Peduli dengan keindahan lokasi wisata bahari, puluhan personil yang tergabung dalam program Bina Bakat Minat dan Kepemimpinan (BBMK) Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Andalas (Mapala Unand) menggelar aksi bersih pantai Aia Manih, Minggu(11/1). “Hampir seluruh kawasan pantai dihiasi sampah yang bertebaran,” kata Ifan Okcant Nedy, Koordinator aksi bersih mengemukakan alasan kegiatannya itu.
Pemungutan sampah yang dilakukan aktivis penggiat alam bebas ini menggunakan kantong plastik packing ukuran besar. Sebelum dilakukan penyisiran, peserta yang berjumlah 40 orang dipecah menadi dua kelompok. Kelompok pertama bergerak dari tugu batu Malin Kundang dan kelompok satunya lagi memulai dari perkampungan nelayan Pulau Pisang Ketek.
Dalam waktu singkat puluhan kantong terisi penuh dengan sampah. Selanjutnya barang sisa tersebut di buang di bak penampungan sampah yang berada tidak jauh dari lokasi pantai. Dikhawatirkan jika sampah itu tidak segera dibuang maka bakal tercium bau busuk dikarenakan dalam tumpukan sampah juga terdapat sisa makanan dan bangkai hewan laut semisal kepiting dan ikan-ikan karang.
Menurut Ifan, kesadaran warga setempat dan pengunjung dalam menjaga kebersihan pesisir pantai tergolong minim. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya sampah-sampah yang menutupi hampir seluruh permukaan pasir pantai. “Kebanyakan sampah plastik sisa bungkus makanan,” imbuhnya. Dia berharap pemerintah bisa membenahi fasilitas di lokasi pantai Aia Manih tersebut. Kurangnya bak penampungan sampah serta tidak adanya batasan yang jelas untuk lokasi berdagang dinilai menjadi penyebab. “Perlu pembenahan dan penertiban, sebab pemandangan di sini sangat bagus,” ulasnya
Lebih jauh disebutkan, malam harinya telah dilakukan penutupan program BBMK yang telah berjalan selama 3 bulan di Mapala Unand. Pesertanya berasal dari mahasiswa baru angkatan 2008 yang tertarik belajar sekaligus menyalurkan hobi berpetualang.“Penutupan dilakukan oleh Ketua Mapala Unand karena kebetulan pembina kami dalam keadaan sakit,” tandas mahasiswa Sastra angkatan 2004 itu didampingi Bendahara, Rosa Andriana dari fakultas ekonomi siang kemarin.
Menjelang tengah hari usai pemungutan sampah seluruh personil berkesempatan menyeberangi garis pantai menuju Pulau Pisang Ketek. Ketika itu air laut sedang surut sehingga dengan mudah bisa ditempuh berjalan kaki, bahkan ada yang menggunakan sepeda motor. Meskipun puas dengan keindahan yang tersaji, sejumlah pengunjung mengaku kecewa dikarenakan tidak adanya toilet atau kamar mandi tempat wisatawan bersih-bersih setelah mandi di pantai.(ru)
*Harian POSMETRO PADANG tanggal 11 Januari 2009




wahh selamat ya..semoga tetap sukses