Kalender

May 2008
M T W T F S S
« Jan    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Kategori

Recent Comments

Vandalisme, Wujud Ekspresi Yang Salah Kaprah

October 9th, 2007

Vandalisme-InternetSUDAH menjadi watak manusia untuk diakui keberadaannya oleh manusia lain dengan berbagai macam cara. Dari masa kanak-kanak kita sudah dilatih untuk menunjukkan diri agar diakui oleh keluarga. Hal ini terus berlanjut sampai dewasa dimana kita ingin diakui oleh lingkungan pergaulan. Sepanjang hal tersebut masih bersifat positif, maka ‘unjuk gigi’ bisa diterima dan akan membuahkan pujian. Namun apabila sudah mengarah pada perbuatan negative, maka akan ada pihak yang merasa dirugikan. Walau terkadang ini tidak disadari oleh si pelaku yang memang ngga mau tau.

Salah satu cara yang kerap dilakukan namun bersifat merusak yaitu Vandalisme yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka, 1989), Vandalisme adalah perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya (keindahan alam, tugu dsb). Apabila kita mau melihat ke sekeliling terutama di tempat-tempat umum, banyak sekali bentuk vandalisme yang diwujudkan dengan coretan-coretan, grafiti, pamflet dan segala bentuk pengrusakan yang dilakukan orang tidak bertanggung jawab.

Perbuatan vandalisme ini ternyata tidak hanya terjadi di lingkungan perkotaan. Semua lokasi yang biasanya didatangi oleh orang, tak luput dari berbagai bentuk vandalisme. Salah satunya yaitu gunung, Beberapa waktu yang lalu, saat mendaki gunung Merapi, saya menemukan di sepanjang jalan banyak sekali coretan-coretan di pohon, batu atau apa saja yang dapat dijadikan media corat-coret ini. Ada yang menggunakan cat semprot, spidol atau bahkan dengan ukiran tangan pada pohon-pohon. Sebagian besar, coretan tersebut adalah nama orang, kelompok atau apapun yang ingin menunjukkan identitas diri si pencoret. Ukurannya pun bervariasi, dari yang kecil, sampai yang besar sehingga bisa dibaca dari jarak puluhan meter.

Aneh memang, seolah-olah dengan membuat identitasnya, si pelaku ingin diakui sebagai orang yang telah pernah ke tempat tersebut. Lantas apa? Siapa yang akan mengakui? Apakah si pencoret akan mendapatkan suatu award atau penghargaan dengan membuat namanya? Saya pikir tidak. Perilaku ini malah tak ubahnya seperti tindakan hewan liar yang menandai daerah kekuasaannya agar hewan lain tidak mendekat atau memasuki wilayah tersebut. Cuma bedanya, ‘pemberian tanda’ yang dilakukannya merusak, jauh dari nilai-nilai keindahan. Kalaupun dibuat seartistik dan semenarik mungkin, karena bukan pada media yang sepantasnya, hal ini tidak lebih dari suatu vandalisme semata.

Lantas bagaimana dong… itukan wujud ekspresi dan kita semua bebas untuk berekspresi. Betul, selama bentuk ekspresi tersebut tidak merugikan orang lain, kita bebas untuk menunjukkan siapa diri kita. Tapi ketika lingkungan yang menjadi ‘tumbal’ atas kebebasan berkespresi ini, maka hal tersebut adalah salah. Oke, tidak ada orang yang dirugikan secara langsung, namun keindahan dan kebersihan lingkungan adalah kebutuhan semua orang yang wajib dijaga bersama. Jadi, kalau mau membuat coret-coretan atau graffiti, jangan di Gunung Bro… Anda bikin di dalam kamar tidur anda sendiri, toh tidak ada yang akan merasa dirugikan, paling juga Nyokap yang akan ngomel-ngomel.. tul Ngga….?

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment

:mrgreen: :neutral: :twisted: :shock: :smile: :???: :cool: :evil: :grin: :oops: :razz: :roll: :wink: :cry: :eek: :lol: :mad: :sad:

RSS feed for these comments. | TrackBack URI

Mitra MU

Logo

Tamu Mapala Unand

© 2007 Official Site Mapala Unand