Penghujung tahun 2009 lalu, MAPALA UNAND kembali membuka kran penerimaan anggota baru melalui Pendidikan Dasar MAPALA UNAND (PDM) XX. Dari 35 peserta yang lolos seleksi, 26 orang mengikuti tahap lapangan yang diadakan di kawasan Bukit Barisan. Sebelum ke lapangan, siswa mengikuti tahapan teori yang diisi materi pengenalan organisasi, navigasi darat, SAR/ESAR panjat tebing, caving, olahraga air dan sejumlah materi berkegiatan di alam bebas
Dalam kegiatan ini, sebagaimana disampaikan Sartika selaku Ketua MAPALA UNAND setiap peserta dilengkapi dengan perbekalan, seperti tenda, makanan maupun yang lainnya, akan tetapi selama pelatihan tidak dibenarkan untuk dipakai. “Mereka harus mencari alternative lainnya yang bisa dimanfaatkan. Untuk tidur, misalnya mereka harus mencari daun-daun untuk alas dan atap tenda. Begitu juga dengan makanan, mereka bisa menjadikan daun, binatang atau lumut.
Pendidikan dasar yang di komandani oleh Heru Mega Saputra tersebut dimulai pada Kamis (24/12) lalu. Dari pendidikan ini nantinya diharapkan bisa memunculkan mahasiswa yang cinta dan bisa bertahan hidup dengan alam. Nantinya keahlian yang mereka miliki bisa digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. “Sebagai seorang penggiat alam bebas, personil MAPALA UNAND harus bisa bertahan dalam kondisi se-ekstrim apapun dengan memanfaatkan segala sesuatu yang ada di alam bebas, karenanya bekal itu kita berikan dalam pendidikan ini,” papar Heru.
Hingga berakhirnya pelatihan tersebut semua peserta dinyatakan lulus seleksi walaupun ada beberapa diantaranya sempat dievakuasi karena kondisi fisik yang down. “Alhamdullillah semua peserta bisa menyelesaikan tantangan ini dengan sukses. Mereka sudah berhak menyandang status Anggota Muda MAPALA UNAND. Tapi untuk mencapai gelar Anggota Penuh mereka mesti mengikuti pendidikan lanjutan yang lebih mendalam,” jelas Heru lagi.




good good
he he ….lam kenal dunsanank MU den yang baru…..Maju terus Pantang Babaliak…..LesTARiiiiiiiiiiiiii…….