenalan medan dan menjaga kekompakan/kerjasama tim nantinya. Kejuaraan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Budaya Muara Enim ini, merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian pemkab setempat untuk memperkenalkan potensi daerahnya, khususnya wisata petualangan arung jeram.
Keberangkatan tim arung jeram Mapala Unand ke Kejurnas kali ini mendapat dukungan positif dari pihak Pemprov Sumatera Barat, Rektorat Universitas Andalas, dan Pengda FAJI Sumatera Barat, karena diharapkan bisa mengharumkan nama Sumbar dalam ajang arung jeram nasional.
Tim yang akan ikut berlaga berasal dari perkumpulan, klub, operator arung jeram, Pengda FAJI dan Mapala se-Indonesia. Seperti tahun sebelumnya, Mapala Unand selalu menjadi langganan untuk mewakili Sumbar pada kejuaraan arung jeram, baik berskala nasional maupun internasional. “Kami telah melakukan persiapan tim sejak jauh-jauh hari,” kata manejer tim Zulfahmi Rambo didampingi Boyke Mardonal selaku pelatih. Sejak dua minggu ini telah masuk pada persiapan tahap lanjut, yakni pemusatan latihan terhadap 7 atlet Mapala Unand yang dinyatakan lolos seleksi. Ketujuh atlet itu adalah Harios Alius, Gusti Handra, Edwil, Ahmad Medapri, Yudi Antoni Syarif, Fajri, dan Heru Mega Saputra.
Pemusatan latihan ini meliputi antara lain latihan fisik di kantor Mapala Unand dan latihan simulasi langsung terjun ke sungai. “Sejak Senin kemarin atlet diterjunkan menjajal jeram-jeram di Batang Kuranji dan Batang Tarusan,” tambah Boyke Mardonal.
Dalam menghadapi kejuaraan bergengsi ini, Mapala Unand tidak memberi target muluk-muluk kepada timnya, yakni mempertahankan prestasi sebelumnya sebagai tim terbaik kategori mahasiswa nasional.
”Ini sudah merupakan sebuah prestasi hebat, mengingat keterbatasan dana dan sarana yang dimiliki. Belakangan ini, para rafter Mapala Unand terpaksa memakai benen yang dimodifikasi sedemikian rupa sebagai perahu karet. Tetapi hal ini tidak menyurutkan mental dan nyali kami untuk bertanding,” tandas kapten tim, Gusti Handra. Mereka optimis mampu bersaing dengan tim lain, terutama untuk peserta dari kategori mahasiswa.
”Yang terpenting sekarang, bagaimana tim yang ada sekarang ini tetap berusaha maksimal. Karena tim tidak saja membawa nama Mapala Unand, tetapi nama Universitas Andalas, dan Sumatera Barat. Ya… mudah-mudahan tim kita bisa juara,” tekad Boyke Mardonal. (nsr)
Berita ini pernah dimuat di Harian PADANG EKSPRES edisi Rabu, 21 Desember 2005.


