Indra Merry Marjatin (MU 009 Anr.) Wafat
INNALILLAHI wainna illaihi roji’un. MAPALA UNAND kembali berduka, salah seorang anggotanya yang juga merupakan salah seorang perintis berdirinya organisasi ini, Indra Merry Marjatin SH (MU 009 Anr.) berpulang ke Rahmatullah. Ia menghembuskan nafas terakhirnya di RS Dharmais pada 6 Februari 2004 sekitar pukul 20.00 WIB.
Kepergiannya yang tak terduga sama sekali itu, membuat banyak kalangan tersentak, terutama keluarga besar MU. Berita duka ini pertama kali diketahui Keluarga Besar MU melalui informasi yang dilansir harian pagi Padang Ekspres terbitan Sabtu, 7 Februari 2004 dan ini dipertegas oleh info yang disampaikan rekan seangkatan mendiang, Marwandi SE Akt (MU 001 Anr.) yang berdomisili di Surabaya via telpon kepada Pengurus MU.
Semasa kuliah di Fakultas Hukum Unand, Indra Merry Marjatin SH pernah dipercaya menjadi Ketua Senat FH-UA, 1984. Darisinilah ia berpartisipasi aktif bersama 16 rekannya yang lain dalam merintis berdirinya sebuah organisasi pecinta alam di Universitas Andalas yang akhirnya diberi nama MAPALA UNAND. Sebagai penghormatan bagi para perintis ini, angkatan pertama di MU diberi nama Anchor (Anr.) dan dia mendapat register nomor urut sembilan dengan penulisan lengkap MU 009 Anr.
Selepas pendidikan, mendiang berketetapan hati untuk berkecimpung di dunia politik, dan sekaligus aktif di organisasi kepemudaan. Perempuan yang tercatat sebagai aktifis Kosgoro ini, pernah dipercaya menjadi Wakil Ketua KNPI Padang serta sejumlah organisasi kepemudaan lainnya. Setelah itu, dalam kancah politik ia pernah diantarkan Golkar menjadi anggota DPRD Padang periode 1997-1999. Meski hanya berkiprah selama dua tahun, lantaran masa itu terjadi reformasi, namun kehadirannya di Komisi E DPRD Padang cukup memberikan arti. Merry (sapaan akrabnya) termasuk berani dan memiliki komitmen yang kuat dalam memberikan pandangan, termasuk mengkritisi kinerja eksekutif.
Pada akhir hayatnya, Merry dipercaya menjadi Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Sumbar. Setahun terakhir, istri dari Ir. Firman Hidayat yang memiliki seorang anak ini sering jatuh sakit. Sempat sembuh, ia langsung aktif lagi di partai. Namun belakangan, kondisinya menurun lagi, kemudian berobat ke Jakarta hingga akhirnya menutup mata disana.
Selamat jalan saudari kami, kakak kami…Do’a kami menyertaimu…
Last Modified : 07/03/04@117

