Pemanjat Bukittinggi Juara Umum se-Sumbar
PEMANJAT-pemanjat lama yang telah mempunyai jam terbang nasional bahkan internasional, merajai even Sirkuit Panjat Tebing se-Sumbar I yang digelar sejak Sabtu (10/04/2004) hingga kemarin (11/04/2004) di papan panjat Mapala Unand, Padang.
Tampil sebagai juara kategori Umum Putera, Kiki dari Bukittingi Climbing Club disusul Rizky Fadhillah dari Mapala Unand di tempat kedua dan pemanjat freelance, Hivand Ronald di peringkat ketiga.
Sementara itu, di kelas umum puteri,hal serupa juga terjadi. Yakni, pemanjat “kugiran” (pemanjat lama) kaum hawa ini juga menguasai ajang panjat tebing yang baru pertama kali ini digelar tersebut. Tampil sebagai pemuncak, Hera dari IHCA Padang diikuti pemanjat freelance, Aditya dan Siska dari Pro Camping Climbing Centre menempati urutan II dan III dari enam peserta putri yang mengikuti even yang digelar D’Specialisz bekerjasama dengan Mapala Unand tersebut.
Hasil yang tidak kelewat mengejutkan ini, sebenarnya tidaklah menjadi persoalan. Namun dari hasil Sirkuit I hingga even berikutnya yang rencananya bakal digelar setiap bulan di tempat berbeda itu, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sumbar bisa menarik keuntungan dalam hal pemeringkatan pemanjat daerah ini.
Hebatnya lagi, bibit-bibit baru pemanjat usia dini pun sudah mulai bermunculan yang bakal menjadi pemanjat potensial Sumbar ke depannya. Tercatat dua pemanjat cilik, Riyan (11) dan David (14) dari Bukittinggi Climbing Club, turut bertarung dengan 52 pemanjat putra lainnya. Hasilnya tidak mengecewakan, David lolos ke babak semifinal dengan peringkat akhir 11. Sedangkan Riyan tumbang di babak penyisihan dengan meraih peringkat 34 dari 54 peserta putra.
Project Manager D’Spesialisz, Nanang Farid Syam SSos kepada Padang Ekspres menyebutkan, ajang yang digelar pihaknya adalah sebuah jawaban terhadap “kehausan” para pemanjat Sumbar untuk menambah jam terbangnya dalam berlomba. Karena itu, supaya tidak tanggung-tanggung, pihaknya akan menggelar acara ini secara berkala tiap bulannya dengan tempat penyelengaraan yang berbeda.
“Untuk bulan Mei dan Juni, kami sudah mendapat konfirmasi kesediaan dari Mapala Proklamator UBH dan dari club panjat tebing di Bukittinggi. Harapan kami, dari even ini, dunia panjat tebing Sumbar bisa bergairah kembali setelah gagal pada Pra PON lalu,” demikian harapannya. (nsr)
Berita ini pernah dimuat di harian Padang Ekspres edisi 12 April 2004


