Sudah pernah naik Gunung? Kalau belum, jangan sampai lupa memasukkan Gunung Marapi sebagai salah satu target pendakian. Gunung yang memiliki ketinggian 2891 mdpl (meter diatas permukaan laut) ini selalu menjadi tujuan bagi pendaki yang berasal dari dalam maupun dari luar Sumatera Barat. Karenanya, Gunung ini jadi terkenal setelah Gunung Kerinci yang merupakan Gunung tertinggi di Pulau Sumatera.
Archive for » October, 2007 «
Oleh : Zulfahmi Arrasuli (MU 168 Cps.)
Semenjak Tanah Rencong Nanggroe Aceh Darussalam dilanda gempa bumi yang menimbulkan tsunami pada 26 Desember 2004 silam, sudah banyak bencana alam beruntun yang meluluhlantakkan Nusantara tercinta. Dan yang paling baru salah satunya adalah gempa yang menghoyak Ranah Minang pada 6 Maret 2007 lalu. Gempa yang sampai hari ini masih menyisakan banyak luka dan derita, serta setumpuk persoalan yang tak kunjung terselesaikan. Hampir serupa seperti kejadian bencana yang lainnya , di minggu-minggu pertama hingga sekitar sebulan paska kejadian. Begitu banyak orang dari berbagai macam lembaga entah itu politik atau non politik, pemerintah atau non pemerintah, berduyun-duyun datang mengunjungi lokasi bencana walaupun terkadang hanya sekedar membawa sekardus indomie dan diiringi oleh sekelompok jurnalis cetak atau elektronik, yang kemudian akan membuat ekspose sedemikian rupa keruang-ruang publik di seantero negeri. more »
SUASANA penuh kerinduan dalam nuansa Ramadhan terlihat di Aula lantai I Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Andalas Limau Manis Padang. Wajar saja donk, karena beberapa orang diantara mereka baru bisa berkumpul setelah bertahun-tahun tidak bertemu. Seperti Cindin (Andi Purnama Pasni), Anggota MAPALA UNAND Angkatan ke-5 (Protactor) yang sehari-hari berdomisili di Jakarta. Demi bisa ikut dalam acara ini, sebelum masuk masa cuti resmi dari pemerintah, dia sudah mengambil cuti demi acara ini.
Menelusuri Keelokan Lorong Negeri Ranah Minang
Cuaca cerah mewarnai sore hari di kota wisata Bukittinggi. Akhirnya target hari ini tercapai juga ketika aku memasuki alun-alun kota yang terlihat ramai didominasi oleh pejalan kaki yang berlibur dan menikmati akhir pekan di sini. Waktu sudah memasuki pukul empat sore, agak berat terasa perjalanan hari ini, dan akhirnya kuputuskan untuk menginap semalam di rumah kenalanku ”orang bukik” yang kebetulan juga sedang berlibur di rumahnya.
Menelusuri Keelokan Lorong Negeri Ranah Minang
Perjalanan yang beribu-ribu mil jauhnya, seringkali diawali oleh satu langkah kecil…. Semburat tipis cahaya matahari pagi membuka lembaran baru sejarah hari ini. Keheningan pagi yang lembut ini begitu ”sopan” melukiskan pagi yang damai dan nyaris tanpa disertai awan mendung pembawa hujan seperti halnya dengan pagi-pagi sebelumnya.



