Mapala Unand Membentuk Petualang
Memasuki hari kedua Pendidikan Dasar Mapala Universitas Andalas (PDM Mapala Unand) XVI tahapan praktek, empat orang siswa mengundurkan diri, dua orang terpaksa dievakuasi karena tidak sanggup melakukan perjalanan dari 22 orang siswa yang lulus tahapan praktek itu.
“Mereka mundur bukan faktor fisik, karena motivasi untuk bertahan di alam bebas masih rendah,” tutur Ketua Mapala Unand, Fansyuri, Jumat (09/12/2005).
Sebanyak 22 orang siswa baru mahasiswa Unand dilepas keberangkatannya oleh pembina Mapala Unand, Drs Irsyad Agus, MP di lapangan Pusat Kegiatan Mahasiswa, Rabu (07/12/2005). Di dalam kesempatan itu Irsyad Agus mengingatkan arti penting kegiatan Mapala Unand terhadap pengembangan mental dan psikologis mahasiswa Unand.
“Kegiatan ini mengajarkan kita untuk mampu menyalurkan kegiatan remaja ke arah yang lebih positif. Di dalam masa sekarang banyak remaja dan beberapa oknum mahasiswa yang kita baca di media masa, terlibat kegiatan yang tak berguna. Apalagi kegiatan pencinta alam jadikan mahasiswa lebih kreatif, produktif, dan aktif membentuk mental-mental yang handal. Saya ingatkan juga agar semua tidak melupakan akademisnya,” jelasnya.
Sedangkan Ketua Mapala Unand, Fansyuri menjelakan pada dasarnya mewadahi mahasiswa Unand yang berminat terhadap kegiatan alam terbuka serta ingin mendalami ilmu tentang kegiatan tersebut.
Selain itu PDM memberikan pengetahuan dan pemahaman yang baik, mengenai manajemen organisasi dan kegiatan alam terbuka sehingga diharapkan mahasiswa, nantinya akan mampu mengelola sebuah kegiatan dengan baik. Diharapkan juga mampu memberikan pencitraan yang baik mengenai kegiatan alam terbuka bagi masyarakat. (cr8)
Berita ini pernah dimuat di Harian PADANG EKSPRES edisi Sabtu, 10 Desember 2005.


