Relawan Aceh Butuh Bantuan
UNTUK berangkat sebagai relawan ke Aceh, ternyata para relawan benar-benar hanya bertopang pada swadaya masing-masing. Padahal untuk kegiatan kemanusiaan itu, dibutuhkan juga dana serta peralatan yang lengkap guna mendukung operasi yang akan mereka lakukan.
Kondisi yang ada kini, relawan yang dikoordinir Mapala Unand tersebut hanya mengandalkan dana pribadi yang bila dikalkulasikan hanya akan bertahan hingga seminggu ini. Sementara targetnya minimal mereka akan berada di Meulaboh selama sebulan untuk menjalankan misi kemanusiaan tersebut.
Koordinator Tim Relawan Aceh Mapala Unand, Mardi Rosa kepada POSMETRO menyebutkan relawan yang akan diberangkatkan ke Meulaboh besok (5/12) itu sama sekali tidak memiliki dana dalam jumlah besar. Bahkan dari Pemko Padang sendiri selaku fasilitator keberangkatan mereka, belum ada kucuran sedikitpun.
“Sampai saat ini, kita masih menjalankan proposal-proposal ke beberapa kalangan yang mungkin tergerak untuk membantu misi kemanusiaan yang kami emban ini,” katanya.
Sementara itu dari pantauan POSMETRO di Kantor Unit SAR Mapala Unand yang menjadi posko relawan ini kemarin (3/1), nampak beberapa relawan kecewa karena terjadinya pengunduran keberangkatan mereka. Rencananya hari itu mereka akan diberangkatkan lebih dulu dengan kapal sebagai tim pertama. Selanjutnya akan menyusul tim dua yang akan berangkat Rabu (5/1).
“Entah mengapa diundur, saya tidak tahu persis. Namun yang jelas ini tidak akan menyurutkan niat kami untuk berangkat ke Meulaboh untuk membantu korban tsunami disana,” sebut anggota Mapala Unand yang bertindak sebagai Koordinator Lapangan Tim Relawan, Budi Aswar AMd.
Budi yang akrab disapa Gring itu menyebutkan pola operasi yang akan dilakukan tim relawan ini tidak jauh berbeda dengan pola SAR (search and rescue) yang biasa dilakukan dalam mencari korban bencana lainnya, khususnya orang hilang.
“Bagaimana sistemnya nanti, kita akan melihat kondisi lapangan dulu. Apakah kita bergerak sendiri dalam bentuk tim atau bergabung dengan kelompok lain yang ada disana, itu baru diketahui nanti setelah sampai di lokasi,” jelasnya.
Dia menambahkan, tim ini diutamakan untuk melakukan evakuasi terhadap korban yang masih hidup dan terlantar di belantara hutan karena menyelamatkan diri serta menyerahkan bantuan yang telah terkumpul di Kota Padang untuk para korban. “Kemungkinannya kita juga akan turut dalam proses pemakaman massal korban yang tewas yang masih tergeletak di beberapa lokasi disana,” ucapnya.
Untuk proteksi anggota relawan, sebut Gring, tim ini sebelum diberangkatkan akan diberi vaksinasi oleh petugas kesehatan.
Sementara itu, dari data Posko Relawan Mapala Unand, sudah 40 relawan yang melapor dengan membawa perlengkapan lengkap standar operasi SAR. Diperkirakan tim ini akan terus bertambah sebanyak 80 orang dari berbagai kelompok pecinta alam baik itu Sispala, KPA, maupun Mapala lainnya. (max)
Berita ini pernah dimuat di Koran Pagi POSMETRO PADANG edisi Selasa, 4 Januari 2005


