About

LOGO “Tali duo Bapilin Tigo” itu terpampang dengan kokohnya di kaca, seolah-olah tak ada yang dapat memisahkannya, menghiasi jendela sekretariat Mapala Unand di lantai dua Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Andalas.

Hari itu cuaca sangat terik, merekahkan bongkahan tanah di halaman luar PKM Unand. Tetapi suasana di basecamp Mapala Unand tidak demikian, malah memberikan kesejukan seolah-olah sedang berada di dalam gua. Dinding-dindingnya dihiasi dengan imitasi stalaktit yang terbuat dari kertas semen. Hal itu merupakan kreasi yang dilakukan oleh anggota-anggotanya.

Heru Mega Saputra, salah seorang anggota penuh Mapala Unand bernomor anggota MU-176 Srk, Seksi Teknik Operasional mencoba menceritakan sejarah berdirinya Unit Kegiatan Mahasiswa tersebut.

Semenjak tahun 1984 didirikan, Mapala Unand masih eksis mejadi salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Andalas hingga sekarang. Pada tahun berdirinya Mapala Unand, yang anggotanya pada waktu itu utusan anggota senat tiap-tiap fakultas, dilakukan ekspedisi tracking (membuka jalur) menuju Mentawai.

Ekspedisi ini berjalan lancar, tetapi salah seorang anggota pencinta alam kelompok yang lain meninggal dunia. Mapala Unand pun vakum selama empat tahun.

Pada tahun 1988 berkumpul mahasiswa yang memiliki hobi yang sama tentang alam sehingga Mapala Unand dirintis kembali yang diprakarsai Alian Cs. Pada waktu itu Mapala Unand hanya beranggotakan 14 orang. Namun, untuk menghargai angkatan pada tahun 1984 maka dijadikanlah itu sebuah angkatan di mapala yang diberi nama angkatan Ancor.

Sampai saat ini, Mapala Unand telah memiliki 19 angkatan, yang berjumlah 194 orang. Kenaggotaan tersebut akan tetap berlaku seumur hidup hingga. Enam orang di antaranya meninggal dunia, 6 orang mengundurkan diri, dan 1 orang dicabut keanggotaannya.

Anggota direkrut setiap tahun dengan tingkatan CAM (Calon Anggota Muda), AM (Anggota Muda), ATR (Anggota Tanpa Register), dan yang terakhir adalah anggota penuh Mapala Unand. Untuk meraih tingkatan tersebut, anggota diwajibkan mengikuti seleksi, baik pendidikan ruangan maupun lapangan.

Setiap tahunnya, calon anggota rata-rata mendaftar sebanyak 50 orang. Sebanyak 35 orang yang mengikuti pendidikan, yang lulus seleksi paling banyak 25 orang, dan hanya 15 orang yang berhasil menjadi anggota penuh. Sangat sedikitnya anggota yang mendaftar disebabkan oleh pandangan masyarakat bahwa pencinta alam itu sudah tidak trend lagi.

Bukan hanya Mapala Unand saja, tetapi dialami oleh seluruh komunitas pencinta alam di Indonesia.

Bagi kelengkapan anggota, Mapala Unand memiliki topi rimba, logo mapala (tali duo bapilin tigo) berwarna coklat khaki, seragam lapangan yang memiliki logo di bagian tengah dada di sebelah kanan bertuliskan Mapala Unand sedangkan di sebelah kiri terpampang nomor register anggota.

Baru-baru ini Mapala Unand dipilih oleh SCTV untuk memberangkatkan dua orang anggotanya ke puncak Jaya Wijaya membantu SCTV untuk membuat rekor di MURI.

Ketika event Marlboro Adventure Team (climbing, rafting, tracking, dan off road), pada tahun 2001 Mapala Unand mengirimkan satu anggotanya yang lulus seleksi di Utah, Clorado. Pada tahun dan event yang sama seorang lagi yang terpilih untuk diberangkatkan ke Yunani dan pada tahun 2003, dua orang lagi anggotanya lulus seleksi untuk mewakili Indonesia.

Bidang kemanusiaan yang dilakukan oleh Mapala Unand adalah untuk menolong korban bencana alam, memperhatikan kebersihan alam. Namun kendala yang dihadapi masih kurangnya kesadaran masyarakat akan kelestarian alam negeri ini.


You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Powered by sweetCaptcha