Tarusan, Memang Tiada Habisnya…

FAJAR baru saja menyingsing. Permukaan tanah di depan tenda terlihat kuyup. Rupanya hujan yang mengguyur semalaman, membuat tanah lembab dan beberapa bagian tergenang air. Uring-uringan rasanya saat berada di luar tenda. Ingin rasanya kembali tidur, menarik sleeping bag, duh.. hangatnya.

Eiit tunggu dulu. Hanya berjarak sekitar lima meter dari tenda, gemericik air terdengar jelas. Hujan yang mengguyur tadi malam rupanya membuat debit air bertambah beberapa sentimeter. Alhasil, arusnya bertambah kuat dan bunyinya terdengar bising sampai ke tenda.

Inilah saat yang ditunggu-tunggu. Arung jeram. Ya, dengan debit air yang cukup tinggi, memungkinkan kami memacu adrenalin di derasnya jeram. Apalagi, saat itu matahari memperlihatkan cahayanya yang benderang. “Tunggu apalagi,” ucap Miko yang menjadi koordinator tim ketika itu.

Jumlah rombongan sebanyak 35 orang. Karena perahu hanya satu, maka anggota tim dibagi menjadi beberapa kelompok dan turun ngarung secara bergantian. Semalam semua rombongan tidur di tenda yang berjumlah 8 buah. Masing-masing tenda dihuni 4-5 personil.

Batang (sungai-red) Tarusan, memang menjanjikan untuk dijadikan tempat olahraga arus deras (rafting). Sungai ini memiliki arus utama (main stream) yang cukup panjang dan deras, memiliki belokan dan kadang ditemukan penyempitan (bottle neck). Selain itu ada flat sungai yang bisa dijadikan tempat simulasi bagi peserta yang berstatus pemula.

Batang Tarusan berlokasi di Nagari Taratak Sungai Lundang, Pessel Sumbar. Berjarak sekitar 45 kilometer arah selatan Kota Padang. Untuk titik start, terdapat dua pilihan yakni kawasan paling hulu yang bernama Kampuang Taratak atau di Desa Baru, tempat kami membangun posko. Jarak antara Desa Baru dan Kampuang Taratak terpaut sekitar 1 kilometer. Umumnya masyarakat di daerah ini berprofesi sebagai petani. Komoditi andalannya, karet, cokelat, gambir dan kayu manis.

Robi, Penduduk setempat, menuturkan, daerahnya masih tergolong alami. Hutan tumbuh dengan lebat. Banyak binatang hutan seperti kancil, tapir dan rusa yang berkeliaran di dalam hutan. Kami sempat ditawari untuk menangkap kancil pada malam harinya. Modalnya cuma senapan angin. Tapi, tentunya rencana itu tidak kesampaian. Misi dari Padang (Kampus Unand) adalah: menjajal jeram demi jeram yang tersaji di Batang Tarusan.

Lintasan sungai yang digunakan untuk arung jeram ini panjangnya sekitar 5 kilometer. Dibutuhkan waktu 60-90 menit untuk mengarungi lintasan tersebut. Batu-batu sungai yang berserakan di sepanjang lintasan menjadi pemandangan yang khas. Terkadang bebatuan yang menyembul, menyebabkan perahu tersangkut sehingga memaksa awak memutar haluan. Selain itu juga bisa menyebabkan terjadinya arus balik (reversal) dan turunan yang menimbulkan arus berputar (hole).

Tantangan itulah yang membuat arung jeram di Batang Tarusan menjadi pengalaman seru bagi yang pernah mencobanya. Keinginan untuk mengulang dan mengulang lagi akan selalu terbersit. Maka tidak mengherankan, sepanjang tahun Batang Tarusan selalu dijadikan lokasi untuk berarung jeram. Kami rombongan yang tergabung di Mapala Unand, memiliki lokasi yang sayang kalau terlewatkan. Tempat itu dinamakan jeram good bye. Arus utama pada jeram ini sangat kuat dan lebar. Setiap kali melewatinya, bisa dipastikan setiap awak akan terciprat basah oleh buih sungai. Sedikit alpa, perahu terbalik tantangannya. Namun, itulah serunya. Jeram good bye adalah salah satu daya tarik di Batang Tarusan. Selamat mencoba. (Heru Dahnur/MU 173 Srk.)


You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
One Response
  1. jack_satwa sahara says:

    :grin: wai sanak…..kapan2 awak buliah ikuik ndak…..taragak juo wak ngarung ko…hehehehee.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Powered by Sweet Captcha
Verify your real existence,
Drag the flower to the bouquet
  • captcha
  • captcha
  • captcha
  • captcha