
Pilar, salah satu ornamen yang terdapat di Gua Baba
Maha Agung Tuhan dengan segala keindahan yang diciptakannya. Mungkin itu yang akan diucapkan oleh caver (seorang penelusur gua) apabila sedang melakukan sebuah penelusuran gua. Dekorasi maha sempurna yang tercipta begitu anggun, kokoh, rumit, dan sangat indah. Dekorasi tersebutlah yang biasanya disebut sebagai ornamen. Banyak ornamen-ornamen indah yang terdapat di dalam gua (secara umum), diantaranya: stalagtit, stalagmit, rimstones pool, pilar, sodastraw, gourdam, helektit, dan pearls.
Stalagtit tumbuh dari atap gua menuju ke bawah, terbentuknya stalagtit ini karena adanya resapan air dari luar gua, dimana tetesan tersebut mengandung larutan kalsium karbonat, kemudian lama-kelamaan larutan tersebut mengendap dan terbentuklah stalagtit. Bentuk dari stalagtit itu sendiri seperti tabung kerucut yang terbalik, semakin ke bawah semakin kecil dan runcing. Stalagmit terbentuk karena adanya tetesan air dari stalagtit yang jatuh ke lantai gua, dimana dalam tetesan tersebut masih terdapat larutan kalsium karbonat. Stalagmit ini tumbuh di lantai gua menuju ke atas, bentuknya pun kebalikan dari stalagtit, yakni berbentuk tabung kerucut, semakin ke atas semakin kecil dan runcing. Oleh karena itu, stalagtit dan stalagmit ini biasanya akan berpasangan, namun ada juga stalagtit yang tidak membentuk stalagmit. Hal ini terjadi karena tetesan yang mengandung larutan tersebut hanyut terbawa oleh aliran sungai yang ada di bawahnya atau karena faktor yang lainnya. Stalagtit dan stalagmit ini lama-kelamaan akan tumbuh memanjang dan akan menyatu hingga akhirnya akan membentuk sebuah ornamen lain yang biasanya disebut dengan pilar.
Bentuk ornamen yang menyerupai petakan-petakan sawah dan terbentuk dari tetesan air yang mengenai batu, inilah yang disebut dengan rimstones pool. Lain halnya dengan gourdam, ia mempunyai bentuk layaknya tirai. Ia terbentuk dari tetesan air yang mengalir melalui dinding gua sehingga letak dari gourdam ini biasanya di dinding gua sebelah atas. Ornamen yang memiliki diameter lebih kecil dari stalagtit inilah yang dinamakan sodastraw. Sodastraw ini bisa dikatakan sebagai cikal bakal dari stalagtit, karena letak dan proses terbentuknya yang sama dan hanya beda pada ukuran diameternya. Sedangkan helektit berukuran kecil dan tidak beraturan, bentuknya ada yang bercabang dan ada juga yang berpilin ke segala arah. Proses terbentuknya berasal dari tetesan air yang mengalir melalui alur kecil sebagai akibat gaya kapiler. Kemudian yang terakhir adalah pearls yang merupakan mutiara goa, ini terbentuk dari batu kerikil yang terbalut oleh mineral kalsit pada lantai, dinding atau atap gua. Pertambahan panjang dari masing-masing ornamen ini yaitu 5 – 6 mm per tahun, itu adalah perpanjangan yang maksimum.

Penulis (nomor dua dari kanan) sedang berada di entrance (mulut gua)
Pada kesempatan kali ini penulis ingin menceritakan ornamen – ornamen yang ada di Gua Baba yang berada di Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Pada penelusuran yang dilakukan pada tanggal 28 Maret 2010, penulis menemui beberapa ornamen yang berada di Gua Baba tersebut, diantaranya stalagtit, sodastraw, rimstones pool, pilar, dan gourdam. Tidak terlalu banyak ornamen yang ditemui disini, namun hal ini tidak mengurangi rasa kekaguman yang penulis rasakan ketika melakukan penelusuran di gua tersebut. Keindahan dari masing-masing ornamen tersebut masih dapat kita nikmati. Bagaimana kita tidak dapat menikmatinya? Itu adalah pertanyaan yang mengungkapkan betapa kita tidak bisa bohong bahwa kenyataanya gua adalah indah dan menawan serta dapat menyita perhatian bagi setiap caver.
Pada saat melakukan penelusuran, hal pertama yang terlihat oleh penulis yaitu entrance (mulut gua). Pada entrance ini tampak stalagtit-stalagtit yang sangat banyak dan rapat. Jika dilihat dari kondisi stalagtit-stalagtit tersebut sudah tidak mengalami perpanjangan lagi, karena bentuk secara fisikanya juga sudah berubah. Stalagtit yang masih akan mengalami perpanjangan biasanya berwarna putih sampai kecoklatan dan terlihat rapuh serta masih basah karena rembesan air dari atas gua. Sedangkan stalagtit yang sudah tidak mengalami pertumbuhan, ia akan berubah layaknya batu biasa dan mengeras karena sudah tidak terdapat rembesan air dari atas gua. Masih di entrance, ternyata terdapat ornamen yang lainnya, yaitu rimstones pool. Kondisi dari rimstones pool itu sendiri masih baik karena ornamen tersebut masih tergenang oleh air sehingga memungkinkan masih bisa terbentuk. Di sebelah atas dari rimstones pool tersebut terdapat bentukan yang menyerupai tirai, biasanya dalam speleologi disebut sebagai gourdam. Gourdam terletak di bagian atas dekat atap gua itu sendiri. Masuk lebih dalam lagi kita akan menemukan beberapa ornamen jenis lainnya yaitu sodastraw dan pilar, namun stalagtit, rimstones pool, dan gourdam juga banyak terdapat di dalamnya. Ketidakadaan stalagmit pada Gua Baba bisa jadi dikarenakan tetesan air dari stalagtit tersebut hanyut terbawa aliran sungai di dalam gua tersebut. Namun ada kalanya stalagtit dan stalagmit sudah menyatu sehingga membentuk sebuah pilar. Pilar yang terdapat di Gua Baba berbeda-beda ukurannya, ada yang berukuran kecil ada juga yang berukuran besar. Hal ini tegantung dari ukuran stalagtit dan stalagmit yang membentuknya.
Keindahan gua dapat dilihat dari banyak atau sedikitnya ornamen yang ada di dalamnya. Semakin banyak ornamen yang ada di dalamnya, maka gua tersebut akan semakin indah dan mempesona. Bukan berarti gua yang hanya mempunyai beberapa ornamen tidak indah, masih tetap indah dan masih tetap bisa dinikmati dari sisi lainya. Misalnya dari segi botani dan zoologinya, teknik-teknik penelusurannya, dan sebagainya. (Marfu’ah Eka Fitri/AM 283 MU)

