CAM PDM XVIII akan Diseleksi
SEBAGAI upaya regenerasi anggota, Sabtu 29 Desember 2007, Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Andalas (Mapala Unand) mengadakan seleksi siswa Pendidikan Dasar (PDM) XVIII di Kampus Unand Limau Manih Padang. Seleksi yang diikuti 23 mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan serta Politeknik Unand ini, merupakan rangkaian awal dari PDM XVIII yang akan digelar pada akhir Januari 2008.
“Seleksi ini bertujuan untuk menentukan apakah mereka bisa mengikuti PDM tahapan ruangan dan praktek nantinya. Kita tidak ingin siswa yang akan mengikuti PDM malah menimbulkan masalah karena kondisi fisik dan mental yang tidak bagus,” jelas Kepala PDM XVIII Yudhi Halim di sela-sela kesibukannya mengoordinir pelaksanaan seleksi.
Adapun materi seleksi yang dilakukan meliputi tes fisik yaitu jogging, push up, sit up, shuttle run, squat race dan full up. Selanjutnya, saat mereka dalam kondisi letih akibat tes fisik, seleksi langsung dilanjutkan dengan psikotest berupa soal-soal yang terkait dengan kemampuan mereka untuk berpikir cepat dan tepat dalam kondisi apapun.
Terkait dengan sedikitnya jumlah peserta yang mengikuti seleksi, menurut Yudhi, ini terjadi karena memang waktu pendaftaran hanya dibuka selama 1 minggu ditambah situasi yang masih berada dalam kondisi liburan.
“Kita sengaja hanya membuka pendaftaran selama 1 minggu untuk menampung minat beberapa mahasiswa yang begitu antusias untuk bergabung. Padahal biasanya pendaftaran dilakukan selama 1 bulan penuh. Nanti setelah liburan, kita kembali akan membuka pendaftaran gelombang kedua bagi mereka yang belum sempat mendaftar sekarang,” terang Yudhi.
Ditambahkan Yudhi, untuk tahun ini panitia menargetkan peserta yang akan mengikuti PDM minimal berjumlah 60 orang. “Jumlah tersebut tidaklah muluk-muluk karena tahun lalu saja, jumlah peserta yang mengikuti PDM mencapai 50 orang lebih. Kita menyadari itu bukan jumlah yang banyak, namun memang di lingkungan kampus, Mapala Unand terkenal dengan metode pendidikan dan proses keanggotaan yang keras dan berdisiplin karena terkait dengan kegiatan kita yang banyak berisiko tinggi. Umumnya mahasiswa jadi takut bergabung, padahal itu semua merupakan wadah pembelajaran berorganisasi dan pembentukan karakter. Terbukti dari banyaknya alumni kita yang sukses di dunia kerja setelah menamatkan studinya di Unand,” tukas Yudhi. (Medapri/MU 160 Cps.)


