MU Tetap Standby Walau Lebaran
SUDAH lebih satu bulan berlalu sejak gempa dahsyat berkekuatan 7,9 SR melanda Sumatera Barat dan Bengkulu. Pada minggu-minggu awal sejak terjadinya gempa, eskpose di media massa dilakukan terus menerus. Begitu juga dengan pemberian bantuan dan pengiriman relawan yang gencar dilakukan berbagai instansi dan organisasi. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, ‘euphoria bencana’ pun mulai terlupakan. Ditambah lagi dengan kedatangan hari raya Idul Fitri membuat masyarakat mulai melupakan bencana tersebut.
Namun untungnya, masih ada beberapa kelompok yang tetap menjalankan aksi kemanusiaan pasca bencana. Salah satunya yaitu sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Unit Penanggulangan Bencana dan Resolusi Konflik Universitas Andalas. Bermarkas di Kantor Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Andalas (Mapala Unand) Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unand Limau Manis, mereka tetap bersiaga untuk tahap recovery (pemulihan) pasca bencana dan menghadapi kemungkinan terjadinya musibah atau bencana lain.
Sebagaimana disampaikan Fadli (21) saat ditemui POSMETRO kemarin (17/10). “Walaupun sebagian besar kawan-kawan yang berasal dari luar daerah sudah pulang kampung, namun anggota yang rumahnya di Padang tetap berada di Posko. Untuk pulang ke rumah, kami lakukan secara bergantian,” papar mahasiswa Politeknik ini.
Dikatakan Fadli, pada saat hari-H lebaran kemarin mereka bergantian piket jaga di Posko. “Kemarin juga waktu lebaran, anggota-anggota senior yang pulang dari rantau, banyak yang menyempatkan mampir ke kantor. Sehingga, suasana tetap ramai,” jelasnya.
Diakuinya, kondisi seperti ini memang sudah merupakan hal biasa. “Untungnya, orang tua bisa mengerti dan memaklumi kalau kegiatan kami memang memerlukan kesiapan 24 jam. Ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang didukung penuh oleh pihak kampus,” jelasnya. Sehari-hari mereka terus memonitor melalui internet dan pesawat radio komunikasi perkembangan bencana terkini.
“Kita punya alat komunikasi yang standby 24 jam dan perlengkapan SAR. Selain itu kami terus berkoordinasi dengan SATKORLAK PBP Sumbar dan unsur-unsur lain yang terkait dengan siaga bencana. Untuk itu bila memang diminta untuk turun ke lapangan pada saat lebaran ini, misalkan ada bencana atau operasi SAR, Insya Allah kami siap,” tukasnya.
Sementara, Ketua Mapala Unand Fauzan Gusti Wardhana yang kebetulan juga tinggal di Padang, menyampaikan rasa salut dan terima kasihnya kepada anggotanya yang masih ‘berdinas’ meskipun kuliah sudah libur dan orang-orang sibuk berlebaran. “Mereka bekerja benar-benar tulus tanpa mengharapkan imbalan apapun. Tentunya ini tidak akan terlaksana tanpa support dari pihak kampus. Pak Rektor saja, bisa dihubungi kapanpun apabila ada informasi penting,” jelasnya.
Ditambahkannya sejak gempa terjadi pada Rabu (12/9) dan Kamis (13/9) yang lalu, Posko ini terus siaga 24 jam. “Pada masa tanggap darurat, kita langsung mengirimkan relawan dan tenaga medis yang membawa obat-obatan ke Lunang Silaut yang merupakan salah satu daerah paling parah terkena dampak gempa. Kita juga menempatkan beberapa orang anggota kita di Posko SATKORLAK PBP Sumbar. Sekarang kita masih tetap siaga dan menyalurkan bantuan namun berpusat di sini (Kantor Mapala Unand-red). Minggu kemarin kita berangkat lagi ke Lunang Silaut bersama relawan dari Riau, membawa bantuan obat-obatan dan makanan bayi,” tegasnya. (ahmad medapri)
