Menelusuri Keelokan Lorong Negeri Ranah Minang
Cuaca cerah mewarnai sore hari di kota wisata Bukittinggi. Akhirnya target hari ini tercapai juga ketika aku memasuki alun-alun kota yang terlihat ramai didominasi oleh pejalan kaki yang berlibur dan menikmati akhir pekan di sini. Waktu sudah memasuki pukul empat sore, agak berat terasa perjalanan hari ini, dan akhirnya kuputuskan untuk menginap semalam di rumah kenalanku ”orang bukik” yang kebetulan juga sedang berlibur di rumahnya.
Menelusuri Keelokan Lorong Negeri Ranah Minang
SUDAH pernah berarung jeram? Kalau belum, tidak ada salahnya anda mencoba olahraga ekstrim yang satu ini. Olahraga ini memang lumayan berbahaya, karenanya tidak sedikit orang yang menjadi korban dan menemui ajalnya ditelan keganasan jeram-jeram sungai. Namun kegiatan ini tidak berkurang peminatnya, malah di beberapa daerah, arung jeram menjadi komoditi pariwisata yang menjanjikan. Setiap orang dari anak-anak sampai dewasa dapat mencoba berarung jeram dengan membayar Rp150.000 s/d Rp300.000 dengan lama pengarungan yang dapat dipilih sendiri oleh wisatawan. Tentunya semua resiko dapat diminimalisir dengan menggunakan safety procedure yang benar dan mengikuti arahan dari pemandu profesional.
SEKALI waktu, seorang pendaki gunung professional kaliber dunia pernah ditanyakan tentang obsesinya menjamahi puncak-puncak tertinggi dunia, ”Mengapa anda mendaki gunung?” Pertanyaan menggelitik itu lalu dijawab dengan sangat sederhana, ”Because it is there..” (Malory).
SENYUM sumringah tergambar di wajahnya tatkala ratusan undangan mengucapkan selamat kepadanya. Tak henti-henti antrian panjang dari berbagai kalangan, mulai dari petinggi Universitas Andalas (Unand), pejabat, akademisi, relasi, hingga mahasiswa menyodorkan tangan atas titel baru yang disandangnya mulai kemarin (7/6). Tak hanya itu ratusan karangan bunga dan iklan ucapan selamat pun tertuju buat dirinya seorang.
