Kalender

May 2008
M T W T F S S
« Jan    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Kategori

Recent Comments

Potensi Wisata Petualangan Sumatera Barat Belum Dikelola

November 7th, 2007

FauzanDARI sekian banyak potensi wisata yang ada di Sumatera Barat, salah satu yang memiliki keunggulan dibanding yang lainnya yaitu potensi wisata petualangan. Sayangnya, sampai saat ini potensi ini belum dilirik oleh pemerintah untuk dikelola dengan baik. Kenyataannya, beranekaragam lokasi petualangan masih dibiarkan terbengkalai tanpa sentuhan.

Kondisi ini disampaikan oleh Ketua Mapala Unand, Fauzan Gusti Wardhana Rabu kemarin (31/10). “Sebenarnya di Sumbar, dari ujung utara sampai ke Selatan memiliki potensi wisata petualangan. Contohnya saja Gunung Talamau di Pasaman yang merupakan Gunung tertinggi di Sumbar dan masih terjaga kelestariannya. Atau Batang Kuantan yang berada di Kabupaten Sawahlunto/ Sijunjung sangat layak untuk olahraga arung jeram,” terangnya.

Dijelaskannya, sampai saat ini pemerintah seolah-olah menganaktirikan  wisata petualangan di Sumbar. “Padahal kalau mau dikelola, ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing maupun lokal,” ujarnya. Selain itu, kurangnya publikasi juga menyebabkan lokasi wisata petualangan tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Akibatnya, sampai saat ini hanya segelintir orang dari komunitas dan organisasi tertentu saja yang menikmati wisata petualangan di Ranah Minang ini.

Padahal, kalau potensi ini dikembangkan, tidak sedikit devisa yang akan didapat daerah ini. “Kita bisa bercermin kepada beberapa daerah yang menjadikan wisata petualangan sebagai wisata unggulan. Misalkan saja Jawa Barat, yang terkenal dengan Sungai Citarik dan Citarum sebagai lokasi berarung jeram. Di sana wisatawan rela untuk membayar Rp 200-500 ribu per-orang untuk sekali pengarungan yang hanya berlangsung 1-2 jam saja. Kalau satu perahu bisa memuat 6 orang, dan dalam satu hari bisa dilakukan ratusan kali pengarungan, bayangkan jumlah uang yang didapatkan,” jelasnya.

Begitu juga dalam hal wisata pendakian gunung. Di Sumbar banyak sekali gunung-gunung aktif maupun yang tidak aktif lagi seperti Marapi, Singgalang, Tandikek, Talang, Sago dsb. Salah satu yang paling sering didaki apalagi pada momen khusus seperti 17 Agustus dan tahun baru yaitu Gunung Marapi. Jumlah pendaki bisa mencapai ribuan orang dalam satu hari namun sampai saat ini belum ada pengelolaan yang profesional. “Bisa dilihat bahwa di Marapi saat ini kondisinya sangat parah akibat sampah yang berserakan. Belum lagi sering terjadinya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum tertentu membuat kenyamanan pendaki jadi terganggu,” ujar Fauzan yang sehari-harinya kuliah di Fakultas Pertanian Unand ini.

Ditambahkan Fauzan, seharusnya pemerintah bisa menggandeng instansi yang memang konsisten pada aktifitas petualangan seperti halnya Mapala yang ada di setiap Kampus di kota ini. “Mapala atau organisasi lain yang sejenis bisa menjadi kaki tangan pemerintah yang langsung terjun ke lapangan. Tentunya dengan jiwa muda dan kreatifitasnya, pengembangan wisata petualangan akan bisa dilakukan dengan baik. Selain itu mereka pada umumnya lebih welcome menerima pendatang dan benar-benar memperlakukannya sebagai tamu,” jelasnya lagi.

Mapala Unand dan Aktifitas Pengembangan Wisata Petualangan

Saat ditanyakan apa-apa saja yang telah dilakukan organisasi yang dipimpinnya saat ini terkait dengan pengembangan wisata petualangan di Sumbar, Fauzan mengatakan bahwa saat ini Mapala Unand sedang fokus pada pengembangan wisata arung jeram. “Kita ketahui, bahwa di Sumbar banyak sekali Sungai-sungai berarus deras yang sangat layak untuk berarung jeram. Karenanya kita terus menggalakkan kegiatan ini dan terus mengeksposenya,” jelasnya.

Saat ini, Mapala Unand telah memiliki perlengkapan arung jeram lengkap dan biasa berlatih di Batang Kuranji yang terletak didekat Kampus Unand Limau Manih. “Kita berharap dengan terus mengadakan pengarungan, masyarakat akan tahu bahwa arung jeram bisa dilakukan di sini. Selain di Batang Kuranji, kita juga sering berung jeram di Batang Tarusan Pesisir Selatan. Di sana debit airnya lebih stabil dan sangat layak untuk dikelola menjadi lokasi wisata arung jeram,” terangnya lagi.

Selain itu mereka juga terus mempublikasikan aktifitas ini terutama kepada kalangan penggiat alam bebas yang berada di daerah lain. Dampaknya sudah mulai terasa, beberapa Mapala sudah mengubungi dan datang untuk menjajal beberapa Sungai yang ada di Sumbar. “Bulan kemarin kita baru saja berarung jeram dengan teman-teman dari Universitas Riau di Batang Tarusan. Sementara teman-teman dari Universitas Negeri Yogyakarta juga telah menghubungi dan saat ini dalam tahap persiapan,” ujarnya. (Ahmad Medapri/ MU 160 Cps.)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment

:mrgreen: :neutral: :twisted: :shock: :smile: :???: :cool: :evil: :grin: :oops: :razz: :roll: :wink: :cry: :eek: :lol: :mad: :sad:

RSS feed for these comments. | TrackBack URI

Mitra MU

Logo

Tamu Mapala Unand

© 2007 Official Site Mapala Unand